Sukses

Benarkah Antasida Membantu Mengatur Glukosa Diabetesi?

Terdapat penelitian yang mengkaji manfaat antasida untuk membantu kontrol gula darah penderita diabetes. Simak temuannya di sini.

Antasida merupakan obat untuk meredakan gejala mag atau penyakit asam lambung. Obat ini bekerja dengan menetralisir asam lambung.

Di luar fungsi utamanya tersebut, terdapat penelitian yang mengungkapkan obat antasida juga bermanfaat membantu meningkatkan kontrol gula darah penderita diabetes. Riset tersebut dipublikasikan melalui Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism.

Para peneliti menggunakan antasida bernama penghambat pompa proton (proton pump inhibitors). Mereka ingin mengetahui apakah antasida dapat mendukung kontrol gula darah pada penderita diabetes.

Selain itu, mereka juga ingin mengetahui apakah penghambat pompa proton dapat meminimalkan risiko diabetes pada orang yang bukan pengidap. 

1 dari 3 halaman

Efek Antasida pada Gula Darah Penderita Diabetes

Riset dilakukan dengan mengkaji tujuh studi soal kontrol gula darah penderita diabetes, serta lima penelitian yang membahas risiko mengidap diabetes.

Artikel Lainnya: Kiat Menjaga Gula Darah Normal bagi Penderita Diabetes

Tujuh studi tentang kontrol gula darah tersebut melibatkan total 342 relawan pengidap diabetes. Sementara, lima studi terkait risiko diabetes melibatkan 244.439 peserta.

Selain menggunakan terapi pengobatan diabetes standar, diabetesi (penderita diabetes) diminta mengonsumsi penghambat pompa proton omeprazole, lansoprazole, pantoprazole, dan esomeprazole.

Hasil penelitian mengungkapkan, relawan yang mengonsumsi antasida dan menjalani terapi pengobatan diabetes mengalami penurunan kadar A1C (kadar gula rata-rata selama 2-3 bulan terakhir) yang cukup signifikan. Rata-rata penurunan A1C sebesar 0,36 persen.

Peserta juga memiliki gula darah puasa lebih rendah sebesar 10 mg/dl. Adapun pada orang tanpa diabetes, mengonsumsi penghambat pompa proton tidak menurunkan risiko diabetes.

Menurut dr. Reza Fahlevi, sulit menjelaskan peran antasida dalam membantu kontrol gula darah diabetesi.

“Mungkin dengan antasida mengurangi peradangan lambung dan memperbaiki pola makan, maka kontrol gula darah lebih baik,” ia menduga.

“Tapi, kalau terlalu banyak hati-hati efek sampingnya, seperti kelebihan magnesium dalam tubuh,” lanjut dr. Reza.

Artikel Lainnya: Pilihan Minyak Memasak yang Baik untuk Diabetesi

2 dari 3 halaman

Efek Samping Obat Antasida pada Diabetesi

Berdasarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, penghambat pompa proton juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping pada pencernaan. 

Diabetesi yang mengonsumsi antasida jenis ini berisiko mengalami mual, muntah, kembung, nyeri lambung, konstipasi, dan diare

Selain itu, penghambat pompa proton juga dapat menyebabkan diabetesi mengalami sakit kepala, pusing, mudah mengantuk, penglihatan kabur, insomnia, malaise, mulut kering, ruam kulit, dan pruritus.

Karena itulah, BPOM memperingatkan untuk menggunakan obat yang berfungsi menghambat sekresi asam lambung tersebut secara hati-hati. Hal ini utamanya bagi diabetesi yang memiliki penyakit hati maupun tengah hamil dan menyusui.

Dibutuhkan penelitian lanjutan guna memperoleh bukti lebih kuat soal manfaat antasida untuk penderita diabetes, khususnya dalam mengontrol gula darah. 

Pasalnya, peneliti belum dapat mengungkapkan efek jangka panjang mengonsumsi obat tersebut pada penderita diabetes yang tidak memiliki gangguan lambung, seperti refluks asam atau gangguan refluks gastroesofageal (GERD).

Jadi, antasida penghambat pompa proton belum dapat direkomendasikan sebagai obat untuk mengontrol gula darah. 

Jika Anda menderita diabetes dan memiliki refluks asam, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan antasida. Gunakan Live Chat dokter untuk konsultasi lebih mudah.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar