Sukses

Deretan Fakta Tentang Terapi Nebulizer untuk Batuk

Terapi nebulizer cukup efektif untuk mengatasi batuk. Namun, terapi ini hanya boleh dilakukan untuk kasus tertentu saja. Cek faktanya agar tak salah kaprah

Pernahkah Anda mendengar tentang terapi nebulizer? Terapi ini cukup efektif mengatasi keluhan batuk, lho!

Meski demikian, tidak setiap jenis batuk perlu terapi nebulizer untuk menyembuhkannya. Dengan kata lain, terapi ini hanya diperuntukkan bagi jenis batuk tertentu saja.

Lantas, bagaimana terapi nebulizer untuk batuk dilakukan? Apa saja manfaat yang bisa didapat dari terapi ini? Yuk, cari tahu faktanya!

1 dari 4 halaman

Terapi Nebulizer untuk Batuk

Disampaikan dr. Reza Fahlevi, Sp. A, terapi nebulizer bekerja dengan mengubah obat-obatan berbentuk cair menjadi gas atau uap. 

“Dengan demikian, obatnya menjadi lebih mudah masuk ke paru-paru,” kata dr. Reza.

Setelah obat masuk ke paru-paru, Anda mungkin akan merasa lebih lega dari gejala yang dirasakan. Hal ini karena uap obat membantu mencairkan lendir yang menumpuk akibat infeksi pada saluran pernapasan.

Artikel Lainnya: Batuk Berdahak di Pagi Hari, Kenali Kemungkinan Penyebabnya

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terapi nebulizer tidak hanya dapat mengobati penyebab batuk. Terapi ini juga mampu mengatasi gejala yang terjadi akibat penyebab tersebut.

Walau begitu, terapi nebulizer untuk batuk tidak dapat diterapkan sembarangan. Pasalnya, metode ini hanya direkomendasikan dokter untuk mengobati batuk yang disebabkan kondisi medis tertentu. 

Menurut dr. Reza, terapi nebulizer hanya boleh digunakan untuk mengatasi batuk yang disebabkan asma, PPOK, bronkiolitis, dan penyakit lain yang terjadi karena penyempitan atau peradangan saluran pernapasan.

2 dari 4 halaman

Persiapan Terapi Nebulizer untuk Batuk

Sebelum menggunakan terapi nebulizer untuk batuk, Anda harus mengumpulkan alat dan obatnya. Berikut ini penjelasannya:

  1. Alat Nebulizer

Alat nebulizer digunakan untuk mengubah obat cair menjadi uap. Alat ini juga membantu Anda menghirup uapnya. 

Beberapa komponen yang termasuk sebagai alat nebulizer, yaitu:

  • Mesin nebulizer atau spacer
  • Kompresor udara
  • Cangkir nebulizer
  • Masker atau corong
  • Tabung kompresor
  1. Obat cair 

Terapi nebulizer menggunakan obat cair vial dosis satuan maupun botol dengan alat ukur. Beberapa pilihan obatnya, antara lain:

  • Albuterol
  • Garam hipertonik
  • Formoterol
  • Budesonida
  • Ipratropium

Artikel Lainnya: Batuk Berdahak Terus-menerus, Awas Bronkiektasis!

3 dari 4 halaman

Cara Menggunakan Terapi Nebulizer untuk Batuk

Setelah alat dan obat-obatannya sudah disiapkan, berikut ini langkah-langkah dalam melakukan terapi nebulizer:

  • Letakkan kompresor udara di atas permukaan yang rata dan kokoh. 
  • Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir. Keringkan dengan benar setelahnya.
  • Masukkan obat ke dalam cangkir nebulizer.
  • Pasang cangkir nebulizer, dan sambungkan dengan selang dari kompresor udara.
  • Nyalakan kompresor. Anda akan melihat uap tipis keluar dari belakang tabung.
  • Duduk tegak di kursi yang nyaman, dan kenakan masker atau corong.
  • Hirup napas secara perlahan dan dalam. Jika memungkinkan, tahan napas selama 2–3 detik sebelum diembuskan. Cara ini memungkinkan obat mengendap di saluran pernapasan. Lakukan hingga dosis obat untuk 1 kali terapi habis sepenuhnya. 

Jika Anda merasakan pusing atau gelisah selama menjalani terapi nebulizer, berhentilah sejenak. Istirahatkan tubuh Anda selama 5 menit, lalu lanjutkan pengobatan dan cobalah menghirup uap dengan lebih lambat.

Bila  terdapat pengendapan pada sisi cangkir nebulizer, Anda dapat menambahkan sedikit air agar obat mencair. 

Terapi nebulizer merupakan cara yang efektif untuk mengatasi batuk yang disebabkan penyempitan saluran pernapasan. Meski begitu, terapi ini perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter agar Anda bisa merasakan manfaatnya dengan optimal.

Punya pertanyaan soal terapi nebulizer? Ingin tahu fakta lain soal alat medis atau gangguan kesehatan tertentu? 

Anda bisa melakukan konsultasi secara langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar