Sukses

Penyebab Perut Tetap Buncit Meski Rajin Lakukan Crunch

Rajin melakukan gerakan crunch tidak menjamin Anda bakal memiliki perut yang rata. Ketahui alasan perut tetap buncit meski sudah melakukan crunch lewat ulasan ini.

Rutin melakukan crunch saban pagi, tidak lantas membuat perut buncit Adam menjadi rata. Pria berusia 38 tahun itu cukup putus asa menyadari perut rata yang dia idam-idamkan tidak kunjung dimiliki.

Namun Adam tidak sendirian, sebab ada banyak orang yang memiliki mimpi dan kegagalan serupa. Pasalnya, tidak sedikit yang mengira latihan crunch dapat mengurangi lemak di perut.

Padahal, olahraga crunch hanya dapat memperkuat otot di bawah lemak perut, bukan melenyapkan lemak di bagian tersebut.

Selain itu, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perut tetap buncit meski rajin melakukan gerakan crunch.

Artikel Lainnya: Sudah Olahraga, Tetapi Kok Perut Buncit?

1 dari 3 halaman

1. Pembentukan Otot

Seperti halnya berbagai jenis latihan kekuatan, crunch dapat menyebabkan otot menjadi tegang. Selain itu, gerakan yang dilakukan dengan mengangkat tubuh bagian atas, dari kepala hingga bahu ini bisa membuat serat otot mengalami robekan mikro.

Guna mencegah cedera lanjutan, otot kemudian memperbaiki diri dengan menambahkan lebih banyak serat. Proses perbaikan otot ini menyerupai hipertrofi atau peningkatan ukuran otot pada bagian tubuh tertentu yang umumnya dialami otot paha dan lengan.

Selain itu, pada saat bersamaan otot-otot perut juga memendek, sehingga menyebabkan Anda cenderung bungkuk. Postur ini membuat perut Anda seakan tampak lebih besar.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan peregangan otot perut sebelum dan sesudah melakukan gerakan crunch. Hal ini dapat membantu membuat otot perut tetap longgar dan memanjang.

2. Tidak Membakar Kalori dengan Optimal

Spot reduction, atau metode mengurangi lemak dengan fokus melakukan latihan di area tubuh tertentu, kini sudah dianggap tidak efektif.

Pasalnya, ketika berolahraga, Anda tidak dapat mengontrol secara langsung bagian lemak tubuh yang hendak dihilangkan.

Selain itu, menurut American Council on Exercise, jenis latihan seperti sit up maupun crunch hanya bermanfaat jika Anda membakar lebih banyak kalori.

Dengan membakar banyak kalori, Anda dapat memperbesar peluang menghilangkan lemak perut. Oleh karena itu, selain rutin olahraga crunch, lakukanlah aktivitas fisik yang terbukti efektif membakar kalori seperti aerobik.

Artikel Lainnya: Ini Bahaya yang Mengintai si Perut Buncit

2 dari 3 halaman

3. Postur Tubuh Anda Salah

Postur tubuh yang membungkuk dapat membuat perut terlihat buncit meski Anda rajin latihan crunch. Oleh karena itu, biasakanlah untuk mempertahankan postur tubuh yang baik.

Caranya dengan membiasakan posisi bahu menjauhi leher, punggung tetap lurus, dan kepala ke atas. Cara ini dapat menjaga otot perut tetap memanjang, dan mempertahankan postur yang tidak bungkuk.

4. Pola Makan Buruk

Disampaikan dr. Dyah Novita Anggraini, perut buncit setelah olahraga crunch dapat terjadi jika Anda tidak menjaga asupan makanan dengan disiplin.

“Karena crunch membentuk otot perut setelah kadar lemak di perut seimbang,” jelas dr. Dyah Novita.

Artikel Lainnya: Tips Atasi Post Baby Bumps atau Perut Buncit Setelah Melahirkan

Olahraga sendiri dapat menyebabkan Anda merasa lapar, sehingga memperbesar peluang makan secara berlebihan. Selain itu, olahraga juga dapat membuat Anda minum terlalu banyak cairan.

Hal ini dapat memengaruhi pertambahan berat badan Anda dan menyebabkan perut tetap buncit. Untuk mengatasinya, cobalah mengontrol asupan makanan usai berolahraga.

Gerakan crunch berfungsi memperkuat otot di bawah lemak perut. Manfaat olahraga ini menjadi lebih optimal jika Anda dapat mempertahankan postur tubuh yang baik, melakukan aktivitas fisik yang membakar banyak kalori, serta menjaga asupan makanan dan minuman.

Jadi jika tujuan Anda ingin memiliki perut rata, cara yang paling efektif tetaplah membakar lemak dan menurunkan berat badan secara menyeluruh.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar manfaat olahraga lainnya, konsultasikan ke dokter via Live Chat.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar