Sukses

Penting, Ini Risiko Diet LCHF yang Perlu Anda Waspadai

Diet LCHF (rendah karbohidrat-tinggi lemak) efektif untuk menurunkan berat badan. Tapi, ada beberapa risiko dari diet ini. Apa sajakah itu?

Diet LCHF (low carbohydrate high fat) adalah pola makan dengan mengurangi asupan karbohidrat serta meningkatkan lemak dan protein sedang.

Berbeda dengan diet keto dan Atkins, LCHF tak punya standar jelas untuk persentase zat gizi. Mereka lebih menekankan perubahan gaya hidup.

Pelaku diet tinggi lemak-rendah karbohidrat ini akan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang tidak diproses. 

Misalnya, sayuran rendah tepung, ikan, telur, dan kacang. Makanan kemasan terlarang bagi pelaku diet LHCF, seperti buah kaleng, nugget, dan sosis.

1 dari 2 halaman

Efek samping Diet LCHF

Pola makan seperti ini memang ampuh menurunkan berat badan secara cepat. Namun sayang, ada beberapa potensi efek samping di balik baiknya diet tinggi lemak-rendah karbohidrat ini. Berikut penjelasannya.

Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Diet untuk Dapatkan Berat Badan Ideal

1. Pusing dan Lemas

Dijelaskan oleh dr. Dyah Novita Anggraini, pelaku diet LCHF dapat merasa pusing dan sakit kepala. Hal ini karena minimnya karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh.

Tubuh biasanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri atas minimnya pasokan karbohidrat. Efek samping tersebut dapat hilang dalam beberapa hari atau minggu setelah diet dimulai.

2. Ketidakseimbangan Nutrisi

Banyak makanan yang diperbolehkan dalam diet rendah karbohidrat ini, seperti susu, keju, daging, dan ikan. Namun, ada sederet makanan bergizi tinggi yang dilarang.

Misalnya, beberapa jenis sayuran berpati, seperti ubi, kentang, serta labu. Sayangnya, sayuran-sayuran tersebut tinggi nutrisi.

Menghapus sayuran tertentu, bila tidak diimbagi dengan asupan lainnya, berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi.

3. Sembelit atau Diare

Menurut dr. Dyah Novita, sembelit dan diare merupakan masalah umum saat memulai diet tinggi lemak-rendah karbohidrat. Hal ini karena tubuh Anda kekurangan serat.

Diet LCHF dapat menyebabkan asupan serat lebih rendah dan meningkatkan risiko sembelit.

Hal ini akan berdampak negatif pada mikroorganisme yang hidup di usus dan berkontribusi meningkatkan risiko kanker usus.

Agar Anda bisa menghindari sembelit saat melakukan diet ini, pastikan untuk banyak konsumsi sayuran non-tepung. Misalnya, brokoli, kembang kol, paprika, kubis brussel, seledri, dan juga asparagus.

Artikel Lainnya: Kiat Memilih Diet yang Cocok untuk Anda

4. Membuat Tubuh Tinggi Lemak

Diet rendah karbohidrat sering membuat tubuh mendapat pasokan lemak jenuh yang tinggi atau low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat. Hal ini dapat meningkatkan risiko perlemakan hati dan penyakit jantung.

5. Bersifat Sementara

Diet ketat, apa pun itu, biasanya sulit dipertahankan. Oleh karena itu, penurunan berat badan karena diet LCHF dapat bersifat akan sementara. Bagaimana pun, tubuh membutuhkan asupan lengkap seimbang sesuai kebutuhannya.

Dengan sederet efek samping di atas, beberapa kelompok orang tidak disarankan menjalani diet LCHF. Antara lain, wanita hamil, anak-anak, atau orang-orang dengan kondisi medis tertentu.

Ibu hamil dan anak-anak membutuhkan asupan seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk menunjang pertumbuhan.

“Diet LCHF juga tidak boleh dilakukan pada orang yang sensitif sama kolesterol. Hal ini akan membuat kolesterolnya menjadi menumpuk,” dr. Dyah Novita menambahkan.

Jika Anda ragu apakah diet LCHF ini cocok untuk tubuh Anda, mintalah saran dokter atau ahli gizi. Mintalah profesional untuk membuat rencana makan yang cocok untuk kebutuhan tubuh Anda.

Dapatkan informasi seputar diet dan tips penurunan berat badan dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar