Sukses

Ini Alasan Rambut Balita Tipis dan Susah Tumbuh!

Sebagian orang tua khawatir dengan rambut balita tipis dan susah tumbuh. Kondisi tersebut bahkan sering dihubungkan dengan masalah kesehatan tertentu. Apa kata medis?

Rambut anak yang tumbuh lebat dan sehat merupakan dambaan sebagian orang tua. Selain membuat penampilan si kecil terlihat lebih menggemaskan, kondisi tersebut juga dapat menjadi indikator kesehatan rambut dan kulit kepala bayi.

Atas dasar itu, orang tua yang punya balita dengan rambut yang tipis sering merasa khawatir. Bahkan, mereka menduga bahwa rambut balita tipis disebabkan oleh adanya penyakit tertentu. 

Pertanyaannya, apakah benar rambut balita tipis sudah pasti akibat penyakit? Agar tidak salah kaprah, cari tahu fakta medis mengenai penyebab rambut anak susah tumbuh di bawah ini!

1 dari 3 halaman

Penyebab Rambut Balita Tipis atau Tumbuh Sedikit

Setiap bayi dilahirkan dengan kondisi yang berbeda-beda, termasuk mengenai rambut dan kulit kepalanya. Ada lahir dengan rambut tebal, ada pula dengan rambut tipis yang bahkan tidak kunjung tumbuh meski usianya sudah lebih dari dua tahun.

Dalam kebanyakan kasus, kondisi rambut bayi sangat dipengaruhi oleh genetik. Ini merupakan keadaan yang tidak dapat diubah, dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Tidak menutup kemungkinan rambut bayi tipis dan tidak kunjung tumbuh meski usia telah bertambah juga dapat menjadi tanda dari adanya masalah kesehatan tertentu.

Agar tidak salah kaprah, berikut ini adalah penjelasan mengenai penyebab tebal atau tipisnya rambut anak.

  1. Genetik

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, faktor yang paling memengaruhi kondisi rambut anak adalah genetik yang diwariskan dari kedua orang tua.

“Jika ayah dan ibu termasuk orang dengan rambut yang tipis atau tidak lebat, maka anak yang dilahirkan juga mungkin akan mengalami kondisi serupa,” kata dr. Dyah Novita.

  1. Rambut Rontok 

Selama enam bulan pertama kehidupan, kebanyakan bayi akan kehilangan rambutnya secara perlahan-lahan. Kondisi ini adalah fase pergantian, dari rambut bayi ke rambut dewasa.

Kondisi ini tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Meski demikian, Anda tetap harus waspada. Sebab pada beberapa anak, fase pergantian rambut bayi ke dewasa tidak melulu berjalan dengan mulus.

Artikel Lainnya: 6 Cara Sehat Menebalkan Rambut Bayi

  1. Infeksi Jamur

Infeksi jamur dapat menyebabkan kerontokan rambut pada bayi dan anak. Tinea capitis, sejenis kurap, dapat menyebabkan balita kehilangan sebagian besar rambut di bagian belakang kulit kepalanya. 

Kasus dermatitis seboroik yang parah atau cradle cap juga dapat menyebabkan kerontokan rambut pada balita.

  1. Alopecia Areata

Gangguan autoimun ini dapat menyebabkan kebotakan total pada kulit kepala anak. Kondisi ini tidak bisa diobati, tetapi rambut masih mungkin untuk bisa tumbuh kembali dalam waktu satu tahun. 

  1. Traksi Alopecia

Traksi alopecia merupakan penyebab yang sangat umum dari rambut rontok pada balita, khususnya anak perempuan.

Terlalu sering melakukan penataan rambut dapat menyebabkan rambut balita rontok, menyebabkan kebotakan, dan pertumbuhan rambut yang buruk. Orang tua harus menghindari menata atau menyisir rambut balita terlalu sering.

  1. Kekurangan Gizi

Gizi yang baik sangat penting untuk tubuh yang sehat. Ketika anak-anak tidak mendapatkan cukup vitamin, mineral, dan protein, rambut mereka bisa rontok. 

Rambut rontok bisa menjadi tanda kelainan makan, seperti anoreksia dan bulimia, serta efek samping dari pola makan vegetarian atau vegan yang rendah protein.

Secara spesifik, rambut balita tipis dapat menjadi tanda bahwa si kecil kekurangan zat besi, zink, niacin, biotin, serta protein dan asam amino.

Artikel Lainnya: Makanan Ini Bisa Bikin Rambut Bayi Tumbuh Lebat

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mengatasi Rambut Balita Tipis?

Jika rambut tipis dipengaruhi oleh kondisi genetik, tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. 

Namun, apabila kondisi tersebut disebabkan oleh kondisi lainnya, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menyesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

"Kalau misalnya ada infeksi jamur, harus diobati infeksinya. Jadi, sebaiknya harus dikonsultasikan juga dengan dokter," ujar dr. Devia Irine Putri.

Jika Anda tidak tahu betul tentang penyebab utama rambut balita tipis, jangan sungkan untuk bertanya secara langsung pada dokter. 

Anda juga harus segera membawa si kecil ke dokter jika dirinya memiliki rambut yang tipis disertai dengan kondisi-kondisi berikut ini.

  • Anak mengeluhkan kulit kepala yang gatal atau nyeri.
  • Anak kehilangan alis atau bulu mata.
  • Ada bintik-bintik botak yang terlihat.
  • Anak mulai kehilangan lebih banyak rambut daripada biasanya.
  • Anak mengalami kerontokan rambut setelah sakit atau saat minum obat. 
  • Anak mengalami cedera atau luka bakar di kepala.

Selain dengan bantuan dokter, ada pula cara lain yang bisa dilakukan sebagai solusi dari rambut balita tipis, yaitu dengan membenahi posisi tidur si kecil. 

Faktanya, bayi yang keseringan tidur terlentang lebih mungkin mengalami pertumbuhan rambut yang terganggu.

"Jadi, bisa coba diubah posisi tidur si kecil, agar pertumbuhan rambut juga terangsang.  Bisa juga potong rambutnya, rapikan ujungnya, biasanya ada yang kasar atau rusak," tutur dr. Devia.

"Hindari pula keramas dengan air panas, lebih baik gunakan air hangat suam-suam kuku. Pakai pelindung kepala, seperti topi atau bandana dibandingkan menguncir atau mengikat keras," pungkasnya.

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab rambut balita susah tumbuh. Guna mendapatkan diagnosis yang lebih pasti, sebaiknya konsultasikan kondisi rambut dan kulit kepala buah hati Anda secara langsung pada dokter.

Sebagai langkah pertolongan pertama, Anda juga bisa berkonsultasi mengenai rambut balita tipis dan masalah kesehatan anak lainnya pada tim medis Klikdokter menggunakan layanan LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar