Sukses

Manfaat Yoghurt untuk Penderita Hipertensi

Yoghurt dikenal sebagai salah satu produk susu terbaik. Benarkah produk fermentasi ini bisa bantu menurunkan tekanan darah tinggi?

Yoghurt adalah produk fermentasi yang sarat dengan manfaat. Tidak hanya untuk saluran pencernaan, yoghurt juga dituding dapat bantu mengendalikan tekanan darah khususnya pada penderita hipertensi.

Tidak dimungkiri, penderita hipertensi memang mesti mengendalikan tekanan darahnya agar tidak melulu tinggi guna mencegah risiko komplikasi. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, yaitu menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat.

Lantas, bagaimana dengan konsumsi yoghurt untuk hipertensi? Apakah produk fermentasi susu ini bisa bantu menjaga kestabilan tekanan darah?

Artikel Lainnya: Khasiat Yoghurt untuk Turunkan Kolesterol, Ini Faktanya

1 dari 4 halaman

Kandungan Gizi pada Yoghurt

Yoghurt mengandung bakteri baik yang berfungsi sebagai probiotik. Adanya kandungan tersebut membuat yoghurt dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan di atas susu biasa.

Dalam 100 gram yoghurt tanpa rasa (plain), kandungan gizi yang ada di dalamnya adalah sebagai berikut:

  • Kalori 61
  • Air 88 persen
  • Protein 3,5 gram
  • Karbohidrat 4,7 gram
  • Gula 4,7 gram
  • Lemak 3,3 gram

Selain yang telah disebutkan, yoghurt konvensional yang terbuat dari susu murni juga memiliki kandungan vitamin B12, kalsium, fosfor, dan Riboflavin.

Kandungan gizi yang ada di yoghurt bisa berbeda-beda, tergantung jenis bakteri baik yang digunakan dalam proses fermentasinya.

Artikel Lainnya: Yoghurt Kelapa dan Yoghurt Biasa, Mana yang Lebih Sehat?

2 dari 4 halaman

Yoghurt untuk Hipertensi, Benarkah Bermanfaat?

Menurut dr. Adeline Jaclyn, kandungan kalium tinggi dalam produk susu seperti yoghurt bisa bantu menurunkan tekanan darah dengan merelaksasi otot polos dan melebarkan pembuluh darah.

"Proses fermentasi yoghurt terbentuk isoleucine-proline-proline (IPP) dan valine-proline-proline (VPP). Kedua senyawa tersebut menunjukkan adanya efek antihipertensi dengan menghambat angiotensin-converting enzyme (ACE)," jelas dr. Adeline.

Pendapat dr. Adeline menguatkan penelitian berjudul "Long-Term Yogurt Consumption and Risk of Incident Hypertension in Adults". 

Dalam penelitian tersebut, peserta yang mengonsumsi yoghurt sebanyak 5 porsi dalam seminggu memiliki risiko hipertensi yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang hanya mengonsumsinya 1 porsi dalam sebulan.

Manfaat yoghurt untuk hipertensi bisa dirasakan dengan lebih optimal apabila dikombinasikan dengan kontrol indeks massa tubuh (IMT). Seperti diketahui, berat badan berlebih berhubungan erat dengan tekanan darah tinggi.

Artikel Lainnya: Lebih Sehat dan Semangat dengan Minum Yoghurt

3 dari 4 halaman

Cara Konsumsi Yoghurt untuk Hipertensi Agar Aman dan Bermanfaat

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, jika Anda ingin mendapatkan manfaat yoghurt untuk hipertensi. Berdasarkan dr. Adeline, yoghurt yang terbaik untuk kesehatan adalah yang tidak memiliki tambahan gula. 

"Pilih juga yang mengandung probiotik. Ikuti ukuran porsi yang disarankan," saran dr. Adeline.

Salah satu jenis yoghurt yang terkenal adalah Greek Yoghurt. Ini adalah produk susu padat gizi yang mengandung mineral penting untuk bantu mengatur tekanan darah. 

Namun, jika Anda punya alergi terhadap produk susu, sebaiknya hindari konsumsi yoghurt sebelum berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter. Sejatinya, yoghurt adalah produk olahan susu. Jika Anda punya alergi susu, mengonsumsi yoghurt malah bisa merugikan.

Kini Anda sudah tahu manfaat yoghurt untuk menurunkan darah tinggi, bukan? Jadi, tak perlu sungkan jika ingin mengonsumsinya secara rutin dan teratur. Jangan lupa kombinasikan dengan penerapan gaya hidup dan pola makan sehat, agar manfaatnya dirasakan lebih optimal.

Jika menemukan kendala atau ingin tahu lebih detail mengenai yoghurt untuk hipertensi, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar