Sukses

Dampak Kesehatan Akibat Sering Makan Roti Tawar Putih

Roti tawar merupakan menu makanan paling simpel untuk sarapan. Namun, makan roti tawar terlalu banyak atau sering itu tidak baik, lho.

Roti tawar yang ditambah selai cokelat, meses, atau diberi telur dan kornet daging, merupakan menu sarapan yang umum dikonsumsi masyarakat. Selain praktis, menu makanan berbahan dasar roti tawar juga dapat membuat perut jadi kenyang. 

Akan tetapi, beberapa penelitian mengungkapkan bahaya kesehatan akibat sering konsumsi roti tawar. Apa saja dampak kesehatan yang dapat terjadi? Simak penjelasan dokter mengenai efek samping makan roti tawar putih terlalu banyak.

1 dari 4 halaman

Nutrisi Roti tawar

Sebelum membahas mengenai efek samping kesehatannya, kenali dulu proses pembuatan roti tawar putih dan nutrisinya.

Roti tawar putih dibuat dari adonan tepung olahan dan juga air. Ketika proses penggilingan biji gandum untuk menghasilkan tepung, dedak serta nutrisi bermanfaat lainnya akan terbuang.  

Pada akhirnya, yang tersisa dari tepung pembuat roti tawar hanya berupa endosperma, yakni bagian bertepung dari biji gandum. 

Dilansir dari Very Well, selembar roti tawar putih mengandung nutrisi sebagai berikut:

  • Kalori: 75 kalori 
  • Lemak: 1 gram 
  • Karbohidrat: 15 gram 
  • Serat: kurang dari 1 gram

Kandungan nutrisi dalam sepotong roti tawar putih umumnya dapat berbeda antara satu merek roti dengan yang lainnya.

Artikel Lainnya: Sering Makan Roti Tawar Bikin Gemuk?

2 dari 4 halaman

Kebanyakan dan Keseringan Makan Roti Tawar, Apa Bahayanya?

Dijelaskan oleh dr. Atika terlalu sering konsumsi roti tawar putih tidak selalu dikatakan berbahaya bagi kesehatan. Namun, ada beberapa faktor yang membuat roti tawar putih tidak baik dikonsumsi dalam jumlah banyak. Berikut hal yang harus Anda waspadai:

  1. Cepat Membuat Tubuh Lapar

Dilansir dari laman Harvard Health Publishing, roti tawar putih mengandung karbohidrat dalam jumlah tinggi Selain itu, makanan ini juga memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. 

“Karena roti tawar putih itu indeks glikemiknya tinggi, jadi setelah makan itu kenyangnya tidak terlalu lama,” kata dr. Atika. Selain membuat tubuh jadi cepat lapar, indeks glikemik tinggi juga dapat mendorong nafsu makan berlebih.

  1. Membuat Kadar Gula Darah Naik

Dokter Atika mengatakan, “Saat makan roti tawar, gula darah cepat meningkat, tapi cepat turun lagi. Jadi, rasa lapar akan cepat muncul juga.” 

Penting untuk diingat, kadar gula darah yang melonjak berisiko menyebabkan Anda terkena penyakit diabetes tipe 2.

Artikel Lainnya: Lebih Baik Roti Gandum atau Tawar untuk Penderita Mag?

  1. Menyebabkan Sembelit

Roti tawar putih mengandung serat rendah. Bila hanya mengandalkan konsumsi roti tawar sebagai makanan sehari-hari, tubuh Anda akan mengalami kekurangan serat. Dampaknya, sistem pencernaan bisa terganggu dan Anda bisa mengalami sembelit.

  1. Memicu Gejala Depresi

Menurut penelitian yang dilansir dari Science Alert, ada hubungan antara konsumsi roti tawar putih dengan gejala depresi pascamenopause. Indeks glikemik roti tawar putih yang tinggi diduga dapat memicu efek samping gejala depresi.

Lalu, gejala depresi diduga disebabkan karena adanya karbohidrat rafinasi di dalam roti tawar putih. Tetapi, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahui hubungan pasti antara roti tawar putih dan depresi. 

Artikel Lainnya: Jangan Makan Bagian Bersih dari Roti Berjamur, Ini Alasannya!

  1. Meningkatkan Berat Badan

Terlalu sering makan roti tawar dapat mengakibatkan asupan gula dalam tubuh dalam jumlah berlebih. Umumnya, gula akan digunakan oleh tubuh sebagai energi. 

Namun bila dikonsumsi berlebihan, gula akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Kebanyakan kandungan lemak di dalam tubuh bisa menambah berat tubuh. 

3 dari 4 halaman

Alternatif Roti Lain yang Lebih Sehat

Dokter Atika menyarankan Anda untuk makan roti gandum sebagai alternatif untuk menggantikan roti tawar putih. Sebab, roti gandum memiliki lebih banyak serat dan lebih sedikit kalori daripada roti tawar putih.

“Roti gandum juga memiliki indeks glikemiknya yang lebih rendah dibanding dengan roti tawar putih,” ucap dr. Atika

Perbedaan nutrisi antara roti tawar dan roti gandum ada di kandungan seratnya. 

Roti putih bias mengandung sekitar 1 gram serat, sedangkan roti gandum utuh mengandung sekitar 3 atau 4 gram serat makanan.

Itu dia tadi penjelasan mengenai terlalu sering konsumsi roti tawar putih, punya pertanyaan tentang penyakit lainnya. Anda bisa konsultasi dengan dokter melalui layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar