Sukses

Pilihan Obat Sariawan yang Aman untuk Bayi

Bukan hanya orang dewasa, bayi juga bisa terkena sariawan lho Bunda! Teliti memilih obat sariawan untuk anak agar tetap aman bagi kesehatannya.

Sariawan dapat menyerang siapa saja, tidak hanya orang dewasa tetapi juga bayi. Bayangkan, orang dewasa yang sedang sariawan saja bisa uring-uringan karena perih dan tidak nyaman, bagaimana bayi?

Untuk itu, Anda perlu mengatasi sariawan pada bayi dengan cepat dan tepat. Tapi, bukan berarti bisa pakai sembarang obat meski terbukti ampuh untuk orang dewasa. Apa saja obat sariawan untuk bayi yang aman dan ampuh?

 

1 dari 3 halaman

Mengenal Sariawan pada Bayi

Seperti yang terjadi pada orang dewasa, sariawan akan membuat rasa tidak nyaman saat bayi ingin mengonsumsi makanan. Bila bayi sudah mulai rewel, tidak nafsu makan, dan sering mengeluarkan air liur, mungkin ia sedang mengalami sariawan.

Anda bisa memastikannya dengan memeriksa lidah, daerah sekitar mulut dan gusi bayi, bagian dalam pipi, dan langit-langit mulut bayi. Jika ditemukan bintik putih dan kemerahan, maka kemungkinan bayi sedang mengalami sariawan.

Penyebab sariawan pada bayi memang berasal dari banyak faktor. Misalnya, sariawan bisa karena infeksi jamur yang ditimbulkan dari botol minum bayi.  

Lalu, bisa juga sariawan muncul karena kurangnya asupan makanan dengan nutrisi tertentu, misalnya zat besi, zinc, vitamin B, dan vitamin D. 

Penyebab lainnya yaitu alergi terhadap makanan dan bayi tumbuh gigi lalu tak sengaja tergigit saat makan.

Artikel lainnya: Sariawan pada Bayi Akibat Kurang Nutrisi atau Penyakit?

2 dari 3 halaman

Obat Sariawan yang Tepat untuk Bayi

Jangan asal pilih obat sariawan untuk bayi, perhatikan kandungan yang terdapat di dalam obat yang akan digunakan.  

Dijelaskan oleh dr. Dyah Novita Anggraini, pemberian obat sariawan pada bayi berbeda-beda tergantung dari gejala yang ada. Berikut ini beberapa contohnya:

  • Bila muncul sariawan pada bayi akibat terinfeksi jamur, Anda bisa memberikan obat sariawan untuk antijamur.
  • ASI juga dapat mengobati sariawan yang terjadi pada bayi lho! Bila bayi terkena sariawan akibat infeksi atau trauma di area mulut, tetap berikan ASI seperti biasa supaya luka yang ada di mulut cepat sembuh.
  • Berikan obat parasetamol untuk mengurangi rasa nyeri akibat sariawan yang dialami bayi. 
  • Jika sariawan muncul akibat virus, maka bisa gunakan salep antivirus.
  • Menggunakan salep yang mengandung hyaluronic acid 0,2 persen yang fungsinya dapat menghidrasi area tersebut dan mempercepat proses penyembuhan.

Artikel lainnya: Sariawan pada Bayi Bisa Sembuh dengan ASI, Benarkah?

Untuk pemakaian berbagai obat di atas, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

“Cara yang benar memakaikan obat sariawan pada bayi adalah mengoleskan salep secara tipis pada sariawan. Pastikan mencuci tangan sebelum memakaikan salep pada sariawan,” ungkap dr. Dyah Novita.

Bagaimana dengan penggunaan obat kumur? Nah, bila bayi masih berusia di bawah 1 tahun, sebaiknya tidak menggunakan obat kumur sariawan. Karena, umumnya bayi di usia tersebut belum mengerti cara berkumur dengan baik.

“Anak di bawah umur 1 tahun belum dapat mengerti cara bekumur dengan baik, yang ada nantinya akan berisiko tertelan,” kata dr. Dyah Novita.

Bila gejala sariawan pada anak tidak kunjung membaik selama 1 atau 2 minggu, lalu dibarengi dengan demam dan pembesaran kelenjar getah bening, Anda perlu membawa anak untuk diperiksa lebih lanjut oleh dokter.

“Jadi, bila ditemukan benjolan di sekitar leher pada saat sariawan, perlu diperiksa oleh dokter,” kata dr. Dyah Novita.

Itu dia beberapa penyebab dan obat sariawan bayi yang bisa Anda gunakan. Ketahui penyebab sariawan agar pengobatan bisa lebih efektif. Konsultasikan keluhan kesehatan pada bayi dengan dokter spesialis anak melalui Live Chat di KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar