Sukses

Waspada, Virus Corona Bisa Picu Infeksi Jamur Hitam

Di India, kasus infeksi jamur hitam tengah jadi sorotan. Kasus ini diyakini melonjak karena pandemi virus corona. Lantas, apa hubungan keduanya?

India tengah digegerkan dengan meningkatnya kasus infeksi jamur mematikan, Mucormycosis. Diyakini, merebaknya laporan kasus baru akibat virus corona.

Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (16/12), dalam dua pekan terakhir, sudah lebih dari dua lusin kasus Mucormycosis dilaporkan di RS Sir Ganga Ram. Hal itu membuat dokter setempat mulai khawatir.

Mucormycosis diketahui bisa berakibat fatal bagi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Infeksi tersebut juga dapat menyebabkan hilangnya penglihatan.

“Empat dari mereka kehilangan nyawa karena penyakit itu menyebar ke otak mereka. Tiga pasien kehilangan penglihatannya,” kata seorang ahli bedah senior di rumah sakit tersebut, dr. Manish Munjal.

Lalu bagaimana hubungan antara infeksi jamur tersebut dengan COVID-19?

1 dari 4 halaman

Virus Corona Sebabkan Infeksi Jamur Hitam

Dr. Manish Munjal mengatakan, beberapa minggu setelah infeksi virus corona, sistem kekebalan tubuh melemah. Hal tersebut membuat pasien lebih rentan terkena infeksi, termasuk Mucormycosis.

Sementara itu, dr. Bulbul Gupta, spesialis telinga, hidung dan tenggorokan lainnya di Rumah Sakit Fortis Delhi, mengatakan dia baru-baru ini menerima lima kasus seperti itu. “Sebelum COVID-19, ini jarang terjadi,” dia mengaku.

Hal senada dikatakan oleh dr. Devia Irine Putri. Menurutnya, dampak virus corona pada dasarnya berhubungan dengan daya tahan tubuh seseorang.

Artikel lainnya: Banyak Manfaat, Jamur Cordyceps Militaris Berpotensi Tangkal Corona?

“Kalau daya tahan tubuh yang lemah, rentan mengalami infeksi sekunder atau infeksi lain (bisa dari bakteri atau dari jamur),” ujar dr. Devia.

“Jadi, akan sangat mungkin dalam kondisi lemah (imunnya tidak baik) terinfeksi jamur atau kuman lain,” sambungnya.

Di samping itu, nyatanya tidak hanya pengidap COVID-19 yang rentan terinfeksi jamur tersebut. ODHA, pasien kanker, dan kelompok orang yang punya daya tahan tubuh lemah juga lebih berisiko terkena infeksi jamur.

Menurut dr. Devia, penyebab infeksi jamur Mucormycosis antara lain karena menghirup spora atau lewat luka atau infeksi kulit yang terbuka.

2 dari 4 halaman

Apakah Infeksi Jamur Hitam Mucormycosis Sangat Berbahaya? 

Dokter Devia menjelaskan, memang infeksi bakteri Mucormycosis termasuk cepat. Infeksi dari jamur hitam ini bisa menyebar ke seluruh organ tubuh, termasuk otak dan paru-paru.

“Akan tetapi, dibandingkan infeksi jamur jenis lain, insiden Mucormycosis masih sangat jarang. Namun, sekalinya kena, bisa sangat berbahaya,” sebut dr. Devia. 

Lalu, apa saja komplikasi yang bisa ditimbulkan akibat infeksi jamur Mucormycosis? Menurut dr. Devia, berikut beberapa kemungkinan komplikasinya:

  • Menginfeksi otak. Biasanya pasien mengalami kejang, penurunan kesadaran hingga koma
  • Infeksi ke paru yang lebih berat hingga menyebabkan batuk darah
  • Perdarahan saluran cerna

Mengingat komplikasi infeksi Mucormycosis tak main-main, jangan tunggu berlama-lama bila terinfeksi. Segeralah minta bantuan dokter agar lekas diobati.

Artikel lainnya: Ruam Seperti Gigitan Serangga Bisa Jadi Gejala Baru Virus Corona

3 dari 4 halaman

Bagaimana Cara Mengatasi Infeksi Jamur Akibat Corona? 

Dokter Devia mengatakan, jika terbukti terinfeksi jamur Mucormycosis, maka Anda diberikan obat antijamur.

“Antijamur itu banyak. Penyebab infeksi jamur itu juga banyak. Jadi disesuaikan jenis jamur dan obatnya yang sensitif apa,” tutur dr. Devia. 

Sementara itu, menurut CDC, Mucormycosis adalah infeksi serius dan perlu diobati dengan obat antijamur beresep, biasanya dengan amfoterisin B, posaconazole, atau isavuconazole. 

Di samping itu, sering kali, Mucormycosis membutuhkan pembedahan untuk memotong jaringan yang terinfeksi. Tindakan medis yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Itu sebabnya, jaga tubuh Anda dari paparan virus corona. Pakailah masker, cuci tangan, dan hindari berada di kerumunan. Yuk, cari tahu informasi terbaru seputar virus corona dan vaksinasinya dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar