Sukses

Humor Mampu Redakan Stres akibat Pandemi COVID-19

Menyimak hal-hal lucu dianggap sebagai “obat” termurah dan termudah untuk mengatasi stres akibat pandemi COVID-19. Simak di sini!

Sejak dunia terserang wabah COVID-19, kehidupan berubah total. Tak cuma kesehatan, semua aspek turut tumbang.

Hal itu tentunya makin berat bagi orang yang terinfeksi. Kalau pun tak terinfeksi, hal lain yang bikin stres adalah kehilangan pekerjaan dan orang yang disayangi akibat penyakit tersebut. Ya, tekanan pandemi memang tak main-main!

Ada kalanya kita tak bisa berbuat apa-apa lagi selain berusaha ikhlas dan berdamai dengan keadaan. Kalau tidak begitu, bukan virus corona yang bisa membunuh Anda, melainkan si stres itu sendiri!

Nah, salah satu cara “bertahan hidup” di situasi yang sulit seperti sekarang adalah menyaksikan hal-hal lucu alias humor. Sepele memang, tapi memang ampuh, lho!

1 dari 3 halaman

Kata Psikolog soal Humor untuk Atasi Stres saat Pandemi

Anggapan bahwa humor bisa mengatasi stres selama wabah COVID-19 pun disetujui oleh Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog.

“Iya betul, karena saat menyaksikan humor yang relate dan cocok dengan kita, kita jadi tertawa. Saat kita tertawa, ada hormon dopamin yang terproduksi, sehingga mampu memberikan rasa senang sekaligus tenang,” jelas Psikolog Ikhsan.

“Makanya banyak orang yang cari hal-hal lucu saat mereka stres. Tujuannya buat menurunkan ketegangan yang mereka rasakan,” sambungnya.

Ia menambahkan, “Lagipula, saat kita senang dan merasa tenang, imunitas tubuh jadi meningkat.

Saat pandemi COVID-19 ini, kita butuh sekali daya tahan tubuh yang kuat. Jadi, selain menerapkan protokol kesehatan, humor juga bisa membantu Anda.”

Artikel Lainnya: Agar Tidak Stres, Lima Cara Ini Bisa Jadi Penolong Karantina di Rumah

Bila terinfeksi virus corona dan mesti isolasi mandiri, tentunya kita merasa bosan. Rasa bosan dan terlarut dalam kesedihan tak membantu proses penyembuhan.

Karena itulah, bila kondisinya memungkinkan, pasien bisa menyaksikan tontonan lucu, baca komik, atau mendengar podcast kocak di ponselnya.

Melakukan video call dengan sahabat yang benar-benar nyambung dengan kita sambil sharing pengalaman biasanya juga akan mengundang banyak tawa.

Hal ini tentunya bikin happy karena interaksi dilakukan dua arah. Perasaan positif yang timbul akan membantu mempercepat proses penyembuhan.

Pasalnya, dilansir dari Mayo Clinic, pikiran positif dapat melepaskan neuropeptida yang membantu melawan stres dan mencegah penyakit semakin parah. Bonusnya lagi, bisa meredakan nyeri dan meningkatkan mood juga.

Humor sebenarnya tak cuma berlaku untuk meredakan stres saat pandemi saja. Untuk segala hal berat apa pun, menyaksikan, membaca, dan mendengar humor bisa dijadikan terapi andalan untuk meringankan beban pikiran kita.

Artikel Lainnya: Awas, Pandemi COVID-19 Bisa Picu Gangguan PTSD!

2 dari 3 halaman

Hati-hati, Humor yang Tak Tepat Justru Merugikan!

Di balik semua manfaat humor, Profesor Psikologi di University of Texas, AS, bernama Art Markman, Ph.D, mengingatkan Anda untuk tetap berhati-hati pada penggunaan lelucon.

Dilansir dari Psychology Today, humor itu sendiri memiliki dua manfaat. “Pertama, lelucon yang bisa memberikan dukungan sosial orang dan membantu orang untuk merasa lebih baik di masa-masa sulit. Kedua, penggunaan bentuk humor yang positif dapat membantu orang untuk memikirkan situasi stres dengan cara baru,” jelas Markman.

Kendati begitu, penggunaan humor yang negatif, dalam hal ini menjadikan kondisi penderitaan orang lain sebagai bahan bercandaan, justru menurunkan dukungan sosial.

“Pada akhirnya, lelucon ini dapat menyebabkan tingkat stres yang lebih tinggi,” tambahnya.

Kadang, karena kebanyakan bercanda kita juga jadi sering tak bisa membedakan kapan harus serius dan kapan harus membuat lelucon.

Artikel Lainnya: Petugas Medis Rentan Trauma Psikologis Pasca Penanganan Virus Corona!

Psikolog Ikhsan mengatakan, “Karena itulah, penting untuk memiliki kecerdasan emosional juga. Ketika kita punya kecerdasan emosi yang baik, kita jadi tahu pada situasi apa seseorang bisa bercanda dan tidak.”

“Humornya itu sendiri sebenarnya sifatnya positif. Tapi, ada aspek lain dari si individu yang bisa membuat humor menjadi negatif.”

Jadi, bijaklah bila ingin menggunakan humor sebagai “obat” stres!

Hal-hal lucu memang terbukti mampu menjadi pelepas stres di masa pandemi COVID-19. Maka dari itu, konten humor bisa dijadikan “makanan” sehari-hari saat senggang.

Namun, Anda sendiri harus tahu kapan waktu yang tepat untuk menertawakan sesuatu dan kapan waktu untuk menanggapi masalah dengan serius sehingga hal itu tak jadi bumerang!

Ingin tanya seputar COVID-19 ataupun kesehatan mental? Yuk langsung konsultasikan kepada dokter dan psikolog lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar