Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tak Cuma Dokter Spesialis, Kenali Juga Profesi Perawat Anestesi

Tak Cuma Dokter Spesialis, Kenali Juga Profesi Perawat Anestesi

Tak cuma dokter, spesialisasi anestesi ternyata bisa dimiliki seorang perawat. Lantas, apa saja yang dilakukan oleh profesi itu? Yuk, cari tahu di bawah ini!

Kelanjutan pendidikan dan profesi atau spesialisasi dari perawat mungkin lebih jarang terdengar ketimbang dokter. 

Jika dokter bisa sekolah lagi untuk mendapatkan gelar spesialis anestesi (Sp.An), perawat pun sama.

Mereka bisa menjadi perawat anestesi dan melakukan tindakan khusus yang diperlukan sebelum, selama, dan pasca operasi. 

1 dari 4 halaman

Apa Tugas Perawat Anestesi?

Sederhananya, perawat anestesi adalah tenaga medis yang menempuh pendidikan keperawatan jurusan anestesi. 

Profesi ini pertama kali ada dan dikembangkan di Indonesia pada tahun 1962. Tokoh di balik profesi tersebut adalah dr. Mohammad Kellan, seorang dokter anestesi pertama di Indonesia. 

Ia mendirikan program pendidikan Penata Anestesi di Indonesia di bawah Kementerian Kesehatan RI kala itu. 

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, tugas dari seorang certified registered nurse anesthetists (CRNA), yaitu:

  1. Sebelum operasi, ia memastikan identitas pasien yang akan dibius. Riwayat alergi dan penyakit lain juga akan dievaluasi. 
  2. Saat sedang operasi, perawat anestesi bertanggung jawab terhadap manajemen pasien, alat-alat serta obat yang digunakan untuk operasi, Perawat dapat membantu dokter dalam melakukan proses pembiusan.
  3. Setelah operasi, bersama dengan dokter, ia akan memantau kondisi pasien sampai tersadar secara penuh.

Artikel Lainnya: 5 Keterampilan yang Harus Dimiliki Perawat

“Intinya, mereka dapat melakukan tindakan prainduksi, pembiusan umum, dan memerhatikan kondisi pasien sampai ia tersadar penuh di ruang pemulihan,” kata dr. Dyah Novita.

Di beberapa negara bagian Amerika Serikat (AS), perawat anestesi diberikan kebijakan untuk menulis resep obat bius. 

Sedangkan sisanya, peresepan seperti itu harus mendapat persetujuan dulu dari dokter spesialis anestesi. 

Kebijakan tersebut serupa dengan praktik mandiri. Di AS, ada negara bagian yang memperbolehkan perawat bekerja secara mandiri tanpa kolaborasi dengan dokter. 

Namun, banyak juga negara bagian yang masih memberlakukan aturan kerja sama antara dokter spesialis dan perawat anestesi.

Artikel Lainnya: Apa Saja Tugas Dokter yang Tidak Boleh Dikerjakan Perawat?

2 dari 4 halaman

Pendidikan yang Harus Ditempuh untuk Mendapatkan Profesi Ini

Dilansir dari laman Nurse Practitioner Schools, seseorang harus menempuh pendidikan selama beberapa tahun dulu sebelum melanjutkan ke sekolah perawat anestesi. Contohnya:

  1. Empat tahun untuk mendapatkan gelar sarjana ilmu keperawatan dan lisensi perawat terdaftar. 
  2. Satu tahun pengalaman bekerja di ruang ICU (Intensive care unit)
  3. Dua tahun untuk mendapatkan gelar master ilmu keperawatan. 
  4. Barulah Anda bisa mengambil sertifikasi pendidikan anestesi. 

Bagaimana dengan Indonesia? Ya, proses pendidikan di atas bisa dilakukan. Namun, calon tenaga medis bisa mendapatkan gelar S1 keperawatan anestesi dengan langsung berkuliah di politeknik kesehatan yang menyediakan program studi sarjana terapan keperawatan anestesiologi. 

Gelar yang akan didapatkan berupa sarjana terapan keperawatan anestesiologi atau S.Tr.Kes. Nantinya, bidang pekerjaannya adalah penata anestesi. 

Penata anestesi profesional bisa melakukan tugasnya di ruang operasi maupun di ruang post anaesthesia care unit (PACU). 

Artikel Lainnya: 6 Tips Hindari Badan Lemas bagi Perawat Saat Jaga Malam

3 dari 4 halaman

Kapan Pasien Ditangani oleh Perawat Anestesi?

Terdapat sejumlah kondisi medis yang menjadi alasan Anda untuk bertemu dengan CRNA. Kondisi yang membutuhkan pengelolaan rasa nyeri dari mereka, yaitu:

  1. Saat Operasi Kecil dan Besar

Bedah kecil seperti pemasangan tabung telinga dan bedah besar seperti penggantian pinggul. Operasi gigi dan bedah plastik juga membutuhkan bantuan tenaga medis tersebut. Perawat anestesi juga akan memberikan obat penenang ketika dokter melakukan kolonoskopi. 

  1. Saat Persalinan 

Pembiusan yang tepat dapat memblokir rasa sakit saat melahirkan. Perawat akan membantu dokter memberikan obat mati rasa, melakukan bius epidural, dan pemasangan kateter di punggung bawah. 

  1. Saat Memiliki Penyakit kronis

Bersama dengan dokter, perawat ini akan merencanakan manajemen nyeri. Ada banyak pilihan pengobatan, termasuk anestesi regional, obat yang diminum atau dioleskan ke kulit, pijat, teknik relaksasi, dan terapi fisik.

Itu dia penjelasan seputar profesi perawat anestesi beserta tugas yang mereka lakukan. Untuk informasi kesehatan tepercaya lainnya, Anda bisa mengunduh aplikasi Klikdokter di sini. 

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar