Sukses

Mengenal Kaldu Jamur, Penyedap Rasa Pengganti Micin

Micin bukanlah satu-satunya penyedap rasa. Masih ada kaldu jamur atau nutritional yeast. Nilai plusnya, ada banyak manfaat kaldu jamur bagi kesehatan.

Menambahkan micin alias MSG sebagai penyedap rasa masakan lumrah dilakukan. Namun, kenyataannya, ada cara lain mendapatkan rasa gurih dan sedap pada makanan tanpa harus menaburkan MSG. Salah satunya dengan kaldu jamur.

Anda terkejut? Nah, untuk memperkaya wawasan kuliner Anda, yuk, kita cari tahu dulu apa itu kaldu jamur atau nutritional yeast.

Apa Itu Kaldu Jamur?

Nutritional yeast adalah spesies ragi yang dikenal sebagai Saccharomyces cerevisiae. Jenis ini sama dengan yang digunakan untuk roti dan bir.

Untuk menghasilkan kaldu jamur, ragi S. cerevisiae ditanam pada media yang mengandung gula tinggi selama beberapa hari.

Selanjutnya, ragi dinonaktifkan melalui panas, dipanen, dibersihkan, dikeringkan, dihancurkan, lalu dikemas dalam bentuk butiran.

“Rasanya yang gurih dari kaldu jamur memang bisa digunakan untuk menggantikan MSG,” ujar dr. Dyah Novita Anggraini.

Nilai plus-nya lagi, menurut dr. Dyah Novita, kaldu jamur punya keunggulan dalam hal nutrisi dan sejumlah manfaat sehat lainnya.

1 dari 3 halaman

Manfaat Kaldu Jamur

Sepakat dengan dr. Dyah Novita, menurut dr. Devia Irene Putri, mengonsumsi kaldu jamur dinilai lebih sehat dibandingkan micin.

“Kalau dibandingkan MSG memang kaldu jamur lebih sehat. Alasannya, kaldu jamur kaya akan nutrisi. Misalnya, protein,vitamin B, serta mineral,” ujarnya.

Nah, untuk tahu lebih detail apa saja manfaat kaldu jamur, simak ulasan berikut.

  • Kandungan Nutrisinya Tinggi

Seperti sudah disinggung dr. Devia di atas, nutritional yeast mengandung banyak sekali nutrisi. Salah satunya adalah protein lengkap.

Kaldu jamur mengandung sembilan asam amino esensial. Dalam satu sendok makan nutritional yeast mengandung sekitar 2 gram protein.

Penyedap rasa ini juga sumber vitamin B yang baik. Satu sendok makan nutritional yeast bisa memenuhi 30-180% kebutuhan harian untuk vitamin B.

Aneka mineral juga banyak terdapat di kaldu jamur. Yakni, selenium, zinc, dan mangan.

Karena gizinya yang tinggi, orang yang menjalani gaya hidup vegan sering memanfaatkan kaldu jamur untuk mencukupi kebutuhan gizinya.

Meski demikian, nilai nutrisi tersebut dapat bervariasi antar-merek. Makanya, baca label nutrisi di kemasannya agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Artikel Lainnya: Cara Masak yang Baik untuk Penderita Diabetes

  • Mengandung Antioksidan

Paparan radikal bebas setiap hari mengakibatkan kerusakan sel. Antioksidan dari makanan membantu melawan kerusakan ini dengan mengikat radikal bebas.

Kabar baiknya, kaldu jamur adalah sumber antioksidan. Bahan ini mengandung antioksidan yang kuat, yakni selenomethionine serta glutathione.

“Salah satu manfaat kaldu jamur adalah bisa membantu menjaga daya tahan tubuh karena dia mengandung antioksidan yang baik. Asupan ini bisa mencukupi kebutuhan vitamin B12 Anda, terutama pada vegetarian,” tutur dr. Devia.

Asupan sumber antioksidan, seperti nutritional yeast, biji-bijian, buah-buahan, dan juga sayuran, dapat membantu meningkatkan kadar antioksidan dan melawan penyakit, seperti penyakit jantung dan kanker.

  • Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Nutritional yeast memiliki dua karbohidrat utama, yakni alpha-mannan dan beta-glukan. Sebuah studi pernah dilakukan terkait ini.

Peneliti menambahkan alpha-mannan dan beta-glukan ke makanan ternak. Hasilnya, dua senyawa itu dapat mengurangi infeksi bakteri seperti E. coli dan Salmonella pada ternak babi, serta menurunkan pembentukan tumor pada hewan tikus.

Namun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah dua karbohidrat tersebut punya efek yang serupa pada manusia.

Artikel Lainnya: Hati-Hati Saat Mau Makan Jamur Enoki, Ini Cara Membersihkannya!

  • Bisa Turunkan Kolesterol

Tak cuma tingkatkan daya tahan tubuh, beta-glukan dalam kaldu jamur juga berfungsi membuat kadar kolesterol berkurang.

Dalam sebuah penelitian, pria yang punya masalah kolesterol tinggi mengonsumsi 15 gram beta-glukan dari ragi setiap hari selama delapan minggu. Hasinya, kadar kolesterol total berhasil turun 6 persen.

Studi lain menemukan, tikus yang diberi beta-glukan dari ragi secara signifikan menurunkan kadar kolesterol hanya dalam 10 hari. Penelitian lebih lanjut masih harus dilakukan soal ini.

Selain nutritional yeast, beta-glukan juga bisa ditemukan di asupan lain, seperti rumput laut dan gandum.

Artikel Lainnya: Jamur Enoki Tengah Ramai Dibicarakan, Intip Manfaatnya untuk Kesehatan!

2 dari 3 halaman

Penggunaan Kaldu Jamur

Manfaat kaldu jamur untuk masakan yang utama memang sebagai penyedap rasa. Namun, manfaatnya untuk kesehatan rupanya sangat banyak.

Terlebih lagi, kaldu jamur pada umumnya aman dikonsumsi bagi kebanyakan orang, termasuk pada anak-anak di bawah 5 tahun.

“Boleh-boleh saja pakai kaldu jamur untuk anak di bawah 5 tahun sebagai perasa agar makanan tidak hambar. Yang terpenting, takarannya diperhatikan, ya,” ujar dr. Devia.

Orang dewasa dapat mengonsumsi 1-2 sendok makan kaldu jamur yang dicampurkan ke dalam makanan sehari. Anda bisa mencampurkan ke dalam sup untuk rasa umami, sayuran yang ditumis, capcay, pasta, dan banyak sekali jenis masakan lainnya.

Namun, orang yang memiliki alergi terhadap jamur dan ragi sebaiknya tidak mengonsumsinya. Selain itu, Anda yang mengalami kesulitan dalam memetabolisme asam folat (vitamin B9 sintetis) harus membaca label dengan cermat.

Alasannya, beberapa kaldu jamur sudah difortifikasi dengan nutrisi tertentu. Jika memungkinkan, Anda yang punya masalah dalam memetabolisme asam folat,  memilih ragi nutrisi yang tidak difortifikasi (diperkaya).

“Hal lainnya, karena kaldu jamur sifatnya sebagai penyedap rasa seperti MSG, tak jarang juga menyebabkan migrain. Jadi, Anda yang memiliki migrain harus hati-hati juga,” ujar dr. Devia.

Selain soal penggunaan, tempat penyimpanan kaldu jamur juga harus diperhatikan. Simpan penambah rasa ini di tempat yang sejuk dan tidak kena matahari untuk menjaga kandungannya.

Pastikan tempat penyimpanan tetap tertutup rapat. Jika disimpan dengan benar, kaldu jamur dapat bertahan hingga dua tahun.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya soal kesehatan hanya di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar