Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Benarkah Oral Seks Bisa Sebabkan Kanker Mulut?

Umumnya, kanker mulut disebabkan oleh kebiasaan merokok dan minum alkohol. Namun, tahukah Anda oral seks juga bisa jadi penyebab kanker mulut?

Sebelum masuk pada permainan utama, pasangan yang ingin bercinta dapat mengawalinya dengan “pemanasan” terlebih dahulu. Pemanasan alias foreplay ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya oral seks.

Namun, ketahuilah bahwa oral seks juga punya efek kesehatannya sendiri. Bahkan, dalam kasus parah, seks oral disebut bisa memicu kanker mulut!

1 dari 3 halaman

Oral Seks Picu Kanker Mulut?

Kanker mulut adalah segala bentuk keganasan di mulut, yang mencakup bibir, gusi, rongga mulut, lidah, gusi, orofaring (belakang rongga mulut), serta hipofaring (bawah orofaring).

Gejalanya beragam, seperti sariawan yang tak kunjung sembuh, terdapat bercak putih ataupun merah, benjolan, pembengkakan, serta perdarahan. 

Meskipun sebagian besar penyebab kanker mulut adalah kebiasaan minum alkohol dan merokok, bukan berarti oral seks tidak bisa memicunya.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, “Kanker mulut memang bisa meningkat risikonya jika ada riwayat oral seks. Hal ini karena risiko transmisi HPV (Human papillomavirus) dari kelamin ke mulut.”

Artikel Lainnya: 9 Gejala Kanker Mulut

Senada, drg. Wiena Manggala Putri menjelaskan, ketika oral seks dilakukan, ada bakteri, virus, atau jamur yang berpindah ke organ bagian mulut.

Hal ini bisa semakin parah bila Anda oral seks saat sedang sariawan. Bakteri, jamur atau virus itu akan menetap di sariawan yang membuatnya menjadi semakin kotor dan meradang.

Berdasarkan studi yang dilakukan NHS, sekitar satu dari empat kanker mulut terkait dengan HPV. Bahkan, ada pasien yang berusia lebih muda tengah mengidap kanker tenggorokan akibat ditemukannya HPV.

Jenis-jenis HPV yang ditemukan di mulut hampir seluruhnya ditularkan secara seksual. Artinya, kemungkinan besar seks oral adalah rute utama penularannya.

Dinukil dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), biasanya diperlukan waktu bertahun-tahun setelah terinfeksi HPV untuk kemudian berkembang menjadi kanker.

Ada lebih dari 100 jenis HPV, dan sekitar 15 di antaranya terkait dengan kanker. Ke-15 jenis HPV ini dikenal sebagai tipe risiko tinggi.

 

Mereka juga ditularkan melalui seks vaginal dan anal, dan terkait dengan kanker serviks, anus, dan juga penis. Beberapa dapat ditularkan melalui kontak kulit ke kulit dan menyebabkan kutil, termasuk kutil kelamin.

Artikel lainnya: Deteksi Dini Kanker Mulut dengan SAMURI

2 dari 3 halaman

Cegah Kanker Mulut akibat Oral Seks

Nah, kini Anda jadi enggan melakukan oral seks akibat risiko kesehatan di atas? Tidak perlu begitu, kok. Ada beberapa kiat yang bisa diterapkan untuk bisa menekan bahaya oral seks tersebut.

Yang pertama, bersihkan organ intim, baik untuk wanita serta pria, sebelum dan setelah berhubungan seks.

Jika Anda saat ini sedang sariawan atau memiliki luka di rongga mulut, tundalah dulu melakukan oral seks. Obati sariawan atau luka di mulut hingga benar-benar sembuh.

Hal lain yang penting, hindari merokok dan minum alkohol secara berlebihan guna mencegah kanker mulut.

Pastikan juga Anda selalu menjaga kebersihan mulut. Lakukan kontrol rutin kesehatan rongga mulut ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.

Jika Anda menemukan hal-hal tak lazim di rongga mulut, seperti luka yang tak kunjung sembuh, benjolan, dan perdarahan yang tidak diketahui sebabnya, segera kunjungi dokter gigi.

Dapatkan informasi lainnya seputar kanker mulut dengan mengunduh aplikasi Klikdokter di tautan ini

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar