Sukses

Penyebab Anak Muntah Setelah Minum Susu, Berbahayakah?

Muntah setelah minum susu bisa terjadi pada si kecil. Apa saja penyebab anak muntah setelah minum susu? Yuk, simak di sini.

Muntah-muntah pada anak menjadi salah satu kondisi yang mengkhawatirkan. Pasalnya, muntah berlebihan bisa membuat anak mengalami dehidrasi.

Meski demikian, sebenarnya muntah umum dialami anak-anak apabila hanya terjadi sesekali dan tidak berkelanjutan. Namun, kalau muntah terus terjadi terutama setelah minum susu, Anda perlu waspada.

Ada beberapa penyebab anak muntah setelah minum susu yang perlu Anda pahami, yaitu:

1 dari 6 halaman

 1. Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan penyebab muntah yang sering terjadi pada anak-anak. Kondisi ini disebabkan oleh adanya infeksi pada saluran cerna.

Infeksi bisa diakibatkan oleh virus seperti rotavirus atau norovirus, maupun bakteri seperti E. coli dan salmonella.

Selain muntah, biasanya gastroenteritis juga disertai gejala diare, nyeri perut, dan demam.

Artikel Lainnya: 5 Penyebab Bayi Muntah yang Perlu Anda Tahu

2 dari 6 halaman

2. Refluks Asam Lambung

Tak hanya pada orang dewasa, refluks asam lambung juga bisa dialami bayi dan anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan adanya muntah setiap kali selesai minum susu atau makan.

Refluks dapat terjadi karena cincin katup yang berada di kerongkongan bayi belum sempurna.

Lalu, ukuran lambung yang masih kecil dan kapasitasnya terbatas juga sering membuat refluks muncul.

Biasanya, overfeeding menjadi penyebabnya. Oleh sebab itu, pastikan Anda memberikan porsi susu atau makanan yang sesuai dengan anak.

Perhatikan pula tanda si kecil kenyang. Jangan paksa untuk menghabiskan susu atau makanan apabila ia sudah menolak.

Refluks asam lambung terkesan sederhana. Namun, sebenarnya kondisi ini perlu mendapat perhatian orangtua.

Bila sampai menyebabkan kolik pada bayi, memengaruhi tumbuh kembang (berat badan tidak naik), hingga gangguan pernapasan (batuk lama, sesak napas), refluks asam lambung tak boleh disepelekan.

Artikel Lainnya: Apa Penyebab Bayi Muntah Setelah Minum ASI?

3 dari 6 halaman

3. Alergi Makanan

Tak hanya karena kondisi infeksi di saluran cerna, muntah juga bisa menjadi pertanda si kecil alergi terhadap sesuatu yang ia telan atau minum.

Beberapa makanan yang mungkin bisa menyebabkan anak alergi adalah telur, kacang-kacangan (kacang tanah, almond), produk laut (ikan laut, udang), dan susu sapi.

Namun, muntah bukan satu-satunya gejala alergi makanan. Umumnya, kondisi ini juga disertai ruam dan gatal pada kulit, gangguan pencernaan (seperti kembung), diare yang mungkin disertai darah, dan gangguan saluran pernapasan (batuk, mengi, dan kesulitan bernapas).

Apabila muntah disebabkan oleh alergi makanan atau susu, Anda bisa menghentikan pemberiannya kepada si kecil. Disarankan ganti jenis susu yang dikonsumsi.

Misalnya, bila anak alergi susu sapi, coba ganti dengan susu soya atau susu protein terhidrolisa parsial.

Pastikan susu mengandung nutrisi lengkap seperti AA, DHA, asam lemak esensial (AL, AAL), kolin, vitamin, mineral, dan triple bifidus untuk mengurangi gejala alergi.

Triple Bifidus terdiri dari longum BB536 (alergi di saluran pernapasan), breve M-16V (alergi kulit), dan infantis M-63 (alergi di saluran cerna).

Artikel Lainnya: Penyebab Anak Sering Muntah pada Malam Hari

4 dari 6 halaman

4. Adanya Obstruksi pada Saluran Cerna

Adanya sumbatan atau obstruksi pada saluran cerna menjadi salah satu penyebab anak-anak muntah. Kondisi ini memang jarang, namun sangat mungkin terjadi terutama pada bayi usia muda.

Stenosis pilorus kongenital merupakan kondisi penyempitan pada pilorus. Pilorus adalah penghubung lambung dan usus dua belas jari.

Penyempitan ini menyebabkan makanan atau minuman tidak dapat masuk ke usus dua belas jari. Akibatnya, si kecil muntah setiap diberikan susu.

Selain stenosis pilorus, yang paling sering terjadi pada anak-anak adalah intususepsi. Intususepsi adalah bentuk obstruksi usus yang menunjukkan adanya satu segmen usus yang masuk ke segmen usus lainnya.

Gejala awalnya yaitu anak tampak kesakitan dan sering muntah. Setelah itu, diikuti munculnya feses bercampur darah (currant jelly stool) hingga dehidrasi.

5 dari 6 halaman

5. Keracunan

Di usia anak yang sedang aktif-aktifnya, Anda perlu menaruh perhatian lebih. Pasalnya, anak-anak sering memasukkan segala sesuatu ke mulut tanpa peduli bahaya atau kebersihannya.

Menelan makanan basi atau terkontaminasi, obat-obatan, maupun zat kimia tertentu bisa menyebabkan si kecil muntah.

Artikel Lainnya: Kenali Penyebab Alergi Susu Sapi pada Anak

Penanganan muntah pada setiap anak sangatlah bervariasi. Bila dikarenakan infeksi saluran cerna, pengobatan disesuaikan dengan penyebabnya. Tindakan operasi bisa dilakukan apabila memang terbukti ada sumbatan di saluran cerna.

Lalu, pemberian antibiotik bisa dipertimbangkan kalau memang ada infeksi bakteri. Bila disebabkan oleh infeksi virus, umumnya kondisi ini akan membaik dengan sendirinya.

Jadi, yang diperlukan adalah menjaga kecukupan cairan tubuh anak agar tidak terjadi dehidrasi.

Masalah pada saluran cerna seperti sering muntah dan diare bisa menjadi penyebab gangguan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk mengetahui penyebab utama si kecil muntah.

Perhatikan asupan yang dikonsumsi dan jauhi penyebab alergi. Lalu, jaga kebersihan diri anak dan lingkungannya untuk mencegah muntah berulang.

Kalau si kecil muntah-muntah berlebih setiap kali makan dan minum hingga menyebabkan lemas atau sudah muncul tanda dehidrasi, sebaiknya segera bawa ke fasilitas kesehatan.

Konsultasi ke dokter spesialis anak mengenai keluhan muntah lebih cepat dengan LiveChat. Anda juga bisa beli produk susu lebih mudah lewat Belanja Sehat di Klikdokter!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar