Sukses

Mengenal Ryziphobia, Rasa Takut Berlebih Terhadap Nasi

Beda dengan kebanyakan orang, Anda justru tak berselera bahkan merasa takut dengan nasi. Waspada, kondisi tersebut dapat jadi tanda ryziphobia. Kenali tandanya!

Nasi putih adalah makanan pokok orang Indonesia. Saking gemarnya dengan sumber karbohidrat yang satu ini, sebagian penduduk tanah air tidak segan menyantap segala sesuatu yang dianggap nikmat menggunakan nasi. 

Kendati demikian, ada juga beberapa orang yang sama sekali enggan makan nasi. Orang-orang ini bahkan merasa sangat takut untuk melihat nasi. 

Mereka adalah orang yang phobia nasi alias ryziphobia. Tidak ada nasi justru jadi hal yang paling membahagiakan buat mereka.

1 dari 4 halaman

Penyebab Takut Makan Nasi atau Ryziphobia

Fobia adalah ketakutan yang dirasakan secara tidak rasional. Gejalanya pun bukan sekadar bergidik ngeri. 

Orang dengan ryziphobia bisa sampai panik, histeris, bahkan terparahnya sesak napas saat berhadapan dengan nasi. 

Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog., menyebut fobia nasi paling sering muncul pada orang-orang yang sedari awal punya gangguan makan. 

“Jadi, bisa saja awal mulanya adalah ketakutan kalau makan nasi bisa menyebabkan badannya jadi gemuk,” jelas Ikhsan.

“Selain itu, fobia nasi juga bisa disebabkan oleh pengalaman traumatis terkait nasi,” sambungnya.

Ryziphobia itu sendiri sebenarnya masih berhubungan dengan cibophobia, yaitu ketakutan akan makanan secara keseluruhan. 

Artikel Lainnya: Thalassophobia, Fobia Laut yang Perlu Anda Tahu

Mereka yang mengalami cibophobia sering mengendus makanan sebelum disantap dan sangat-sangat peduli dengan tanggal kedaluwarsa. Jika tanggalnya sudah mendekati kedaluwarsa, mereka enggan menyantapnya. 

Seiring berjalannya waktu, fobia makanan akan memburuk dan semakin obsesif. Bukan tak mungkin, hal itu sampai bisa memengaruhi kondisi kesehatan orang tersebut, misalnya saja terlalu kurus, badan lemas, dan kurang gizi. 

Kesehatan mental orang-orang cibophobia juga bisa ikut mendapat pengaruh buruk. Penderitanya mungkin akan punya sifat yang sangat sensitif alias mudah tersinggung, sehingga hubungannya dengan orang menjadi tidak baik. 

Artikel Lainnya: Takut Ketemu Dokter? Bisa Jadi Anda Mengidap Iatrophobia

2 dari 4 halaman

Apakah Hanya Anak-Anak yang Fobia Nasi?

Orang yang mengalami ryziphobia bukan cuma anak-anak, lho. Karena pada dasarnya, fobia juga bisa terjadi di usia remaja atau dewasa. 

Satu hal yang perlu diingat, fobia nasi tidak sama dengan tidak doyan nasi. Berdasarkan Ikhsan, orang yang tidak doyan nasi hanya merasa tak berselera saat dihadapkan dengan sajian tersebut. 

“Tapi (orang yang tidak doyan nasi), dia tidak akan menunjukkan gejala fisik. Dia hanya menolak (nasi) dan mencari makanan lain,” kata Ikhsan. 

Lain halnya dengan orang yang fobia nasi alias ryziphobia. Dalam orang dengan kondisi ini, ia akan menunjukkan gejala fisik saat berhadapan dengan nasi.

“Orang (ryziphobia) bisa langsung mual saat melihat dan mengirup aroma nasi. Jantungnya akan berdegup kencang dan gemetaran. Orang tersebut juga tak bisa langsung mencari makanan lain, karena kondisi tubuhnya masih tak enak,” jelas Ikhsan. 

Artikel Lainnya: Apa Bedanya Fobia dengan Takut?

3 dari 4 halaman

Adakah Cara Mengatasi Ryziphobia?

Rasa takut yang tak masuk akal terhadap nasi masih bisa disembuhkan. Kata Ikhsan, fobia ini akan selesai jika penderitanya mendapatkan penanganan yang tepat dari psikolog. 

“Entah itu terapi eksposur ataupun cognitive behavioural therapy (CBT),” ucap Ikhsan.

Terapi eksposur adalah metode untuk memaparkan atau menghadapi faktor ketakutan tersebut secara perlahan dan terkendali. 

Sedangkan CBT atau terapi kognitif bertujuan untuk mengubah cara berpikir, sehingga perilaku pun ikut terpengaruh ke arah yang diinginkan.

Ketika penderitanya adalah anak-anak, kecil kemungkinannya bahwa ketakutan tersebut akan hilang ketika dewasa. 

“Apalagi jika orang tersebut tinggal di negara yang makanan pokoknya adalah nasi, pasti kesehariannya bakal sulit. Karena itu, dibutuhkan terapi yang tepat,” saran Ikhsan. 

Ternyata, ada juga orang yang takut makan nasi, ya. Jika Anda menemukan orang yang seperti itu, sebaiknya jangan diledek. 

Lebih baik motivasi dirinya agar mau berobat ke psikolog sehingga keluhan yang dialami bisa segera teratasi.

Jika Anda punya pertanyaan seputar ketakutan yang tidak rasional atau topik kesehatan mental lainnya, tak perlu ragu untuk berkonsultasi kepada psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar