Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Komisi PBB Anggap Ganja Tak Berbahaya, Ini Manfaat Medisnya

Komisi PBB Anggap Ganja Tak Berbahaya, Ini Manfaat Medisnya

PBB mengeluarkan ganja dari golongan narkotika berbahaya. Sebenarnya, apa manfaat tumbuhan ini bagi kesehatan?

Sudah puluhan tahun Indonesia melarang penggunaan ganja untuk maksud apa pun. Tanaman bernama ilmiah Cannabis sativa itu dianggap hanya membawa dampak buruk, seperti mengganggu kinerja otak.

Jauh sebelum itu, ganja bagi masyarakat Nusantara diketahui dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya, untuk pengobatan, ritual, bahkan bumbu masakan.

Masyarakat yang dulunya kerap memanfaatkan ganja adalah orang-orang Aceh. Setelah dilarang pemerintah, penggunaan ganja perlahan memudar.

Namun, belakangan ini gaung untuk melegalkan ganja kembali terdengar. Sebab, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru saja mengeluarkan ganja dari klasifikasi narkotika berbahaya. 

Dalam dunia medis, ganja memang memiliki berbagai manfaat. Simak ulasannya!

1 dari 4 halaman

Ganja Tidak Lagi Dikategorikan sebagai Narkotika Berbahaya

Komisi PBB untuk Narkotika (CND) menghapuskan ganja dari kelompok narkotika berbahaya, Rabu (2/12). Sebelumnya, ganja masuk kategori berbahaya bersama obat-obat lainnya, seperti heroin.

Dari 53 negara anggota CND, diketahui 27 suara mendukung dihapuskannya ganja dari kategori narkotika berbahaya. Sementara, 25 lainnya menentang dan satu anggota abstain.

Dengan keputusan tersebut, dianggap telah membuka pintu untuk lebih mengenali potensi pengobatan dan terapi dari ganja yang sebelumnya ilegal melalui berbagai penelitian.

Di samping itu, ketetapan CND juga menjadi “batu loncatan” bagi negara-negara untuk melegalkan ganja.

Artikel Lainnya: Kenali Efek Buruk Ganja pada Tubuh dan Otak

Terlepas dari keputusan CND, nyatanya dorongan untuk melegalkan ganja memang terus mengalir.

Menanggapi hal tersebut, dr. Dejandra Rasnaya berpendapat, akan dilegalkan atau tidaknya ganja di Indonesia saat ini sepenuhnya masih bergantung kepada pemerintah.

“Masih tergantung pemangku kekuasaan. Karena, walau begitu, di negara lain pun belum tentu mau melegalkan ganja meskipun untuk obat,” terang dr. Dejandra.

“Hal tersebut dipengaruhi oleh angka penyalahgunaan atau penggunaan berlebih dan tidak sesuai yang masih tinggi,” ia menambahkan.

Artikel Lainnya: Berapa Lama Efek Ganja Bertahan dalam Tubuh?

2 dari 4 halaman

Manfaat Ganja dalam Dunia Medis

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, penggunaan ganja untuk medis dan dalam dosis tertentu memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, di antaranya:

1. Mengurangi Nyeri

Ganja biasanya digunakan sebagai penghilang nyeri yang kronis. Misalnya, nyeri saraf atau penyakit multiple sclerosis (gangguan saraf otak dan tulang belakang).

2. Mencegah Kejang akibat Epilepsi

Dalam beberapa penelitian, ganja dapat mengontrol kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.

3. Mencegah Glaukoma

Ganja dianggap dapat mencegah dan mengatasi glaukoma. Glaukoma itu sendiri merupakan penyakit yang membuat tekanan pada bola mata meningkat. Kondisi ini bisa merusak saraf penglihatan sampai terjadi kebutaan.

Nah, untuk mengurangi tekanan pada bola mata pada penderita glaukoma, ganja dapat secara efektif menurunkan intraocular pressure (IOP),” terang dr. Iqbal.

Artikel Lainnya: Menelisik CBD Oil dan Manfaatnya untuk Kesehatan

4. Melawan Mual dan Muntah

Ganja diketahui juga bisa melawan mual dan muntah akibat efek samping kemoterapi pada penderita kanker.

5. Memperlambat Perburukan Alzheimer

Dalam proses terjadinya Alzheimer, ada beberapa enzim yang terbentuk atau enzim pembuat plak di otak. 

“Ganja dianggap menghalangi terbentuknya plak tersebut, sehingga tidak sampai ada perburukan dari penyakit Alzheimer,” jelas dr. Iqbal.

Artikel Lainnya: Benarkah Pengguna Ganja Bisa Terkena Skizofrenia?

3 dari 4 halaman

Risiko Penyalahgunaan Ganja

Dokter Iqbal mengatakan, efek samping penyalahgunaan ganja yang paling pertama berkaitan dengan kondisi otak dan psikis.

“Dapat menyebabkan berbagai gejala yaitu halusinasi, delusi, atau waham. Sebagai contoh, disorientasi atau orang linglung. Hal ini terjadi karena reseptor yang dimiliki dari THC (senyawa psikoaktif) ganja bekerja terlalu aktif,” papar dr. Iqbal.

Di samping itu, penyalahgunaan ganja bisa menyebabkan detak jantung dan tekanan darah menjadi tinggi. Maka dari itu, akan mudah membuat seseorang terkena serangan jantung.

“Lalu, bisa ada efek pada paru-paru yang menyebabkan batuk akibat produksi dahak yang meningkat. Jadi, mudah terjadi risiko infeksi paru. Dahak tadi mungkin juga menyebabkan batuk berkepanjangan,” pungkas dr. Iqbal. 

Jadi, sangat tidak disarankan untuk menggunakan ganja secara sembarangan dan tanpa pengawasan medis. Risiko kesehatan dari penyalahgunaan ganja akan mengintai Anda.

Bila ingin konsultasi ke dokter seputar ganja atau zat berisiko lainnya, pakai LiveChat dari Klikdokter. Ikuti terus update terbaru seputar kesehatan hanya di Klikdokter!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar