Sukses

Tips Menasihati Teman Anak yang Jahil

Anak Anda punya teman yang sangat jahil? Pasti “gemas” melihatnya! Tapi bagaimana cara menegur anak jahil yang kerap mengganggu buah hati Anda?

Sebagai orangtua, Anda pasti kesal kalau melihat si kecil dijahili oleh temannya. Mau menegur, tapi tidak enak hati dengan ayah atau ibu si anak tersebut. Namun kalau didiamkan, kelakuan anak jahil makin menjadi!

Sebisa mungkin kita pasti akan menghindari konflik dengan sesama orangtua. Tapi, bagaimana harus bersikap bila anak terus menjadi sasaran temannya yang jahil? Cari tahu solusinya dari psikolog berikut ini.

 

1 dari 3 halaman

Penyebab Anak Jahil yang Mesti Orangtua Ketahui

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, mengungkapkan, "Sebenarnya anak jadi jahil biasanya karena kurang mendapatkan perhatian positif dari orangtua. Perhatian positif itu memeluk anak, memujinya, atau mengapresiasi yang ia lakukan."

Menurut Ikhsan, terkadang orangtua tidak menghargai tindakan anak. Ketika ia mulai jahil, ayah atau ibu justru baru memberikan bentuk perhatian, misalnya memarahi. Akhirnya, anak merasa ia akan mendapatkan perhatian bila menjahili orang lain.

Kondisi tersebut sebenarnya bisa menjadi dasar mengapa anak jahil kepada temannya. Nah, hal ini kerap tidak disadari oleh orangtua.

"Selain itu, ada keinginan si anak untuk mendominasi orang lain. Dengan menjahili, ia merasa bisa melakukan apa pun yang ia mau," tambah psikolog Ikhsan.

Anak-anak yang suka jahil dengan tujuan mendominasi memang merasa puas ketika temannya takut atau menangis. Mereka senang dengan sikap intimidatif yang dilakukan.

Artikel lainnya: Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Berperilaku Kasar

2 dari 3 halaman

Tips Menghentikan Perilaku Teman Anak yang Sangat Jahil

Bila anak terus dijahili oleh temannya, Anda perlu berdiskusi dengan pasangan mengenai cara mengatasinya. Hal ini penting agar si kecil tidak selalu menjadi korban dan kehidupan sosialnya terganggu.

Tak perlu bingung, berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan perilaku anak lain yang jahil:

1. Memberikan Saran kepada Orangtua si Anak Jahil

"Sarankan orangtua yang anaknya jahil untuk memberi perhatian positif yang cukup kepada anaknya. Tekankan bahwa anak harus diapresiasi," ujar psikolog Ikhsan.

Anda juga bisa memberikan masukan kepada orangtua anak jahil itu agar tidak selalu memarahi ketika anaknya melakukan kesalahan.

"Bila anak melakukan kesalahan atau perilaku yang kurang tepat, cukup nasihati dan beritahu dampaknya. Jangan langsung dimarahi," lanjutnya.

2. Beritahu Perilaku yang Mengganggu

Selain membicarakan kebiasaan jahil lewat orangtuanya, tidak ada salahnya Anda menegur si anak yang mengganggu tersebut secara langsung. Apalagi kalau bentuk kejahilannya sudah mengarah kepada kekerasan, janganlah diabaikan.

"Ajari anak itu untuk mengenali apa saja yang masuk dalam perilaku mengganggu orang lain, termasuk jahil," ungkap Ikhsan.

Tapi, hindari memberitahu anak tersebut sambil marah-marah atau dengan mimik muka kesal, misalnya melotot.

Artikel lainnya: Orang Tua Sering Berteriak pada Anak, Ini Efek Negatifnya

3. Ajak Melakukan Aktivitas Positif

Kalau anak sedang dijahili temannya misalnya saat main di rumah, coba alihkan dengan aktivitas yang lebih positif.

"Ajak anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas positif bersama teman-temannya. Jadi, mereka memahami bahwa untuk mendapatkan perhatian atau pengakuan tidak perlu sampai menjahili orang lain," tutur Ikhsan.

4. Ajarkan Tanggung Jawab

Bila teman anak berperilaku tidak sopan, perlu juga untuk ditegur dan diajarkan tanggung jawab. Hal ini penting agar ia tahu bahwa apa yang dilakukannya salah.

Misalnya, anak Anda dijahili temannya hingga mengalami sebuah kerugian, tegur saja dan ungkapkan ia harus bertanggung jawab. Tapi ingat, jangan dipukuli.

Selain itu, mengajarkan tanggung jawab kepada anak sendiri juga perlu. Jadi, teman-temannya melihat kalau melakukan hal yang salah pasti ada konsekuensinya.

Menyikapi teman anak yang jahil memang cukup tricky. Anda bisa bicarakan dari hati ke hati dengan orangtua anak tersebut dan coba terapkan langkah-langkah di atas.

Ketahui beragam informasi menarik lainnya seputar pola asuh anak dari psikolog hanya di KlikDokter!

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar