Sukses

Pentingnya Menjaga Kebersihan Selimut Bayi

Selimut bayi dapat melindungi si kecil dari dinginnya cuaca dan risiko digigit nyamuk. Perhatikan kebersihan selimut bayi dengan saksama, agar manfaatnya tetap terjaga.

Selimut merupakan benda andalan untuk memberikan kenyamanan pada bayi saat tidur, khususnya saat tiba musim hujan. Apakah si kecil di rumah selalu menggunakan selimut saat tidur?

Jika, ya, Bunda wajib memperhatikan kebersihan selimut bayi dengan saksama. Jangan sampai fungsinya dalam melindungi si kecil malah membawa petaka gara-gara kebersihan yang tidak diperhatikan.

1 dari 3 halaman

Risiko Jika Selimut Bayi Kotor

Selimut yang kotor mungkin mengandung sisa-sisa sel kulit mati, liur, keringat, urine, ataupun feses bayi.

Hal ini dapat mengundang kuman untuk berkembang biak, sehingga meningkatkan risiko penyakit pada si kecil.

Artikel Lainnya: 9 Tips Menjaga Bayi Tetap Hangat di Musim Hujan

Berikut ini beberapa penyakit yang bisa terjadi akibat kebersihan selimut bayi yang tidak terjaga dengan baik:

  1. Alergi

Selimut yang kotor sangat mungkin dihinggapi partikel debu, kotoran, ataupun tungau yang bisa memicu reaksi alergi, khususnya pada bayi yang sensitif.

Reaksi alergi yang dapat terjadi, yaitu kulit gatal, muncul ruam, mata berair, hidung meler, dan serangan asma apabila terdapat riwayat.

  1. Infeksi Kulit

Selimut yang kotor menyebabkan menumpuknya kuman, yang dapat memicu infeksi kulit.

Gejala yang timbul umumnya berupa ruam kemerahan, bentol-bentol, rasa gatal dan panas di kulit.

  1. Skabies

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit tungau bernama Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut menyebabkan rasa gatal yang hebat pada yang dihinggapi.

Ciri khas gejala skabies, yaitu gatal di malam hari, dan ada lesi berbentuk seperti terowongan sepanjang 1 centimeter dengan lentingan (krusta) di kulit.

  1. Infeksi Jamur

Keringat yang menempel di selimut bayi dapat mengganggu kelembapan, sehingga jamur lebih mudah berkembang. Hal itu dapat meningkatkan risiko infeksi jamur pada kulit.

Artikel Lainnya: Ayah Pulang Kerja Langsung Gendong Bayi, Tularkan 5 Penyakit Ini

2 dari 3 halaman

Gunakan Ini untuk Jaga Kebersihan Selimut Bayi

Agar si kecil tidur dengan aman dan nyaman, selimut sebaiknya dicuci setiap dua minggu sekali.

Anda juga dapat mencucinya lebih sering apabila selimut tersebut selalu terkena ompol atau feses si kecil.

Berikut tips mencuci selimut bayi agar tidak menjadi sumber penyakit bagi si kecil:

  • Jangan gabung selimut bayi dengan pakaian sehari-hari. Sebaiknya cuci bersama dengan bahan sejenis, seperti seprai dan sarung bantal.
  • Perhatikan label cara pencucian yang tertera di bahan, agar tidak merusak selimut.
  • Cuci selimut dengan air panas agar kuman hilang.
  • Jemur selimut di bawah sinar matahari.

Artikel Lainnya: Dalam Sehari, Bayi Dianjurkan Mandi Berapa Kali?

Setelah dicuci bersih dan dijemur hingga kering sempurna, Anda perlu menyemprotkan Saniter Fabric Disinfectant Spray sebagai perlindungan ganda selimut bayi.

Saniter Fabric Disinfectant Spray dirancang khusus untuk membunuh kuman dan bakteri pada permukaan kain, termasuk selimut.

Produk ini terjamin kualitasnya (clinically tested), memiliki wangi yang segar sehingga tidak mengganggu pernapasan, dan dapat menghilangkan aroma tidak sedap.

Saniter Fabric Disinfectant Spray juga dapat digunakan untuk membersihkan kuman dari kasur, sofa kain, kursi dudukan kain, gorden, dan benda berbahan kain lainnya. Fungsi dinamis, dengan harga ekonomis.

Andalkan Saniter Fabric Disinfectant Spray untuk menjaga kebersihan selimut bayi dan benda berbahan kain lainnya.

Dengan demikian, Anda sekeluarga tidak perlu khawatir akan risiko terkena penyakit kulit akibat kuman atau jamur.

Dapatkan spesial promo Saniter Fabric Disinfectant Spray hanya di Godrej Indonesia Official Store di Tokopedia.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar