Sukses

Alasan Medis Bentol Akibat Gigitan Nyamuk Terasa Gatal

Nyamuk sering menggigit manusia dan menimbulkan bentol yang sangat gatal. Sebenarnya, apa penyebab gatal pada bentol gigitan nyamuk? Simak penjelasan dokter.

Saat sedang tidur, kemungkinan besar nyamuk akan menggigit. Hal ini sangat lumrah, khususnya bagi orang yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia.

Gigitan nyamuk tak hanya mengganggu, tapi juga bisa menyebabkan rasa gatal. Akibatnya, Anda bisa secara refleks menggaruk bagian tersebut sehingga menyebabkan munculnya bentol di kulit.

Berkaca pada kasus tersebut, pernahkah terpikir oleh Anda penyebab gigitan nyamuk gatal? Yuk, cari tahu!

 

1 dari 3 halaman

Alasan Bentol Gigitan Nyamuk Terasa Gatal

"Ketika nyamuk mengisap darah, hewan tersebut akan mengeluarkan zat-zat tertentu di liurnya. Hal ini agar target tidak merasakan apa pun, juga agar darah tidak cepat membeku. Zat-zat tersebutlah yang menyebabkan bentol di kulit,” ujar dr. Reza Fahlevi, Sp. A.

Artikel Lainnya: Mitos Keliru seputar Gigitan Nyamuk

Faktanya, nyamuk tidaklah menggigit. Ia menggunakan mulutnya yang berbentuk seperti jarum untuk menusuk kulit mangsa yang akhirnya digunakan untuk menghisap darah.

Dalam 5 persen kulit manusia terdapat pembuluh darah. Hal ini membuat nyamuk yang hinggap di tubuh Anda harus ‘memancing’ guna mendapatkan makanan.

Moncong nyamuk yang terlihat seperti jarum tipis disebut dengan proboscis. Bagian tubuh ini juga termasuk alat penghisap dan penggergaji, yang dibungkus dalam tabung labium.

Saat menyedot darah, air liur yang dimiliki nyamuk memegang peran penting. Air liur ini dapat membantu hewan tersebut meminum darah jauh lebih cepat karena mengandung koktail antikoagulan.

Nyamuk yang penuh oleh darah dari targetnya akan terbang menjauh dan meninggalkan sebagian air liurnya di tempat ia mengisap.

Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh orang yang menjadi targetnya pun akan mengeluarkan respons terhadap liur nyamuk.

Proses tersebut turut memicu tubuh menghasilkan berbagai antibodi guna mengikat antigen dalam air liur nyamuk. Di saat yang sama, air liur nyamuk yang sedang dinetralkan akan melepaskan zat histamin.

Adanya zat histamin akan membuat pembuluh darah di dekat gigitan nyamuk membengkak.

Akibatnya, muncul benjolan merah mudah dan terasa gatal di tempat nyamuk menggigit Anda. Kondisi ini biasa disebut dengan bentol digigit nyamuk.

Artikel Lainnya: Mengenal Sindrom Skeeter, Reaksi Alergi Gigitan Nyamuk

2 dari 3 halaman

Bentol Akibat Gigitan Nyamuk, Bolehkah Digaruk?

Menurut dr. Reza, bentol digigit nyamuk dapat mengalami iritasi atau infeksi apabila digaruk terlalu kencang. Kondisi ini bisa berbahaya.

Oleh karena itu, bentol akibat digigit nyamuk sebaiknya tak perlu digaruk. Faktanya, menggaruk bentol hanya akan memperburuk kondisinya.

Apabila bentol terlanjur iritasi atau mengalami peradangan akibat digaruk, sistem kekebalan tubuh perlu bekerja lebih keras untuk menyingkirkan protein asing penyebab kondisi tersebut.

Jadi, semakin Anda menggaruk, ukuran bentol bisa terus bertambah. Anda juga akan merasa semakin gatal, dan membuat bentol bertahan lebih lama.

Lantas, bagaimana solusinya? Ada beberapa cara mudah dan efektif mengobati gigitan nyamuk yang menyebabkan bentol dan gatal-gatal, yaitu:

  1. Menempelkan selotip putih ke bekas gigitan dan biarkan selama beberapa jam. Setelahnya, lepaskan selotip dengan lembut. Hal ini dapat membantu menghilangkan air liur nyamuk, mempercepat waktu pemulihan, dan mengurangi rasa gatal secara signifikan.
  2. Oleskan salep antigatal ke tempat gigitan nyamuk. Dengan kandungan mencegah peradangan dari salep tersebut, rasa gatal dan risiko pembengkakan dapat ditekan.
  3. Buatlah pasta dari baking soda, air dan papain, lalu oleskan ke bekas gigitan nyamuk. Papain memecah protein dalam air liur nyamuk, dan membantu mengurangi reaksi tubuh terhadap zat di dalam liur tersebut.

Kini, Anda sudah tahu penyebab gigitan nyamuk gatal, bukan? Jangan digaruk, lebih baik obati dengan cara-cara yang telah disebutkan.

Apabila bentol digigit nyamuk tak kunjung hilang atau bertambah parah dari waktu ke waktu, Anda sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

1 Komentar