Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hati-hati, Ini Dia Tanda Ubun-ubun Bayi yang Tidak Normal!

Hati-hati, Ini Dia Tanda Ubun-ubun Bayi yang Tidak Normal!

Jadi area ringkih, ubun-ubun juga bisa menunjukkan kondisi kesehatan bayi. Untuk mengetahui apa saja tanda ubun-ubun bayi tidak normal, simak di sini.

Fontanel atau ubun-ubun bayi merupakan bagian yang terhubung dengan banyak saraf. Jika diraba, permukaannya memang lebih lunak ketimbang orang dewasa. Karena itulah, bagian tersebut harus dilindungi agar otak bayi tidak terganggu. 

Ubun-ubun bayi sebenarnya merupakan tulang tengkorak yang belum menyatu dengan kuat. Seiring berjalannya waktu, fontanel akan menutup rapat dan mengeras.

Bagian belakangnya akan menutup saat anak berusia 2 bulan ke atas. Sementara bagian atasnya akan menutup dan mengeras pada usia 7-18 bulan.

Beberapa orangtua mungkin enggan menyentuh bagian ubun-ubun karena terlalu ringkih. 

Padahal, hal itu bisa saja dilakukan karena bagian yang satu itu masih terlindungi oleh membran atau lapisan jaringan yang keras. 

Perubahan pada fontanel dapat memberikan petunjuk mengenai perkembangan dan kesehatan bayi Anda. Inilah sebabnya dokter anak selalu memeriksa kepala bayi Anda selama check up

Adapun perubahan ubun-ubun bayi yang mesti diperhatikan oleh orangtua dan telah dikonfirmasi ke dr. Sepriani Timurtini Limbong, yaitu:

1 dari 4 halaman

1. Tenggelam atau Cekung

Tanda ubun-ubun bayi tidak normal yang pertama adalah di saat Anda menyentuhnya, bagian tersebut akan terasa cekung atau masuk ke dalam.

Banyak orangtua khawatir dengan kondisi fontanel yang tenggelam. Hal ini menunjukkan bahwa bayi Anda sedang dehidrasi.

Selain fontanel yang cekung, dehidrasi parah pada bayi dapat dilihat pada popoknya yang tidak basah atau sedikit serta kurang responsif. Dehidrasi bisa disebabkan oleh diare, muntah, atau kurangnya asupan ASI.

2. Menonjol atau Bengkak 

Tak cuma cekung, ubun-ubun bayi cembung juga bisa terjadi. Jika kondisinya hanya membengkak saat bayi menangis, lalu kembali datar setelah tenang dan tidur dalam posisi menghadap ke atas, itu terbilang normal. 

Namun, fontanel yang membengkak dan tidak kembali normal mungkin merupakan tanda kondisi serius, seperti infeksi atau pembengkakan di otak. Segera temui dokter, terutama jika bayi Anda demam atau sangat mengantuk.

Artikel Lainnya: Flat Head Syndrome, Penyebab Kepala Bayi Datar

2 dari 4 halaman

3. Sangat Lebar atau Besar

Fontanel yang sangat besar dikhawatirkan menjadi tanda kondisi medis tertentu, seperti hipotiroidisme, sindrom Down, atau rakhitis. 

Rakhitis adalah gangguan pertumbuhan tulang yang terjadi ketika tulang gagal menyimpan kalsium. Biasanya, kondisi ini dipicu oleh kurangnya paparan sinar matahari alias terlalu sering berada di dalam ruangan.

4. Tidak Menutup 

Jika ubun-ubun tetap tidak menutup meski bayi sudah berusia satu tahun lebih, terdapat kemungkinan bahwa dia mengalami hipotiroidisme bawaan atau kongenital. 

Rendahnya kadar hormon tiroid sejak lahir membuat perkembangannya terganggu. Gejalanya meliputi wajah dan beberapa bagian tubuh yang membengkak, tungkai dan lengan yang pendek, serta lemas dan susah makan.

Diperkirakan, 1 dari 2.000 bayi di Indonesia mengalami kondisi ini.

5. Menutup Terlalu Cepat 

Jarang sekali fontanel menutup terlalu dini. Namun, jika tulang tengkorak bergabung dan menutup terlalu cepat, itu dapat menyebabkan masalah pada bayi.

Kondisi ini disebut craniosynostosis, yang dapat memengaruhi pertumbuhan otak dan bentuk kepala bayi. 

Tekanan pun akan menumpuk di dalam tengkoraknya. Pada kondisi yang serius, bayi perlu mendapatkan tindakan operasi. 

Artikel Lainnya: Kepala Peyang pada Bayi, Bisa Diperbaiki?

3 dari 4 halaman

6. Tiba-tiba Menghilang

Terkadang titik lunak cukup sulit untuk dirasakan dan memberi kesan sudah tertutup. Padahal, bisa saja bagian tersebut masih terbuka tetapi bersembunyi. 

Selama bentuk kepala si kecil normal, Anda tak perlu cemas. Kendati begitu, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan imaging test untuk memastikan bahwa fontanelnya masih ada dan terbuka. 

Dokter Sepriani menegaskan bahwa tidak ada perubahan ubun-ubun bayi yang paling berbahaya ataupun yang paling ringan.

“Jika orang tua sudah menemukan tanda-tanda di atas, si kecil harus dibawa ke dokter untuk diobservasi dan diberi penanganan lebih lanjut,” katanya.

Bila masih ada pertanyaan seputar kesehatan anak, konsultasikan pada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar