Sukses

Rekomendasi Terbaru CDC Seputar Sekolah di Masa Pandemi

Wacana soal sekolah tatap muka pada Juli nanti mengemuka. Supaya siswa, guru, dan seluruh penghuni aman sekolah di masa pandemi, ini rekomendasi CDC.

Pemerintah mulai membuka wacana soal kemungkinan dibukanya sekolah tatap muka pada Juli mendatang. Hal ini masih menjadi pro-kontra, mengingat risiko penularan virus corona yang masih mengkhawatirkan.

Akan tetapi, Center for Disease Control and Prevention (CDC) memberikan rekomendasi bila pembelajaran tatap muka dilakukan. Apa saja rekomendasi sekolah di masa pandemi menurut lembaga kesehatan Amerika Serikat itu?

 

1 dari 3 halaman

Sekolah Tatap Muka Saat Pandemi, Ini Rekomendasi CDC

Berikut rekomendasi CDC terkait sekolah tatap muka di masa pandemi, seperti dikutip dari laman resminya:

1. Sekolah Perlu Memastikan Bahwa Murid dan Guru dan Sehat

Tindakan terpenting yang harus diambil oleh sekolah sebelum membuka kembali pembelajaran secara langsung adalah perencanaan dan persiapan yang matang. 

Sekolah harus memastikan bahwa siswa, guru, serta staf kondisinya sehat dan tidak memiliki satu atau lebih gejala COVID-19. Pastikan juga seluruh guru dan staf memahami pentingnya proteksi diri dari virus corona untuk menjalankan sekolah tatap muka.

2. Jangan Sampai Lalai dengan Protokol Kesehatan

Bila sekolah benar-benar dibuka, perlu memastikan semua yang berada di lingkungan sekolah mematuhi protokol kesehatan yang ada. Hal itu juga yang diungkapkan dr. Muhammad Iqbal Ramadhan.

“Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin tetap harus dilakukan di dalam lingkungan sekolah,” ucap dr. Iqbal

Kelalaian dalam menerapkan protokol kesehatan bisa menyebabkan risiko penyebaran virus corona di lingkungan sekolah semakin meningkat. Usahakan membawa masker cadangan selama sekolah tatap muka, ganti segera masker bila sudah basah, kotor, atau dipakai lebih dari 4 jam.

Artikel lainnya: Anak Lebih Nyaman Sekolah Online, Bisa Jadi Ini Alasannya!

3. Pembatasan Siswa yang Masuk Sekolah

Pembatasan siswa yang masuk bertujuan agar mengurangi risiko penularan virus corona di lingkungan sekolah. Pastikan sekolah sudah membuat penyesuaian jadwal yang tepat untuk pengajar dan para siswa. 

“Lebih tersistem masuk sekolahnya. Mungkin bisa diatur jam masuk, atau pembatasan ruang kelas, kalau bisa kapasitas satu ruangan diisi hanya setengahnya saja, jadi sirkulasi juga lebih terjaga,” ucap dr. Iqbal.    

4. Pengajar Harus Lebih Memproteksi Diri

Bila belajar secara tatap muka, guru disarankan untuk menggunakan sarung tangan dalam proses mengajar. Hal ini, menurut dr. Iqbal, untuk mengurangi kontak dengan paparan virus corona. 

CDC menyarankan agar guru dan murid menggunakan face shield atau pelindung wajah selama di sekolah. Namun ingat, face shield hanya penambah saja, proteksi terpenting dari virus corona adalah penggunaan masker.

Guru juga perlu mengurangi pembelajaran dengan interaksi antarmurid dalam proses belajar, untuk mencegah penularan virus corona melalui droplet.

Artikel lainnya: Warga Minta Pemerintah Undur Jadwal Sekolah saat Pandemi, Ini Kata IDAI!

2 dari 3 halaman

Kebersihan Lingkungan Sekolah Juga Harus Diperhatikan!

Selain hal-hal yang perlu dipersiapkan di atas, kebersihan sekolah juga penting dijaga agar penularan virus corona di sekolah tidak terjadi. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Penyemprotan Disinfektan

Penyemprotan desinfektan dilakukan oleh petugas kebersihan secara berkala saat mulai sekolah di masa pandemi. Tak ada salahnya juga bagi guru dan siswa untuk membawa hand sanitizer dan disinfektan sendiri untuk memastikan kebersihan benda yang akan disentuh.

“Penyemprotan disinfektan di sekolah perlu dilakukan secara berkala. Misalnya setiap satu atau dua jam sekali, bahkan lebih sering itu lebih baik,” ucap dr. Iqbal

2. Sekolah Perlu Memastikan Tersedia Ventilasi yang Baik

Risiko penularan virus corona bisa lebih meningkat dalam kondisi ruangan yang tertutup, apalagi bila menggunakan pendingin ruangan. Oleh sebab itu, sekolah perlu memastikan bahwa setiap kelas memiliki ventilasi udara yang baik.  

“Sebaiknya pintu, jendela sering dibuka atau bisa juga menjaga kelembapan udara di ruangan, ataupun jika memungkinkan lebih banyak aktivitas di luar,” ucap dr. Iqbal

Artikel Lainnya: Sekolah Online Bikin Anak Remaja Stres, Apa yang Harus Dilakukan?

3. Beri Jarak Antar-Murid di dalam Kelas

Ruang belajar harus ditata ulang, yakni diberikan jarak 1-2 meter antara satu murid dengan murid lainnya, begitu juga dengan guru. Selain itu, berikan semacam plastik penghalang atau atau semacam qubicle di setiap meja murid dan guru.

4. Hindari Penggunaan Benda Bersama

Perlunya kesadaran guru dan siswa untuk tidak saling bertukar dalam hal apa pun, baik itu benda, makanan, dan peralatan makan/minum, dengan orang lain.

Hindari meminjam atau meminjamkan alat tulis dengan teman lain. Usahakan mempunyai alat tulis lengkap saat sekolah di kala pandemi.

Jika memang harus menggunakan barang secara bergantian, guru dan murid perlu memastikan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakannya.

5. Pastikan Terdapat Tempat Cuci Tangan yang Bersih

Sekolah perlu menyediakan tempat cuci tangan di setiap sudut. Tujuannya agar siswa dan guru bisa mencuci tangan dengan mudah. Sekolah juga harus memastikan tempat cuci tangan bersih. Usahakan sesering mungkin membersihkan tempat cuci tangan dengan cairan desinfektan.

Rekomendasi dari CDC tersebut bisa jadi masukan bila rencana membuka sekolah di masa pandemi Juli mendatang jadi dilakukan.

Ikuti perkembangan informasi mengenai virus corona di Indonesia dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Bila punya pertanyaan lain Anda bisa menggunakan layanan Live Chat untuk konsultasi dengan dokter langsung.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar