Sukses

Mitos Seputar Anak Kembar yang Tak Perlu Dipercaya

Tidak hanya ada satu mitos, tapi ada banyak mitos seputar anak kembar yang tidak perlu Anda percaya. Apa saja itu? Simak ulasan berikut ini.

Punya anak kembar adalah sebuah anugerah bagi orangtua. Namun, banyak mitos yang beredar tentang anak kembar. Sayangnya, mitos tersebut tidak semuanya benar. 

Ada beberapa mitos yang harus diluruskan berdasarkan fakta medis yang ada. Untuk tahu apa saja mitos dan fakta tentang anak kembar, simak penjelasan berikut ini.  

1. Anak Kembar Bisa Lahir Beda Waktu

Mitos. Kembar adalah kondisi ketika dua bayi lahir dari satu rahim yang sama dan di waktu yang berdekatan. Jika anak kembar lahir di waktu yang berbeda sampai bertahun-tahun, kemungkinan hal itu disebabkan oleh kondisi tertentu. 

Kondisi tersebut bisa terjadi ketika proses bayi tabung, tepatnya ketika orangtua hanya menggunakan satu dari beberapa embrio yang dibutuhkan untuk pembuahan. 

Sementara itu, embrio yang lain disimpan untuk mewujudkan kehamilan selanjutnya. Ketika mau mewujudkan kehamilan lagi, pasutri bisa menggunakan embrio yang dulu telah disimpan. 

Dalam hal ini, beberapa orangtua bisa menganggap bahwa kedua anaknya adalah kembar. Karena ketika proses bayi tabung, embrio diambil di waktu yang sama. 

Artikel Lainnya: Tips Berbagi Peran Orangtua Baru saat Merawat Bayi Kembar

1 dari 4 halaman

2. Lahir Duluan berarti Jadi Kakak

Anggapan ini adalah mitos. Dokter Sepriani Timurtini Limbong mengatakan bahwa penentuan kakak dan adik dari anak kembar akan dikembalikan lagi kepada budaya masing-masing. 

Ada yang mengatakan bahwa jika si anak lahir duluan maka dia adalah  kakak atau sebaliknya.

“Tetapi karena pembuahannya harusnya sama, jadi secara kronologis, usia kedua anak tersebut juga sama,” ujar dr. Sepri. 

3. Jika yang Satu Sakit, Maka yang Lainnya Juga Sakit 

Mitos ini beredar karena anak kembar dianggap punya ikatan batin yang kuat sejak mereka masih di dalam kandungan. Misalnya, ketika salah satu anak sedang sakit, maka yang lainnya juga bisa ikut sakit. 

Hal itu pada dasarnya tidak benar. Karena kondisi kesehatan seseorang umumnya dipengaruhi oleh sistem kekebalan imun tubuh. Jika keduanya sakit, kemungkinan salah satu ada yang tertular atau menularkan. 

Kondisi anak kembar yang sakit juga bisa disebabkan karena mereka tinggal dalam satu rumah dan selalu bermain berdekatan. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin bagi virus dan bakteri mudah menular antara satu anak dengan yang lainnya. 

Artikel Lainnya: Perhatikan Hal Ini Sebelum Menyusui Bayi Kembar

2 dari 4 halaman

4. Anak Kembar Punya Sidik Jari yang Sama

Mitos. Kendati punya penampilan atau ciri-ciri fisik yang identik, anak kembar memiliki sidik jari yang berbeda.

Dilansir dari Huffington Post, Awalnya, bayi kembar identik memang punya sidik jari yang sama. Namun, menginjak usia kehamilan 6-13 minggu, bayi sudah mulai dapat bergerak dan menyentuh kantung ketuban. 

Karena tangan dan jarinya sudah bisa menyentuh, lalu muncul tonjolan dan garis unik di masing-masing jari bayi kembar. Bekas sentuhan itulah yang akhirnya menghasilkan sidik jari berbeda dari bayi kembar.

5. Anak Kembar Hanya Dari Satu Ayah

Mitos. Nyatanya, kehamilan kembar juga bisa didapat dari dua sel sperma yang berbeda. Anak kembar beda ayah adalah fenomena langka, bahkan hanya bisa terjadi dari 1 dari 13.000 kasus kehamilan. 

Fenomena anak kembar beda ayah disebut sebagai superfekundasi. Kondisi ini terjadi ketika dua sel telur dibuahi oleh dua sel sperma yang berbeda. Biasanya anak kembar yang lahir dengan kondisi superfekundasi akan dinamai dengan kembar bipaternal atau heteropaternal.

Artikel Lainnya: Benarkah Makan Singkong Bisa Tingkatkan Peluang Hamil Kembar?

3 dari 4 halaman

6. Anak Kembar Hanya Bisa Didapat dari Faktor Keturunan

Kehamilan kembar memang bisa terjadi didukung oleh faktor keturunan atau genetik. Namun, seiring berkembangnya teknologi, sudah tersedia perawatan atau program yang memungkinkan pasutri untuk memiliki bayi kembar meski tidak memiliki gen tersebut. 

Program hamil kembar yang paling umum adalah bayi tabung atau in vitro fertilization. Saat program hamil, dokter dapat menanamkan beberapa embrio, biasanya dua atau tiga embrio, ke dalam rahim. Jika semua embrio berhasil berkembang, maka kehamilan yang terjadi pun bisa lebih dari satu alias kembar. 

7. Anak Kembar Punya Bahasa Sendiri

Beberapa orang percaya bahwa anak kembar menciptakan atau punya bahasa sendiri untuk berkomunikasi. Fenomena tersebut dapat disebut sebagai kriptofasia. Biasanya, bahasa anak kembar ini hanya terbuat dari kata-kata atau suara seperti “boo” dan “choo”.

Diperkirakan, hampir 40 persen anak kembar memiliki bahasa sendiri untuk berkomunikasi satu sama lain. Akan tetapi, bahasa mereka ini cenderung menghilang seiring bertambahnya usia karena mereka juga sudah mempelajari bahasa yang lain. 

Itulah beberapa mitos seputar anak kembar yang sudah diluruskan berdasarkan fakta. Untuk tahu informasi unik dan menarik lainnya, baca terus artikel di aplikasi Klikdokter

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar