Sukses

Mengenal Jenis dan Prosedur Pemeriksaan Sifilis

Sifilis merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Terdapat beberapa jenis pemeriksaan sifilis untuk mendeteksinya, ketahui lebih lanjut prosedurnya di sini.

Sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual yang umum terjadi. Penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri Treponema pallidum yang menyebar melalui vagina, oral, atau anal dari orang yang terinfeksi. 

Tidak hanya mengganggu kesehatan alat reproduksi, sifilis stadium lanjut juga dapat merusak beberapa organ di antaranya otak, jantung, dan sumsum tulang belakang. 

Gejala sifilis antara lain luka kecil tanpa rasa sakit pada alat kelamin, anus, atau mulut; demam, ruam merah, rambut rontok, penurunan berat badan, sakit kepala, dan lainnya.

Untuk memastikan dan mendeteksi sifilis, ada beberapa prosedur yang bisa dilakukan. Ketahui lebih lanjut tes sifilis dalam ulasan ini.

Artikel lainnya: Kenali Neurosifilis, Komplikasi Sifilis yang Serang Otak dan Kepribadian

1 dari 4 halaman

Kapan Perlu Pemeriksaan Sifilis?

Meskipun tidak memiliki gejala-gejala tadi, mungkin tes sifilis diperlukan jika Anda memiliki faktor risiko infeksi yang lebih tinggi, yaitu:

  • Sering berganti pasangan untuk berhubungan seksual.
  • Memiliki pasangan yang juga punya banyak pasangan seksual.
  • Berhubungan intim tanpa kondom.
  • Riwayat infeksi HIV/AIDS.
  • Riwayat penyakit menular seksual lainnya, seperti gonore.

Pemeriksaan sifilis pada Ibu hamil yang memiliki faktor risiko juga perlu dilakukan. Pasalnya, sifilis dapat ditularkan dari ibu ke bayi di kandungan. Infeksi sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius yang bisa mengancam keselamatan bayi. 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC), AS, bahkan menyarankan wanita hamil melakukan tes sifilis. Lalu, wanita yang memiliki faktor risiko sifilis harus melakukan tes lagi pada trimester 3 kehamilan.

Jenis Pemeriksaan Sifilis

Tes screening untuk sifilis meliputi:

  • Rapid Plasma Reagin

Tes screening ini merupakan tes darah yang mencari antibodi terhadap bakteri sifilis. Antibodi merupakan protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan zat asing seperti bakteri.

  • Venereal Disease Research Laboratory (VDRL)

Pemeriksaan ini juga berperan mengecek antibodi terhadap sifilis. Tes VDRL dapat dilakukan pada darah ataupun cairan tulang belakang.

Jika hasil tes positif, maka Anda memerlukan lebih banyak tes untuk mengonfirmasi infeksi sifilis pada tubuh. 

Artikel lainnya: Hati-hati, Sifilis Bisa Menular ke Bayi Sejak di Kandungan!

2 dari 4 halaman

Prosedur Tes Sifilis

Melansir MedlinePlus, pemeriksaan sifilis dilakukan dalam bentuk tes darah. Dalam prosesnya, sampel darah diambil dari pembuluh darah pada lengan, dan dimasukkan ke tabung (vial)

Anda mungkin akan merasakan sedikit sensasi tersengat saat jarum masuk dan keluar dari kulit. Proses ini umumnya berlangsung kurang dari lima menit.

Sifilis stadium lanjut dapat memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Bila didiagnosis mengidap sifilis stadium lanjut, tes bisa dilakukan dengan cairan serebrospinal (ditemukan pada otak dan sumsum tulang belakang).

Berikut prosedur pengambilan cairan serebrospinal:

  • Pasien berbaring atau duduk di meja pemeriksaan.
  • Tenaga medis akan membersihkan punggung dan menyuntikkan obat bius ke kulit agar tidak terasa sakit saat prosedur tes dilakukan. Numbing cream (agar mati rasa) mungkin akan dioleskan sebelum disuntik. 
  • Setelah punggung benar-benar mati rasa, jarum kosong akan dimasukkan di antara dua tulang belakang (vertebrae) pada punggung bagian bawah. 
  • Sedikit aampel cairan serebrospinal akan diambil untuk diuji. Proses pengambilan memakan waktu sekitar lima menit. Saat cairan diambil, pasien harus tetap diam
  • Untuk mencegah sakit kepala setelah pengambilan sampel, pasien akan diminta berbaring telentang selama 1 atau 2 jam setelah prosedur.

Artikel lainnya: Jadi Silent Disease, Ini yang Perlu Kamu Tahu soal Sifilis!

3 dari 4 halaman

Hasil Pemeriksaan Sifilis

Hasil pemeriksaan negatif atau normal menunjukkan tidak ada infeksi sifilis dalam tubuh pasien. Namun, dokter dapat melakukan tes lagi apabila pasien merasa terpapar sifilis. Konsultasikan kepada dokter mengenai hal ini.

Bila pemeriksaan menunjukkan hasil positif, tes berikutnya akan dilakukan untuk memastikan diagnosis sifilis. Jika benar terinfeksi sifilis, maka pasien mungkin akan disarankan mengonsumsi obat penisilin (sejenis antibiotik).

Dokter Dyah Novita Anggraini menjelaskan, “Antibiotik memiliki banyak jenis. Untuk sifilis, jenis yang digunakan adalah penisilin, karena bakteri penyebab sifilis adalah Treponema”. 

Antibiotik cukup ampuh untuk mengatasi sifilis karena dapat membunuh dan menghentikan perkembangbiakan bakteri.

Sifilis tahap awal dapat disembuhkan. Namun, alangkah lebih baik bila tidak melakukan hal-hal yang memicu munculnya penyakit tersebut. Bila merasakan gejala sifilis, jangan tunda pemeriksaan ke dokter untuk memastikan diagnosis sehingga penyakit segera ditangani.

Bila ingin bertanya lebih lanjut seputar sifilis dan penyakit menular seksual lainnya, Anda bisa berkonsultasi lebih mudah lewat Live Chat dokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar