Sukses

Beragam Aroma Vagina yang Wajib Diketahui Wanita

Vagina memang punya aroma yang unik. Tapi ada beberapa aroma lainnya yang perlu Anda waspadai! Berikut daftar aroma vagina beserta artinya.

Menjaga dan merawat organ intim kewanitaan sifatnya wajib. Jika tidak dirawat, vagina dapat mengalami infeksi dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Lantas, bagaimana jika vagina menimbulkan aroma yang berbeda-beda dalam beberapa waktu. Apakah kondisi ini perlu dikhawatirkan?

Beragam Aroma Vagina yang Perlu Anda Tahu

Pada dasarnya, terdapat bakteri jahat dan bakteri baik di dalam vagina. Kedua bakteri ini harus berada dalam jumlah seimbang agar vagina bisa berada dalam kondisi sehat.

Ketika bakteri jahat jumlahnya lebih banyak atau Anda sedang mengalami kondisi tertentu, biasanya aroma vagina akan berubah.

Tak hanya itu, tiap aroma juga bisa menunjukkan seberapa sehat kondisi vagina Anda. Untuk itu, berikut beberapa jenis aroma vagina yang harus wanita ketahui.

1. Bau Asam

Melansir Healthline, sangat umum jika vagina mengeluarkan bau asam. Beberapa peneliti juga pernah membandingkan, bau asam vagina ini mirip dengan bau makanan yang sudah difermentasi.

Anda tak perlu khawatir jika vagina punya aroma demikian. Sebab, menurut ahli, bau asam menunjukan bahwa vagina sedang berada dalam kondisi yang sehat dan baik

Hal ini juga dibenarkan oleh dr. Devia Irine Putri yang mengatakan, “Bau ini muncul karena adanya Lactobacillus. Ini merupakan bakteri baik yang menjaga vagina. Sesuai dengan pH vagina juga antara 3.8-4.5, ini tandanya sehat.”

2. Bau Logam

Tidak sedikit wanita yang melaporkan bahwa vaginanya mengeluarkan bau logam atau besi. Meski terasa aneh, tapi vagina berbau logam tidak menunjukan adanya masalah kewanitaan yang serius.

Dokter Devia juga mengatakan, aroma ini umumnya muncul ketika Anda sedang menstruasi atau muncul darah setelah berhubungan seks.

Artikel Lainnya: Aroma Vagina Berbau Tidak Sedap, Apa Masalahnya?

3. Bau Manis Seperti Tebu

Bau manis ini bukan seperti kue yang baru dipanggang keluar dari oven, ya. Bau manis yang dimaksud ini mirip seperti aroma tebu.

Sayangnya, aroma manis justru menandakan adanya infeksi bakteri pada vagina. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Dalam beberapa waktu, aroma manis ini akan hilang dan membaik jika Anda meningkatkan kebersihan vagina.

4. Bau Seperti Amonia atau Pembersih Kamar Mandi

Aroma vagina ini unik dan beragam. Bahkan, vagina Anda bisa berbau seperti cairan pembersih kamar mandi, lho.

Menurut dr. Devia, aroma vagina seperti ini harus diwaspadai karena bisa dipicu oleh cairan urine yang mengandung amonia.

Aroma amonia yang menyengat bisa jadi tanda Anda sedang dehidrasi dan bakteri dalam vagina sudah berkembang biak dalam jumlah banyak.

Biasanya, aroma ini juga diikuti dengan gejala, seperti vagina gatal, keluar keputihan, dan sensasi terbakar saat buang air kecil.

Artikel Lainnya: Mau Pakai Masker Vagina? Ketahui Hal Ini untuk Cegah Infeksi

5. Bau Amis

Bau amis seperti ikan busuk juga bisa menjadi salah satu aroma vagina yang perlu diwaspadai.

Mengapa? Karena Bau amis pada vagina bisa disebabkan karena adanya infeksi menular seksual dari trikomoniasis maupun Bacterial vaginosis.

6. Bau Busuk

Selain bau amis, bau busuk pada vagina juga perlu segera ditangani! Jika bau busuk muncul, ini bisa disebabkan karena Anda lupa melepas tampon, jarang mengganti pembalut, atau mengalami kondisi serius seperti kanker serviks.

7. Bau Badan

Sama seperti ketiak, kelenjar keringat berlebih pada area vagina juga bisa menimbulkan aroma seperti bau badan.

Ketika Anda sedang mengalami stres atau cemas berlebih, kelenjar ini akan memproduksi keringat untuk meredam panas tubuh. Alhasil, vagina Anda akan beraroma seperti bau ketiak.

Artikel Lainnya: 3 Cara Cegah Bau Tidak Sedap Muncul saat Menstruasi

1 dari 3 halaman

Aroma Vagina Berubah, Normalkah?

Anda tidak perlu khawatir ketika aroma vagina berubah-berubah atau tidak menetap dalam beberapa waktu. Pasalnya, aroma yang muncul erat kaitannya dengan keseimbangan pH vagina.

Jadi, jika ada faktor yang memengaruhi keseimbangan pH vagina, maka aromanya pun akan berganti.

Lalu, bila aroma vagina berbau busuk dan disertai gejala lain, seperti gatal, keputihan, atau nyeri, segera periksakan ke dokter kelamin.

Dikhawatirkan, Anda mengidap infeksi menular seksual yang berbahaya jika tidak segera ditangani.

Artikel Lainnya: Benarkah Kebanyakan Minum Kopi Bikin Vagina Bau?

2 dari 3 halaman

Tips Agar Vagina Tetap Sehat dan Tidak Berbau

Agar aroma vagina tetap normal, sehat, dan tidak berbau busuk, berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti:

  • Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat terutama pada bagian selangkangan. Ini bisa menyebabkan keringat menumpuk dan bakteri berkembang biak di vagina.
  • Bersihkan celana dalam secara rutin agar tidak ada bakteri yang menempel di pakaian dalam Anda. Jangan pakai celana dalam dua kali berturut-turut tanpa dicuci dengan sabun terlebih dahulu.
  • Cuci area vagina Anda secara rutin sehabis berhubungan seks maupun saat sedang menstruasi. Ini bertujuan untuk membunuh bakteri yang menempel pada vagina setelah berhubungan seks maupun saat menstruasi.
  • Konsumsi makanan yang mengandung probiotik untuk mencegah infeksi bakteri pada vagina. Selain itu, probiotik dapat mengurangi risiko bau tidak sedap dan membantu mengembalikan keseimbangan pH vagina.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar aroma vagina Anda tetap berbau normal dan sehat.

Jika ingin tahu seputar kesehatan vagina lainnya, baca terus artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar