Sukses

Faktor Risiko yang Menyebabkan Kanker Mulut

Awas, kanker mulut dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk sehari-hari! Ketahui di sini penyebab atau faktor risiko kanker mulut yang wajib dijauhi.

Tidak hanya satu, ada banyak jenis kanker yang bisa terjadi pada tubuh, tak terkecuali bagian mulut. Kanker mulut terjadi ketika ada sel abnormal muncul dan bisa menjalar mulai dari lidah, pipi dalam, hingga tenggorokan. 

Berdasarkan penelitian dari American Cancer Society, pria lebih berpotensi untuk mengidap kanker mulut. Tapi, bukan berarti wanita tidak rentan mengalami jenis kanker ini.

Artikel lainnya: Tanda dan Gejala Kanker Bibir yang Mesti Anda Waspadai

Karenanya, hindarilah beberapa penyebab atau faktor risiko kanker mulut berikut ini: 

1 dari 3 halaman

1. Merokok

Merokok menjadi salah satu faktor risiko paling besar untuk terkena kanker mulut. Baik merokok dengan tembakau, rokok listrik, ataupun cerutu, semuanya sama-sama berisiko menyebabkan kanker mulut. 

Menurut American Society of Clinical Oncology, 85 persen kanker di area kepala dan leher berkaitan dengan penggunaan tembakau. Rokok listrik juga secara khusus telah dikaitkan dengan kanker di bagian bibir.

Lalu, mengunyah tembakau (snuff) dikaitkan dengan peningkatan sebanyak 50 persen dalam risiko kanker di pipi, gusi, dan permukaan bagian dalam bibir. 

2. Minum Alkohol

Selain merokok, sering minum alkohol juga bisa meningkatkan risiko kanker mulut. Konsumsi alkohol dan tembakau secara bersamaan juga meningkatkan risiko kanker sebanyak dua kali lipat bahkan bisa lebih. 

3. Infeksi Human Papillomavirus 

Infeksi Human Papillomavirus (HPV) pun bisa berujung pada kanker mulut. Virus ini umumnya menyebar melalui hubungan seksual dan dapat menyebabkan kutil kelamin, serta berbagai jenis kanker termasuk kanker mulut. 

Dokter gigi Callista Argentina menjelaskan, “Virus ini sebenarnya tidak langsung menyebabkan kanker. Tapi, virus ini bisa mengubah sel yang nantinya berpotensi menyebabkan kanker mulut.”

Salah satu aktivitas seksual yang bisa meningkatkan risiko kanker mulut adalah oral seks, terlebih yang dilakukan saat sariawan. 

Karenanya, hindari melakukan oral seks saat sariawan atau menderita penyakit menular seksual.

Artikel lainnya: Benarkah Teh Hijau Bisa Mencegah Kanker Mulut? Cek Faktanya

2 dari 3 halaman

4. Menyirih

Siapa sangka, kebiasaan turun-temurun ini bisa menyebabkan kanker mulut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan, menyirih bisa memicu kanker mulut. 

Penyakit tersebut dapat timbul karena campuran biji pinang, kapur, daun sirih, dan sebagainya yang memiliki sifat karsinogenik. Zat karsinogenik berpotensi meningkatkan pertumbuhan sel kanker. 

Beberapa studi juga menyebutkan, kebiasaan menyirih yang dibarengi dengan merokok akan meningkatkan risiko kanker mulut. 

5. Kurang Menjaga Kebersihan Mulut 

“Kebersihan mulut yang kurang terjaga juga jadi faktor risiko lainnya seseorang bisa terkena kanker. Tapi, ini tidak terjadi secara langsung, melainkan diawali dengan lesi pra-kanker,” ujar drg. Callista. 

Mulut yang kotor bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi, sariawan, dan sebagainya. Ketika kondisi ini tidak ditangani dengan cepat, maka bisa memicu luka atau abses pada lidah. 

6. Riwayat Keluarga 

Memiliki riwayat keluarga dengan kanker mulut juga menjadi faktor risiko lainnya. Faktor genetik tentunya tidak boleh disepelekan. 

Untuk itu, selalu terapkan pola hidup sehat, jaga kebersihan mulut, serta periksa kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi secara rutin. 

7. Faktor Lainnya 

Faktor-faktor lainnya yang juga meningkatkan risiko munculnya kanker mulut adalah pola makan tidak sehat, paparan sinar matahari berlebih pada area bibir dan wajah, punya riwayat GERD, serta terekspos bahan kimia. 

Namun, drg. Callista mengatakan semua faktor tersebut masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya. 

Bila Anda masih melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk di atas, sebaiknya hentikan mulai sekarang. Hal ini penting demi mengurangi risiko kanker mulut atau penyakit lainnya.

Konsultasi ke dokter gigi kini lebih cepat dan mudah dengan fitur Live Chat. Anda juga bisa menggunakan fitur Tanya Dokter di situs Klikdokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar