Sukses

Naik Motor setelah Kuret, Apakah Aman?

Ada pantangan pasca-kuret yang harus dipatuhi agar tak ada pendarahan dan dampak negatif lain, Apa naik motor setelah kuret salah satunya?

Setelah keguguran dan menjalani kuret, tentu ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Apabila tindakan kuret baru saja dilakukan tapi Anda langsung beraktivitas berat, dikhawatirkan akan terjadi hal buruk, misalnya saja pendarahan.

Lantas, bagaimana jika naik motor? Apakah ibu boleh naik motor setelah kuret? Itu bukan aktivitas berat, bukan? 

 

1 dari 4 halaman

Sekilas tentang Kuret

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya Anda ketahui dulu lebih dalam mengenai tindakan kuret pasca-keguguran. Kuret atau kuretase merupakan tindakan medis untuk mengangkat jaringan di rahim akibat keguguran atau karena ingin mendiagnosis penyakit rahim. 

Saat mengalami keguguran, tindakan yang diawali dengan pembukaan mulut rahim lalu dilanjutkan dengan pengikisan itu memang harus dilakukan. Tujuannya untuk mencegah infeksi dan pendarahan. 

Tak cuma saat keguguran sebenarnya, ketika ada plasenta yang tertinggal pasca-melahirkan atau ada polip, jaringan harus diangkat dengan metode kuret. Biasanya, pasien baru boleh pulang dari rumah sakit 1-2 hari usai tindakan dan dilanjut dengan rawat jalan. 

Sayangnya, ada beberapa orang yang tidak boleh menerima prosedur ini. Mereka adalah orang-orang yang punya masalah pembekuan darah, sedang minum obat pengencer darah, alergi obat yodium atau lateks, dan sedang hamil. 

Artikel Lainnya: Tips Aman Mengendarai Motor bagi Ibu Hamil

2 dari 4 halaman

Jadi, Bolehkah Naik Motor setelah Kuret?

Nah, menanggapi pertanyaan tersebut, begini penjelasan dr. Valda Garcia. Sebenarnya, tidak ada patokan pasti apakah seorang wanita boleh atau tidak naik motor setelah kuret. 

“Iya, tidak patokan pasti. Pasien bisa memantau sendiri, apakah pendarahannya sudah benar-benar berhenti atau belum? Kalau belum, maka jangan.” 

“Biasanya proses penyembuhannya itu berlangsung kurang lebih 1-2 minggu. Setelah itu, baru boleh beraktivitas normal, termasuk naik motor. Untuk lebih amannya lagi, bisa dikonsultasikan lebih lanjut kepada dokter kandungan yang menangani,” jelasnya.

Apabila tindakan kuret baru dilakukan dan Anda langsung naik motor, dikhawatirkan proses penyembuhannya akan semakin lama. Rasa tidak nyaman dan nyeri bisa muncul lagi. 

Pusing, sakit pinggang, mual, hingga pendarahan pun bisa terjadi. Usahakan untuk tidak naik motor dulu setelah kuret, begitu pula dengan aktivitas berisiko lainnya. Tunggu beberapa minggu sampai Anda benar-benar pulih, barulah Anda bisa beraktivitas seperti biasa. 

Beberapa wanita mungkin ada yang bisa sembuh dengan cepat. Bahkan, dua hari setelah kuret mereka sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Namun, kondisi tiap orang berbeda-beda. Bisa saja Anda termasuk orang yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, jadi tetap berhati-hati. 

Artikel Lainnya: Adakah Risiko Keguguran Bila Naik Ojek Saat Hamil Muda

3 dari 4 halaman

Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Kuret?

Setelah melakukan kuret, Anda disarankan untuk memakai pembalut untuk menampung darah yang kadang masih keluar. Keluarnya bercak darah pada vagina selama beberapa hari setelah kuret merupakan hal normal. 

Adapun beberapa pantangan setelah kuret selain naik motor yang harus Anda patuhi, antara lain:

  • Tidak perlu membersihkan vagina dengan sabun atau douche.
  • Hindari menggunakan tampon.
  • Hindari melakukan hubungan seks. Tunggu hingga leher rahim kembali normal, kurang lebih sekitar dua minggu. Dinding rahim rentan terinfeksi jika Anda berhubungan seks.
  • Hindari beraktivitas yang terlalu melelahkan, apalagi sampai mengangkat barang-barang berat.
  • Hindari mengonsumsi obat nyeri di luar resep dokter. Aspirin dan obat nyeri tertentu justru meningkatkan kemungkinan pendarahan. 

Apabila ada pendarahan hebat, bau busuk pada vagina, demam menggigil, nyeri perut yang parah, Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Jangan ditunda-tunda. 

Kini Anda sudah mengetahui boleh tidaknya naik motor setelah kuret. Bila masih ada pertanyaan seputar prosedur tersebut atau tindakan medis lainnya, konsultasikan hal itu pada dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar