Sukses

Cara Anak Menghadapi Ibu dengan Gangguan Narsistik

Sulit memang kalau punya ibu yang narsistik. Kalau sudah begini, bagaimana anak harus bertindak hadapi ibu dengan sifat seperti itu?

Sifat seperti apa yang bisa termasuk gangguan narsistik? Biasanya, banyak orang mengenali hal ini dari sifat sangat ingin dikagumi yang ada pada seseorang. Bagaimana bila ibu Anda sendiri yang mengalaminya?

Hal tersebut pasti menimbulkan dampak tersendiri bagi anak-anaknya. Sebenarnya, apa yang jadi faktor penyebab ibu narsistik dan bagaimana cara anak menghadapinya?

1 dari 3 halaman

Tanda dan Penyebab Ibu Narsistik

Pada dasarnya, gangguan narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah gangguan kepribadian psikologis yang ditandai dengan berbagai ciri berikut ini:

  • Menganggap diri lebih penting
  • Mencari kekaguman dari orang lain
  • Percaya bahwa ia berada di atas orang lain
  • Kurang empati
  • Mengeksploitasi anak-anaknya
  • Merendahkan orang lain
  • Mengalami hipersensitivitas terhadap kritik
  • Percaya bahwa ia pantas mendapatkan perlakuan khusus
  • Sangat naif terhadap kerusakan yang ditimbulkannya

Pada seorang ibu yang narsistik, mungkin ia akan menggunakan anak-anaknya untuk mencapai tujuan dan keinginannya sendiri. Sang ibu pun dapat mengorbankan keinginan anak. 

Artikel Lainnya: Cara Menghadapi Orang Narsis

Misalnya, seorang ibu yang narsistik mungkin menyuruh anaknya untuk membantu merapikan tasnya karena mengeluh lelah bekerja. Namun, ia tidak peduli kepada keadaan anak saat itu atau menanyakan bagaimana kegiatannya di sekolah. 

Akibatnya, anak-anak dari ibu narsistik bisa tumbuh dengan perasaan bingung, tidak dihargai, rendah diri, dan tidak dicintai.

Apa yang menyebabkan sifat ibu yang seperti itu? Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, gangguan narsistik pada ibu biasanya terbentuk akibat pengalaman masa lalu.

"Bisa jadi karena pada saat kecil, ibu tersebut dimanjakan dan selalu jadi bintang di keluarga maupun lingkungannya," ungkap psikolog Ikhsan.

Lalu, Ikhsan juga mengatakan anak-anak yang sejak kecil tidak mendapatkan perhatian atau diabaikan juga bisa menyebabkan gangguan narsistik saat dewasa. 

"Jadi, pola asuh orang tua yang tidak baik di masa lalu bisa juga jadi penyebab anak jadi narsistik ketika dewasa," jelas Ikhsan.

Artikel lainnya: 3 Tipe Gangguan Kepribadian Narsistik yang Perlu Anda Tahu

2 dari 3 halaman

Cara Menghadapi Ibu Narsistik

Agar tidak terpengaruh dengan gangguan narsistik dan hubungan ibu-anak tetap erat, Anda perlu mengetahui cara-cara menghadapi ibu yang narsistik.

  1. Pahami Ibumu

Menurut Ikhsan, penting untuk memahami apa yang jadi penyebab ibu Anda punya sifat narsistik. Dengan mengetahui latar belakangnya, Anda bisa lebih mudah dan objektif dalam memahami dan menyikapi tindakan sang ibu.

  1. Kenali Emosi yang Ditunjukkan

"Kenali juga emosi-emosi yang ibu tampilkan. Dalam keluarga, yang bisa dilakukan adalah menerima dan memahami emosi serta perilaku yang ia tunjukkan," ungkap Ikhsan Bella.

  1. Berbelas Kasihlah

Tetap berikan kasih sayang Anda yang tulus kepada ibu. Meski terkadang perlakuan narsistiknya dirasa sangat mengganggu dan sulit diterima, namun ibu tetap membutuhkan kasih sayang dan empati dari Anda.

Artikel lainnya: Suka Nonton Film Porno Bisa Jadi Tanda Gangguan Narsistik

  1. Terima Keadaan

Cobalah untuk menerima bahwa gangguan narsistik yang dialami ibu bukanlah kesalahan Anda dan memang sulit untuk diubah. 

Tanamkan pada diri, kata-kata dan tindakan narsistik yang dilakukan ibu berasal dari kepribadiannya yang bermasalah, bukan dari diri ibu yang sebenarnya. Cobalah untuk tidak memandang ibu sebagai sosok yang jahat atau negatif.

  1. Ajak Ibu Konsultasi kepada Ahlinya

"Selain itu, keluarga juga bisa memberikan dukungan kepada ibu yang narsistik agar mau mengikuti treatment dengan psikolog agar akar masalahnya dapat diselesaikan," pungkas Ikhsan.

Bila Anda memiliki ibu narsistik, jangan menyerah. Sayangi dan bantu ibu agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Konsultasikan masalah psikologis kepada psikolog dengan lebih mudah lewat Live Chat dari KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar