Sukses

Asal-Usul Virus Corona Berdasarkan Hasil Penelitian WHO

WHO rilis penyelidikan soal asal virus corona hingga pandemi global saat ini. Lantas, benarkah virus corona berasal dari hewan? Berikut penjelasannya.

Lebih dari setahun pandemi COVID-19 melanda dunia. Namun, sampai saat ini belum diketahui pasti bagaimana virus penyebabnya pertama kali menyerang manusia. Beragam kajian pun dilakukan untuk memastikan asal virus corona.

Salah satunya yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization). Studi ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi bagaimana wabah dimulai dan mencegah pandemi terulang di masa mendatang.

Lantas, apa hasil penyelidikan WHO terhadap pencarian asal virus corona sejauh ini? Simak ulasan berikut.

1 dari 3 halaman

WHO Ungkap Asal-usul Virus Corona

Dalam penyelidikan virus corona, WHO mendatangkan tim ilmuwan ke Wuhan, Tiongkok, tempat pertama kali virus ini ditemukan. Tim tiba di Tiongkok pada 14 Januari. Mereka harus menjalani masa karantina dua minggu sebelum memulai penyelidikan.

Dalam mencari penyebab wabah virus corona, para penyelidik mengunjungi rumah sakit, laboratorium, pasar (termasuk Pasar Makanan Laut Huanan), Institut Virologi Wuhan, serta laboratorium Pusat Pengendalian Penyakit Wuhan.

Waktu kunjungan sangat dirahasiakan agar peneliti dapat berbicara langsung dengan responden serta beberapa pasien pertama yang terpapar virus corona.

Artikel lainnya: Benarkah Nyeri Punggung Merupakan Salah Satu Gejala Virus Corona?

Setelah hampir empat minggu penyelidikan, Dr. Peter Ben Embarek, ketua tim investigasi, mengatakan, asal mula virus corona yang paling mungkin adalah persilangan dari spesies perantara ke manusia.

Dijelaskan dr. Atika, dari penelitian yang ada saat ini, kesimpulannya virus COVID-19 kemungkinan besar mengalami perubahan mutasi dari bentuk asalnya.

“Penelitian menemukan virus mengalami mutasi dari bentuk asalnya pada suatu spesies intermediet (yang belum dapat dipastikan). Mutasi ini menyebabkannya (virus) mampu menginfeksi manusia,” jelas dr. Atika.

Namun demikian, dia menambahkan, penelitian sejauh ini masih dalam bentuk hipotesis. Perlu studi dan penelitian yang lebih banyak lagi untuk mengukuhkannya.

Artikel lainnya: Ternyata, Virus Corona Sudah Ada di Spanyol sejak Maret 2019!

Sebelumnya, WHO telah menyelidiki urutan genetik yang menunjukkan virus corona dimulai dari kelelawar, dan kemungkinan berpindah ke hewan lain sebelum menginfeksi manusia.

Kelelawar dan trenggiling adalah kandidat potensial awal mula penularan, meski sampel dari dua spesies ini tidak ditemukan cukup mirip dengan virus corona. Itu sebabnya, peneliti menduga kemungkinan ada hewan lain sebagai perantara.

Kerentanan hewan perantara yang tinggi ditemukan pada hewan cerpelai dan kucing. Namun, semuanya masih berupa hipotesis dan belum bisa dibuktikan.

Temuan lainnya, seperti dikutip dari CNBC, peneliti menemukan bukti kalau peredaran COVID-19 berawal di Pasar Makanan Laut Huanan. Menurut tim, banyak orang yang jatuh sakit karena virus baru di Wuhan dilaporkan pernah berkontak dengan Pasar Makanan Laut Huanan.

Namun, hal ini baru menunjukkan awal tempat penyebaran virus, bukan tempat wabah pertama kali muncul. Itu sebabnya, masih dibutuhkan banyak usaha dan waktu untuk menemukan asal mula terjadinya virus corona. 

Artikel lainnya: Ditemukan 12 Mutasi Baru Virus Corona di Jepang, Ini Penyebabnya!

2 dari 3 halaman

WHO Sanggah Virus Corona Berasal dari Kebocoran Lab Wuhan 

Di sisi lain, beberapa waktu lalu berkembang teori bahwa virus corona bocor dari Institut Virologi Wuhan. Isu ini diembuskan Presiden AS kala itu Donald Trump dan para pendukungnya.

Mereka mengklaim memiliki bukti kebocoran tidak disengaja dan menuduh Tiongkok menutup-nutupi hal tersebut. Namun, hal tersebut dibantah oleh para penyelidik WHO.

Menurut para peneliti, hipotesis insiden laboratorium sangat tidak mungkin untuk menjelaskan masuknya virus ke dalam populasi manusia.

Mereka meyakini, kesalahan mungkin saja dilakukan, tetapi kecelakaan hingga menyebabkan kebocoran laboratorium sangat jarang terjadi.

Itu dia tadi hasil penyelidikan tim WHO dalam menelusuri asal mula virus corona, ikuti terus perkembangan virus corona dengan membaca informasi lainnya di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar