Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Efek Terapi Radiasi Kanker Serviks Bikin Vagina Menyempit?

Benarkah Efek Terapi Radiasi Kanker Serviks Bikin Vagina Menyempit?

Vagina sempit dan pendek disinyalir sebagai efek samping radiasi kanker serviks. Benar atau tidak ya isu tersebut? Berikut penjelasan medisnya.

Miss V yang lebih rapat mungkin menjadi keinginan sebagian kaum hawa, terutama yang sudah lama menikah dan memiliki anak. Namun, vagina menyempit yang dibahas di sini akan jauh berbeda.

Kondisi yang satu itu tidak akan membuat Anda menginginkannya karena disebabkan oleh efek samping radiasi kanker serviks.

1 dari 3 halaman

Sekilas tentang Radiasi untuk Pasien Kanker Serviks

Sebenarnya, ada beberapa opsi terapi untuk penderita cervical cancer, yakni pembedahan, kemoterapi, radiasi atau radioterapi, dan terapi target. Radiasi biasanya dipilih untuk mengobati kanker wanita di stadium awal. 

Selain menjadi pengobatan tunggal, radiasi acap kali dikombinasikan dengan pembedahan dan kemoterapi. Radioterapi untuk penyakit yang disebabkan oleh virus HPV ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu eksternal dan internal. 

Radiasi eksternal dilakukan dengan cara menembakkan gelombang energi tinggi ke panggul. Sementara itu, radiasi internal dilakukan dengan meletakkan implan radioaktif di sel kanker melalui vagina. Dalam situasi tertentu, kedua metode pengobatan ini dapat dikombinasikan. 

Artikel lainnya: 10 Gejala Kanker Serviks yang Harus Anda Waspadai

2 dari 3 halaman

Vagina Menyempit Jadi Efek Samping Radiasi Kanker Serviks?

Jika bicara soal risiko pengobatan kanker, mual muntah, badan lemas, hingga kerontokan rambut sepertinya menjadi hal yang paling sering dibicarakan. Namun, radiasi eksternal dan internal juga bisa menghasilkan efek samping lain, yakni vaginal stenosis. 

Vaginal stenosis adalah kondisi di saat vagina menjadi lebih sempit dan pendek. Baik radiasi internal maupun eksternal, keduanya bisa memberikan efek samping jangka panjang seperti itu. 

Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh dr. Arina Heidyana. Menurutnya, vagina menyempit bisa menjadi efek samping dari radioterapi untuk kanker serviks. 

“Meski bisa membantu menyembuhkan, efek radiasi terapi akan membuat vagina penderitanya menjadi sangat kering. Alhasil, vagina pun menyempit,” jelasnya. 

Jaringan parut juga akan terbentuk di dalam organ intim wanita. Keberadaan jaringan tersebut turut menciptakan perubahan terhadap kondisi miss V penderitanya.

Ketika penderita kanker ingin berhubungan seks, dia akan merasakan nyeri yang cukup hebat karena vaginanya lebih pendek dan tak lagi elastis. 

Dokter Arina menambahkan, “Vaginal stenosis sebenarnya tidak membahayakan keselamatan pasien. Hanya saja, hal itu bisa membuat dokter kesulitan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan panggul berikutnya karena pasien akan merasakan nyeri.”

Artikel lainnya: Kenali Faktor Risiko Kanker Serviks bagi Remaja Wanita

Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan penyempitan vagina akibat radiasi kanker di sel-sel leher rahim, antara lain:

  1. Terapi Pelebaran Vagina

Terapi ini berfungsi meregangkan dinding vagina dengan lembut dalam periode waktu tertentu. 

Alat yang digunakan adalah tabung khusus yang dirancang untuk menembus dan melebarkan vagina secara perlahan. Tabung yang dipakai seukuran tampon dan dapat digunakan sebagai pelumas alami untuk membuat penetrasi lebih lancar. 

  1. Menggunakan Lubrikan yang pH-nya Sesuai

Karena efek samping radioterapi kanker serviks bisa membuat vagina sangat kering, pasien membutuhkan pelembap atau pelumas. Syaratnya, gunakan lubrikan yang pH-nya sesuai dengan vagina normal (3,8-4,5). 

  1. Aplikasikan Pereda Nyeri

Rasa nyeri dapat diredakan dengan menempelkan kompres hangat. Jika ingin obat yang diminum, Anda juga bisa mengonsumsi parasetamol atau obat nyeri yang diresepkan oleh dokter. 

Jika tidak ada jaringan parut, bercinta secara rutin juga bisa meminimalkan penyempitan dan pemendekan organ intim wanita.

“Jika pasien sudah tidak mempunyai suami atau suami sudah tidak sanggup berhubungan seks lagi, penggunaan busi vagina atau dilator bisa digunakan. Tapi, hal itu harus atas persetujuan dokter terlebih dulu,” saran dr. Arina. 

Benar adanya bahwa penyempitan vagina menjadi salah satu efek samping radiasi kanker serviks. Bahkan, tulang panggul pun bisa ikut melemah jika terapi tersebut dilakukan selama bertahun-tahun. 

Masih punya pertanyaan seputar pengobatan kanker dan risikonya? Jangan sungkan untuk bertanya kepada dokter kami lewat fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter. 

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar