Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Fakta Vaksin Corona Sanofi, Bisa Disimpan di Kulkas Biasa

Fakta Vaksin Corona Sanofi, Bisa Disimpan di Kulkas Biasa

Standar suhu menjadi salah satu hal penting untuk penyimpanan vaksin corona. Namun, vaksin Sanofi diklaim tidak akan rusak meski disimpan di kulkas biasa!

Sejumlah vaksin corona kini tengah memasuki tahap uji akhir. Yang artinya, jika lolos bisa segera diberikan kepada masyarakat.

Perusahaan vaksin Amerika Serikat, Pfizer, mengklaim 90 persen efektif menangkal virus corona.

Namun, dalam laporan RFI, vaksin tersebut membutuhkan penyimpanan suhu sangat rendah, yakni sekitar -70 derajat Celsius.

Syarat tersebut jauh di luar kemampuan kebanyakan lemari pendingin rumah sakit, apalagi rumah tangga.

Di sisi lain, perusahaan farmasi Prancis, Sanofi, mengklaim vaksin buatannya mampu mengatasi masalah penyimpanan tersebut. Yuk, ketahui infonya berikut ini!

1 dari 4 halaman

Mengenal Vaksin Sanofi

Baru-baru ini Sanofi mengumumkan vaksin COVID-19 buatannya dapat disimpan di lemari es biasa. Vaksin tidak memerlukan suhu di bawah nol yang ekstrem, berbeda dengan calon vaksin utama Pfizer.

“Vaksin kami akan seperti vaksin flu. Anda dapat menyimpannya di lemari es,” kata kepala Sanofi Prancis, Olivier Bogillot, kepada media.

Vaksin Sanofi disebut akan tersedia untuk distribusi pada Juni 2021 mendatang. Hal tersebut tergolong lebih lambat dibanding vaksin lain seperti Pfizer.

Sanofi saat ini tengah menyelesaikan uji tahap II yang melibatkan ratusan orang. Hasilnya akan dipublikasikan pada awal Desember 2020. Jika hasilnya positif, uji tahap III akan segera dimulai dengan melibatkan ribuan orang.

Artikel Lainnya: Wajib Tahu, Ini 5 Vaksin yang Ditanggung BPJS Kesehatan!

Selain itu, Bogillot juga menyebut vaksin Sanofi nantinya akan tersedia dalam harga yang terjangkau.

Nah, mengenai vaksin Sanofi, dr. Adeline Jaclyn menyebut ada potensi yang menguntungkan Indonesia.

“Dikatakan, vaksin COVID-19 dari Sanofi dapat disimpan di kulkas biasa seperti vaksin flu. Namun, vaksin ini masih dalam tahap uji,” kata dr. Adeline. 

“Bila benar efektif dan penyimpanan cukup dengan kulkas biasa, akan sangat baik untuk negara berkembang seperti Indonesia. Karena, risiko rusaknya vaksin akan berkurang,” ia menambahkan.

Artikel Lainnya: Ini Alasan Pemberian Vaksin Virus Corona Tak Cukup Sekali

2 dari 4 halaman

Seperti Apa Penyimpanan Vaksin yang Paling Tepat?

Menurut dr. Adeline, penyimpanan vaksin bisa berbeda satu sama lain. Permenkes Nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi menyebutkan, vaksin adalah produk biologis yang mudah rusak.

Oleh karena itu, harus disimpan dalam suhu yang sesuai. Contohnya, suhu 2-8 derajat Celsius untuk vaksin sensitif beku atau tidak boleh beku (Hepatitis B, campak, BCG, IPV, DPT-HB-Hib, DT, dan Td).

Sementara, vaksin sensitif panas membutuhkan penyimpanan di suhu -15 sampai -25 derajat Celsius, misalnya vaksin polio.

Meski begitu, secara umum vaksin akan rusak saat terpapar langsung sinar matahari.

3 dari 4 halaman

Apa Dampaknya Bila Cara Penyimpanan Vaksin Salah?

Penyimpanan vaksin perlu secara khusus diperhatikan, karena cukup rentan terhadap perubahan temperatur lingkungan.

Dokter Adeline menyebut, jika cara penyimpanan vaksin tidak sesuai, akan merusak komponen vaksin tersebut. Alhasil, tujuan vaksinasi jadi tidak tercapai.

Oleh karena itu, beberapa perusahaan penyedia vaksin dunia menaruh perhatian yang cukup serius terhadap penyimpanan dan distribusi vaksin corona saat ini.

Bila Anda penasaran dan ingin konsultasi lebih lanjut soal COVID-19 dan vaksinnya kepada dokter, pakai LiveChat dari Klikdokter!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar