Sukses

Mitos Seputar Vitamin C yang Tidak Perlu Dipercaya

Mitos tentang vitamin C banyak berseliweran di telinga masyarakat. Kebanyakan mitos tentang vitamin C tersebut tak benar dan harus diluruskan! Berikut mitos dan fakta vitamin C.

Salah satu vitamin yang sering diburu dan dikonsumsi masyarakat adalah vitamin C. Vitamin C kerap diagung-agungkan sebagai mikronutrien yang mampu menangkal berbagai macam penyakit, termasuk COVID-19 yang sedang menjadi pandemi.

Anggapan tersebut muncul karena vitamin C mengandung antioksidan yang bisa mencegah kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas sendiri adalah molekul penyebab penyakit dan dapat merusak sel serta jaringan di dalam tubuh.

Maka itu, tubuh membutuhkan antioksidan dalam jumlah cukup. Dan salah satu sumber antioksidan yang mudah ditemui dan dikonsumsi adalah vitamin C. Tak dimungkiri, akibat manfaat vitamin C yang begitu populer, mitos kesehatan tentang mikronutrien ini jadi banyak bermunculan.

Agar tak salah mendapatkan informasi, berikut mitos dan fakta tentang vitamin C yang perlu Anda tahu. Simak baik-baik, ya.

1 dari 6 halaman

1. Vitamin C Efektif Mengobati Flu

Anggapan vitamin C yang mujarab untuk mengatasi flu rasanya kurang tepat. Vitamin C bukanlah obat untuk menyembuhkan flu, melainkan bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh agar tak gampang terkena flu.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, vitamin C memiliki efektivitas untuk membantu meningkatkan imun tubuh. Ketika imunitas atau daya tahan tubuh maksimal, risiko tubuh tertular dari flu pun jadi menurun.

Tentunya, manfaat vitamin C di atas hanya bisa didapat jika diimbangi gaya hidup sehat seperti olahraga, menjaga pola makan sehat, dan istirahat cukup.

Artikel Lainnya: Mitos tentang Vitamin yang Tak Perlu Anda Percaya

2 dari 6 halaman

2. Vitamin C Mencegah COVID-19

Di masa pandemi seperti sekarang, kepopuleran vitamin C semakin melejit. Sayangnya, ada info yang harus ditambahkan serta diluruskan mengenai anggapan vitamin C untuk mencegah COVID-19. 

Seperti yang telah dijelaskan dr. Astrid, vitamin C memang terbukti meningkatkan sistem imun tubuh agar lebih maksimal melawan penyakit. Kendati begitu, mengonsumsi vitamin C saja tak lantas membuat Anda kebal dari COVID-19.

Pencegahan infeksi virus corona baru akan maksimal jika Anda makan makanan sehat, minum vitamin C, dan mematuhi aksi 5M berikut ini:

  • Memakai Masker
  • Mencuci Tangan
  • Menjaga Jarak
  • Menjauhi Kerumunan
  • Mengurangi Mobilitas
3 dari 6 halaman

3. Vitamin C Bisa Turunkan Berat Badan

Anggapan ini, menurut dr. Astrid, tak sepenuhnya salah atau benar. Perlu diketahui, vitamin C dibutuhkan tubuh untuk proses pembakaran lemak.

“Menurut studi, kadar vitamin C dalam tubuh berbanding terbalik dengan indeks massa tubuh. Orang dengan asupan vitamin C cukup dapat membakar lebih banyak lemak saat berolahraga. Jadi, vitamin C ini bisa membantu menurunkan berat badan. Tapi dengan catatan, di-combine dengan makan sehat dan olahraga teratur!” ujar dr. Astrid.

Artikel Lainnya: Wajah Putih dengan Suntik Vitamin C, Mitos atau Fakta?

 

4 dari 6 halaman

4. Jeruk Sumber Vitamin C Terbaik

Diwartakan dari Health, buah jeruk memiliki kandungan vitamin C yang baik. Akan tetapi, jeruk bukanlah satu-satunya sumber vitamin C yang menghadirkan manfaat kesehatan untuk tubuh.

Selain jeruk, ada paprika yang memiliki sumber vitamin C tinggi. Satu cangkir paprika mentah berwarna merah mengandung 200-300 miligram vitamin C! Bahkan, kandungan vitamin C juga bisa ditemukan di dalam makanan, seperti brokoli, kiwi, stroberi, pepaya, nanas, melon, dan kubis.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan vitamin C, jangan hanya terpaku pada satu sumber makanan saja. Anda bisa memvariasikan makanan bergizi seimbang lainnya agar manfaatnya kesehatannya maksimal.

Artikel Lainnya: Bisakah Cegah Kanker dengan Vitamin C dan E?

5 dari 6 halaman

5. Konsumsi Vitamin C Sebanyak-Banyaknya

Mitos! Ingat, apa pun yang berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan, termasuk soal mengonsumsi vitamin C.

Perlu diketahui, dosis vitamin C yang dibutuhkan orang dewasa adalah 90 milligram per hari. Vitamin C merupakan mikronutrien yang larut di dalam air dan tidak disimpan di dalam tubuh.

Jadi, saat tubuh sudah mendapatkan vitamin C dalam jumlah cukup, sisa atau kelebihannya akan dibuang melalui urine.

Kelebihan vitamin C bisa membuat organ hati bekerja keras. Dampaknya, bisa timbul masalah kesehatan lain yang merugikan kesehatan, salah satunya risiko batu ginjal.

Anda juga tidak dianjurkan minum suplemen vitamin C dalam dosis tinggi. Pasalnya, asupan vitamin C berlebihan bisa menimbulkan gangguan pencernaan, seperti diare, mual, muntah, dan mulas. Anda juga berisiko mengalami sakit kepala dan insomnia akibat mengonsumsi vitamin C kebanyakan.

Demikian mitos seputar vitamin C yang tidak perlu dipercaya. Jika ada pertanyaan seputar mitos dan fakta kesehatan lainnya, konsultasikan langsung dengan dokter via Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar