Sukses

Bahaya Memberikan Vitamin C Dosis Tinggi kepada Balita

Agar anaknya terhindar dari penyakit, ortu memberikan balita vitamin C dengan dosis tinggi. Adakah bahaya atau risiko kesehatan yang dapat terjadi?

Vitamin C merupakan nutrisi yang punya segudang manfaat kesehatan. Terlebih, pada masa pandemi seperti ini, vitamin C banyak dikonsumsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar kita tak gampang sakit. 

Beberapa orang tua kadang khawatir anak balitanya kurang mendapat asupan vitamin C dari makanan sehari-hari. 

Tak jarang, mereka akan menambahkan suplemen atau multivitamin vitamin C dosis tinggi untuk buah hatinya. 

Lantas, bolehkan memberikan vitamin C dosis tinggi kepada anak? Adakah manfaat atau bahaya kesehatan yang dapat terjadi?

1 dari 4 halaman

Manfaat Vitamin C untuk Balita

Vitamin C banyak ditemukan di beberapa buah seperti jeruk, apel, beri, tomat, dan kiwi. Tak hanya itu, pada sayuran, seperti kentang, brokoli, dan paprika pun ditemukan kandungan vitamin C yang melimpah. 

Seperti yang telah disinggung di atas, salah satu manfaat penting dari vitamin C adalah untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. 

Ketika anak sedang terkena flu, mengonsumsi vitamin C akan sangat berguna. Karena, vitamin C mengandung zat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel-sel dalam tubuh. 

Dilansir Cleveland Clinic, vitamin C juga punya manfaat berikut ini: 

  • Membentuk kolagen, pembuluh darah, tulang rawan, dan otot. Zat penting tersebut berguna untuk memelihara jaringan tubuh, termasuk membantu menyembuhkan luka di kulit. 
  • Membentuk neurotransmitter yang merupakan bahan kimia di otak untuk memberi sinyal kepada sistem saraf. 
  • Membentuk karnitin sebagai zat yang membawa dan memecah asam lemak untuk dijadikan energi.
  • Membentuk tulang dan gigi yang sehat selama masa tumbuh kembang anak.

Pada dasarnya tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri. Oleh karena itu, orang tua harus memastikan balita mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C. 

Artikel Lainnya: Suntik Vitamin C Saat Menyusui, Adakah Dampaknya pada Bayi?

2 dari 4 halaman

Bolehkah Balita Minum Vitamin C Dosis Tinggi?

Menanggapi ini, dr. Dyah Novita Anggraini melarang anak mengonsumsi vitamin secara berlebihan. “Balita tidak boleh mengonsumsi vitamin C dosis tinggi. Dosis aman 100 miligram per hari maksimal,” jelasnya. 

Menurut dr. Dyah Novita, dosis normal vitamin C pada anak adalah 15 miligram per hari. 

Jika melebihi dosis yang diberikan, vitamin C justru menyebabkan beberapa gangguan pada balita. 

Jumlah vitamin C yang dibutuhkan akan terus meningkat berdasarkan kondisi dan usia anak. 

Artikel Lainnya: 5 Buah Terbaik untuk Bayi

3 dari 4 halaman

Bahaya Kebanyakan Mengonsumsi Vitamin C

Larangan untuk memberikan vitamin C dosis tinggi pada balita bukan tanpa alasan. Hal tersebut dapat menimbulkan berbagai efek samping pada balita seperti berikut ini.

Efek Samping Ringan

  • Diare.
  • Mual.
  • Kram perut.
  • Kembung.

Sementara itu, efek samping jangka panjang juga dapat terjadi ketika balita diberi vitamin C dosis tinggi. Berikut di antaranya:

  • Gangguan Ginjal

Vitamin C pada dasarnya tidak dapat disimpan oleh tubuh. Oleh karena itu, sisa atau kelebihan vitamin C akan dibuang langsung oleh ginjal ke dalam urin. 

Dikutip Medical, beberapa dokter percaya kebanyakan mengonsumsi vitamin C dapat menyebabkan munculnya senyawa oksalat dan asam urat dalam urin. Senyawa tersebut bisa memicu pembentukan batu ginjal.

Artikel Lainnya: Sariawan pada Bayi Akibat Kurang Nutrisi atau Penyakit?

  • Nutrisi Anak Tidak Seimbang

Konsumsi vitamin C berlebih dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk memproses nutrisi lain. Misalnya, vitamin C dapat menurunkan kadar vitamin B12 dan tembaga dalam tubuh. 

Jumlah vitamin C yang terlalu banyak juga berisiko meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Efeknya, kelebihan zat besi ini dapat mengganggu proses tumbuh kembang si kecil.

  • Menyebabkan Osteofit

Menurut studi dari Arthritis Foundation, kadar vitamin C yang sangat tinggi dalam tubuh dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami osteofit. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan di bagian sendi atau tulang. 

Dengan mempertimbangkan berbagai efek samping di atas, sudah semestinya balita diberikan vitamin C dengan dosis normal. 

Jika masih ada yang ingin ditanyakan tentang memberikan dosis vitamin C tinggi pada balita, segera konsultasikan ke dokter. Agar lebih praktis, gunakan fitur LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar