Sukses

Perlukah Anak Belajar Bahasa Kedua Sejak Dini?

Tidak sedikit anak yang mulai belajar bahasa kedua sejak usia dini. Apakah tindakan ini diperlukan? Adakah manfaatnya? Yuk, simak faktanya dari psikolog!

Anak adalah peniru yang baik. Oleh karena itu, tidak sedikit orangtua yang memanfaatkan momen ini untuk mengajarkan anak bahasa kedua sejak dini. Apakah Anda salah satu yang juga demikian?

Tujuan anak belajar bahasa asing sejak dini adalah agar dirinya lebih cepat mengerti segala materi yang disampaikan.

Selain itu, belajar bahasa asing sejak dini juga disinyalir dapat menunjang perkembangan majemuk otak anak, khususnya untuk kemampuan verbal-linguistik.

Hal yang menjadi pertanyaan, apakah belajar bahasa kedua sejak dini adalah sebuah keharusan?

Artikel Lainnya: Belajar Bahasa Asing Efektif untuk Mencegah Demensia, Benarkah?

1 dari 3 halaman

Perlukah Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Usia Dini?

Menurut Gracia Ivonika, M.Psi, Psikolog, sebenarnya mengajarkan bahasa kedua kepada anak sejak usia dini bukanlah sebuah keharusan. Namun, tidak dimungkiri, belajar bahasa asing sejak dini dapat memberikan manfaat yang sangat bervariasi.

Seperti diketahui, anak-anak adalah peniru yang baik. Oleh karena itu, mereka akan dengan mudah mengingat dan mengikuti informasi yang diterima saat belajar bahasa kedua.

Tidak hanya itu, mengajarkan bahasa kedua sejak dini pada anak juga dapat membuatnya lebih mudah untuk belajar bahasa lain saat dia dewasa nanti.

“Ada penelitian yang menemukan bahwa bagian prefrontal cortex di otak terbukti berkembang lebih baik pada anak yang belajar bahasa kedua,” kata Gracia.

Selain itu, lanjut Gracia, belajar bahasa asing sejak usia dini juga dapat membuat anak lebih fokus. Si kecil juga bisa mengambil keputusan dengan lebih tepat.

Tak berhenti di situ, anak yang belajar bahasa kedua sejak dini juga cenderung lebih percaya diri dan mudah bersosialisasi.

Artikel Lainnya: 5 Manfaat yang Bisa Diperoleh Anak Multilingual

2 dari 3 halaman

Usia Terbaik Anak Belajar Bahasa Asing

Dijelaskan Gracia, mengajarkan bahasa asing kepada anak sebaiknya dilakukan saat usianya berkisar antara 2,5 hingga 3 tahun. Pasalnya, di usia tersebut, anak sudah fasih dengan bahasa ibu (mother tongue).

Di saat yang sama, otak anak juga sedang bekerja optimal. Mereka akan lebih mudah menyerap informasi yang diberikan.

“Belajar bahasa saat usia dewasa tidaklah sebuah keterlambatan, karena otak akan tetap menyerap hal itu dengan baik. Tetapi, ketika diajarkan bahasa kedua sejak dini, itu akan menjadi fondasi yang lebih kuat,” ucap Gracia.

Faktanya, studi dari Harvard University mengatakan, beajar bahasa kedua di usia yang lebih muda dapat meningkatkan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, dan fleksibilitas pikiran pada anak.

Usia 3 tahun diyakini sebagai masa periode penting dalam kehidupan seorang anak untuk belajar sesuatu yang baru. Sebab, di usia tersebutlah dasar-dasar sikap, pemikiran, dan pembelajaran akan mulai terbentuk.

Belajar bahasa kedua sejak dini adalah hal yang sangat baik. Namun, jika anak tidak ingin melakukannya di usia yang terlalu muda, orangtua sebaiknya tidak memaksakan kehendak.

Butuh saran lebih lanjut terkait anak belajar bahasa asing? Anda bisa melakukan konsultasi kepada dokter atau psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

3 Komentar