Sukses

Daftar Miras yang Dilarang dan Efeknya bagi Kesehatan

Berbagai jenis miras dilarang dalam RUU Larangan Minuman Alkohol. Masing-masing miras memiliki dampak berbeda saat dikonsumsi.

Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol tengah menuai pro dan kontra di masyarakat. Bagi mereka yang pro, tentu RUU tersebut dapat mengatasi berbagai risiko negatif akibat alkohol.

Namun, bagi pihak yang kontra, RUU tersebut dirasa kurang dari segi urgensi dan justru bisa memunculkan pasar gelap (black market).

1 dari 3 halaman

Jenis Minuman Keras yang Dilarang

Dalam pasal 4 RUU Larangan Minuman Alkohol, dimuat beberapa jenis minuman keras yang dilarang, yaitu:

1. Minuman Beralkohol yang Dilarang Berdasarkan Golongan dan Kadarnya

  • Minuman beralkohol golongan A: kadar etanolnya lebih dari 1-5 persen.
  • Minuman beralkohol golongan B: kadar etanol lebih dari 5-20 persen.
  • Minuman beralkohol golongan C: kadar etanol lebih dari 20-55 persen.

2. Minuman Beralkohol Tradisional dan Campuran

Dalam pasal 8 ayat 2 RUU Larangan Minuman Beralkohol, larangan tidak berlaku pada beberapa kepentingan terbatas. Misalnya, kepentingan adat, ritual keagamaan, wisatawan, farmasi, dan tempat-tempat yang diizinkan perundang-undangan.

Menurut dr Muhammad Iqbal Ramadhan, pembatasan minum minuman beralkohol untuk kalangan umum bisa berdampak bagi kesehatan. Pada takaran ideal, lanjutnya, minuman alkohol memang punya manfaat, seperti mengurangi risiko jantung, stroke, diabetes.

"Satu gelas untuk wanita, dua gelas untuk pria. Tapi bila berlebihan, alkohol bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan," katanya. 

Artikel lainnya: Inilah Efek Mematikan pada Tubuh Saat Minum Miras Oplosan

2 dari 3 halaman

Bahaya Konsumsi Minuman Keras bagi Kesehatan

Sementara itu, dr. Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan, dampak konsumsi miras bisa berbeda, tergantung pada jenis dan jumlah yang dikonsumsi.

“Mulai dari yang ringan seperti efek mengantuk atau menurunnya fungsi kognitif sementara, hingga intoksikasi berujung kematian,” sebut dr. Astrid.

1. Risiko Kesehatan Jangka Pendek

Konsumsi alkohol berlebih memiliki efek langsung yang dapat meningkatkan berbagai risiko kondisi berbahaya, antara lain:

  • Cedera, seperti kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh, tenggelam, dan luka bakar.
  • Perilaku kekerasan, misalnya bunuh diri, kekerasan seksual, dan pembunuhan.
  • Keracunan alkohol, yaitu kondisi darurat yang diakibatkan oleh kadar alkohol di dalam darah yang tinggi.
  • Perilaku seksual yang berisiko, termasuk hubungan intim tanpa menggunakan kondom atau hubungan seks dengan banyak pasangan. Perilaku tersebut dapat menyebabkan kehamilan tak diinginkan atau infeksi menular seksual.
  • Keguguran dan lahir mati.

Artikel Lainnya: Waspadai Penyakit Akibat Sering Minum Alkohol di Masa Muda

2. Risiko Kesehatan Jangka Panjang

Konsumsi alkohol yang kelewat batas dapat menyebabkan perkembangan penyakit kronis dan masalah serius lainnya, contohnya:

  • Hipertensi, penyakit jantung, penyakit hati, stroke, dan gangguan pencernaan.
  • Kanker mulut, payudara, tenggorokan, usus besar, dan hati.
  • Sistem kekebalan tubuh melemah sehingga meningkatkan kemungkinan sakit.
  • Masalah belajar dan ingatan, termasuk demensia dan prestasi sekolah yang buruk.
  • Masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.
  • Masalah sosial, termasuk kehilangan produktivitas dan masalah keluarga.

Dengan tidak minum alkohol terlalu banyak, Anda bisa mengurangi risiko kesehatan jangka pendek dan jangka panjang tersebut. Konsultasikan masalah kesehatan lebih cepat dengan fitur Live Chat dari KlikDokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar