Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penderita Autoimun Harus Hindari Hal Ini Saat Terkena COVID-19

Penderita Autoimun Harus Hindari Hal Ini Saat Terkena COVID-19

Penderita autoimun yang terkena COVID-19 disarankan untuk menghindari beberapa hal agar kondisinya cepat pulih. Apa saja yang harus dihindari?

Orang dengan penyakit autoimun dan didiagnosis COVID-19 memerlukan perawatan ekstra.

Sebab, virus corona dapat menyebabkan kondisi kesehatan maupun proses pengobatan orang autoimun menjadi lebih runyam.

Beberapa pasien khawatir, kondisi autoimun yang mereka miliki dapat meningkatkan risiko keparahan COVID-19.

Oleh karena itu, pasien autoimun yang terkena COVID-19 harus memerhatikan dua hal penting ini agar kondisinya tetap stabil dan cepat pulih!

 

1 dari 3 halaman

Dampak COVID-19 dan Penyakit Autoimun Terhadap Tubuh

Sebelum tahu hal apa yang harus dihindari saat terkena COVID-19, Anda perlu memahami dulu soal penyakit autoimun.

Orang dengan autoimun memiliki kondisi kekebalan tubuh yang berbeda. Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh bekerja melindungi sel dan organ dari zat asing seperti virus dan bakteri penyebab penyakit.

Sistem kekebalan tubuh orang sehat juga mampu membedakan antara zat asing dan sel-sel tubuh.

Namun, bagi yang menderita penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh mereka justru bekerja sebaliknya.

Sistem kekebalan tubuh penderita autoimun tak bisa membedakan mana zat asing dan mana sel tubuh sendiri. Karena keliru, sistem kekebalan jadi menyerang serta merusak sel dan jaringan tubuh.

Beberapa jenis penyakit autoimun yang umum ditemukan adalah rematik, psoriasis, lupus, dan diabetes tipe 1.

Artikel Lainnya: Ini Alasan Pasien Autoimun Belum Boleh Menerima Vaksin Corona!

Ketika pandemi, orang dengan autoimun mendapat perhatian khusus. Mereka diimbau untuk menjaga kesehatan secara maksimal agar jangan sampai tertular COVID-19.

Penularan menjadi semakin rentan akibat obat imunosupresan yang wajib dikonsumsi. Obat imunosupresan bekerja dengan melemahkan sistem tubuh agar tak menimbulkan gejala-gejala autoimun.

Efek kekebalan tubuh yang dilemahkan inilah yang bisa membuat penderita autoimun lebih rentan terserang COVID-19.

Apakah saat kondisi kesehatan akan semakin memburuk ketika terkena COVID-19? Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, seberapa parah kondisi pasien autoimun akibat terkena COVID-19 akan bergantung dari derajat keparahan penyakit.

“Tidak semua penderita penyakit autoimun yang terkena COVID-19 kondisinya jadi parah. Hal ini tergantung dari masing-masing kondisi pasien. Kalau penyakit autoimunnya sedang baik-baik saja, kemungkinan tidak akan berdampak berat dibanding dengan penderita autoimun yang sedang tidak stabil,” jelas dr. Iqbal.

Parah atau tidaknya gejala COVID-19 yang dialami pengidap autoimun juga perlu dilihat dari sejumlah tes yang dilakukan dokter di rumah sakit.

Artikel Lainnya: Hidup Sehat Meski dengan Penyakit Autoimun

2 dari 3 halaman

Penderita Autoimun Harus Hindari Hal Ini Saat Terkena COVID-19

Karena memiliki kondisi kesehatan yang berisiko, pasien autoimun yang terkena COVID-19 harus menghindari beberapa hal. Berikut adalah hal atau kondisi yang harus Anda hindari:

1. Sembarangan Berhenti Minum Obat

Dokter Iqbal mengatakan, “Saat pasien autoimun menderita COVID-19. biasanya harus dihentikan dulu pengobatan yang berhubungan dengan autoimunnya. Jadi lebih fokus kepada pemulihan COVID-19 sendiri,” kata dr. Iqbal.

Namun, memberhentikan pengobatan autoimun tidak boleh dilakukan sembarangan.

Mengingat penderita autoimun kerap mengonsumsi obat prednisone atau steroid dalam jangka waktu lama, bila berhenti begitu saja, tubuhnya dapat mengalami gejala ketergantungan.

Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter yang merawat penyakit Anda sangatlah diperlukan. Dokter dapat memberikan obat lain yang lebih aman, salah satunya untuk menetralkan antibodi terhadap virus baru.

Artikel Lainnya: Mau Pandemi Usai? Ketahui Pentingnya Gerakan 5M COVID-19

2. Stres Berlebihan

Tak dimungkiri, terinfeksi virus corona dapat membuat seseorang jadi stres, termasuk pasien autoimun.

Kendati begitu, pasien harus tetap menjaga tingkat stres agar tidak memuncak dan memperparah kondisi kesehatannya sendiri.

Stres dapat menyebabkan flare-up atau kekambuhan gejala penyakit autoimun. Pasien autoimun yang terinfeksi COVID-19 disarankan untuk melakukan aktivitas yang dapat menurunkan tingkat stres.

Demikian beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat pasien penyakit autoimun terkena COVID-19.

Untuk tahu perkembangan tentang COVID-19 lainnya, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

Jika ingin berkonsultasi secara langsung dengan dokter, Anda bisa memanfaatkan layanan LiveChat 24 jam.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar