Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pengobatan Kanker Darah, Benarkah Bisa Menurunkan Kesuburan?

Pengobatan Kanker Darah, Benarkah Bisa Menurunkan Kesuburan?

Terdapat beberapa pendapat yang menyebut bahwa pengobatan kanker darah dapat menyebabkan penurunan kesuburan. Apakah medis sejalan dengan pendapat ini? Cek faktanya.

Kanker darah adalah penyakit mematikan yang bermula dari sumsum tulang belakang — tempat sel darah merah diproduksi. Penyakit ini mesti dideteksi dan diobati sejak dini, agar komplikasi bisa dihindari.

Namun, terdapat dilema bagi pasien kanker darah wanita yang hendak mengobati penyakitnya. Pasalnya, terdapat kabar yang menyebut bahwa pengobatan kanker darah bisa menyebabkan gangguan kesuburan.

Apakah medis sependapat dengan kabar tersebut? Jika ya, apakah gangguan kesuburan akibat pengobatan kanker darah berlangsung selamanya? 

Artikel Lainnya: Tiga Jenis Kanker Darah yang Harus Anda Tahu

1 dari 3 halaman

Pengobatan Kanker Darah Mengganggu Kesuburan?

Menanggapi kabar bahwa pengobatan kanker darah bikin tidak subur, dr. Sepriani Timurtini Limbong angkat bicara.

Menurutnya, pengobatan kanker darah bukan menghilangkan kesuburan. Pengobatan tersebut hanya sebatas menurunkan tingkat kesuburan. 

“Hal itu dikarenakan pengobatan seperti kemoterapi bisa mempengaruhi fungsi ovarium pada wanita, sehingga tidak melepaskan sel telur,” ucap dr. Sepriani. 

“Selain itu, kemoterapi juga berpotensi mempengaruhi kestabilan hormon estrogen. Hal ini dapat pula menurunkan tingkat kesuburan pada wanita,” sambungnya.

Agar lebih jelas, berikut beberapa metode pengobatan kanker darah serta hubungannya dengan tingkat kesuburan pasien:

  1. Kemoterapi 

Pada seorang wanita yang menjalani kemoterapi, pengobatan ini bisa menurunkan atau bahkan menekan kemampuan ovarium untuk memproduksi sel-sel telur. 

Keadaan tersebut tak hanya disebabkan oleh kemoterapi, tapi juga konsumsi obat-obatan yang dikonsumsi setelahnya. 

Meski dosis obat yang diberikan tergolong rendah, bila diberikan dalam jangka waktu lama, kesuburan pasien bisa terus menurun. 

  1. Terapi Radiasi 

Ada juga terapi radiasi untuk pasien kanker darah, yang dikatakan bisa menurunkan kesuburan. Terapi radiasi akan menggunakan sinar untuk membunuh sel kanker. 

Kombinasi antara paparan sinar dan dosis obat jangka panjang bisa mempengaruhi kondisi tubuh, termasuk organ-organ yang berhubungan dengan reproduksi.

  1. Cangkok Sumsum Tulang Belakang 

Pengobatan terakhir yang akan ditawarkan oleh tim medis adalah cangkok sumsum tulang belakang. Metode pengobatan ini bertujuan untuk mengganti sumsum tulang belakang agar bisa kembali berfungsi normal.

Namun, terapi ini tetap membutuhkan bantuan dari obat kemoterapi dosis tinggi sehingga turut berpotensi menurunkan kesuburan pasien. 

Artikel Lainnya: Medfact: Benarkah Kecanduan Gadget Bisa Menyebabkan Kanker?

2 dari 3 halaman

Apakah Kesuburan Bisa Kembali Normal?

Berdasarkan dr. Sepriani, penurunan kesuburan akibat pengobatan kanker darah umumnya bersifat sementara. 

Dengan kata lain, setelah seluruh prosedur selesai dilakukan dan pasien tak lagi membutuhkan pengobatan tersebut, tingkat kesuburan bisa kembali seperti sedia kala.

“Kesuburan pasien masih bisa kembali normal ketika seluruh prosedur terapi selesai dilakukan,” tegas dr. Sepriani.

Menurut dr. Sepriani, untuk menjaga kesuburan meski sedang menjalani pengobatan kanker darah, pasien bisa mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi vitamin C dan E.

“Selain itu, hindari juga pola hidup tidak sehat yang bisa menurunkan kesuburan, seperti merokok dan minum alkohol,” pungkas dr. Sepriani.

Pengobatan kanker darah terbukti dapat menurunkan kesuburan. Namun, hal tersebut hanya terjadi sementara, selama pengobatan masih terus dilakukan. Apabila pengobatan telah selesai dan pasien tak perlu lagi melakukannya, tingkat kesuburan bisa kembali seperti sedia kala.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai bahasan mengenai pengobatan kanker darah? Punya pertanyaan lain seputar kesehatan? Anda bisa melakukan konsultasi secara langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB)

0 Komentar

Belum ada komentar