Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cek Persentase Risiko Keguguran Berdasarkan Usia Kandungan

Cek Persentase Risiko Keguguran Berdasarkan Usia Kandungan

Tiap minggunya, ibu hamil memiliki persentase serta risiko keguguran yang berbeda-beda. Untuk jadi pegangan bumil, simak penjelasannya berikut ini.

Mimpi buruk dari semua ibu hamil adalah keguguran. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah hal tersebut, agar ibu dan janin bisa tetap baik-baik saja.

Tak hanya mengenai cara menurunkan risiko keguguran, Anda juga wajib tahu persentase dan risiko keguguran di tiap usia kandungan.

Ini dilakukan supaya upaya yang dilakukan tepat sasaran, sehingga bisa selamat sampai melahirkan.

Usia Kandungan Berapa yang Rentan Keguguran?

Keguguran sering terjadi pada saat seorang wanita tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Sekitar 10-15 persen kehamilan pun ternyata berakhir dengan keguguran.

Selain itu, kebanyakan kasus keguguran atau miscarriage cenderung terjadi pada trimester pertama kehamilan. Periode ini menyumbang sekitar 80-85% dari semua kasus keguguran di seluruh dunia.

Terlepas dari itu, risiko keguguran bisa lebih tinggi atau lebih rendah di setiap jenjang kehamilan, tergantung dari faktor ibu dan janin itu sendiri.

1 dari 3 halaman

Penyebab Keguguran di Trimester Pertama

Bicara soal faktor penyebab keguguran di trimester pertama, menurut dr. Dyah Novita Anggraini, hal tersebut paling sering dipicu oleh kelainan kromosom.

“Sebanyak 50-70 persen karena kromosom. Bisa karena jumlahnya kurang atau lebih, yang jelas hal itu meningkatkan risiko keguguran karena janin tidak berkembang normal,” jelas dr. Dyah Novita.

Lebih lanjut, dr. Dyah Novita juga bilang, ibu yang merokok, memiliki bobot tubuh berlebih alias obesitas, dan juga punya penyakit ginjal juga turut memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami keguguran.

“Wanita obesitas risiko kegugurannya mencapai 67 persen dibandingkan ibu yang berat badannya normal. Lalu, untuk ibu yang punya penyakit ginjal hingga cuci darah, risikonya untuk keguguran adalah 50 persen,” tambah dr. Dyah Novita.

Artikel Lainnya: 7 Penyebab Umum Keguguran pada Ibu Hamil

Persentase dan Risiko Keguguran Dilihat dari Usia Kehamilan

Supaya ibu bisa melakukan pencegahan dan menjaga kondisi kehamilan dengan lebih baik lagi, berikut di bawah ini adalah penjelasan soal tingkat risiko keguguran di tiap minggu usia kehamilan:

  • Usia 3-4 Minggu

Ini merupakan waktu implantasi, yaitu proses menempelnya sel telur pada dinding rahim setelah haid terakhir dan tes kehamilan menunjukkan hasil positif.

Sebanyak 50–75 persen keguguran terjadi sebelum tes kehamilan positif. Fenomena ini kerap disebut sebagai kehamilan kimiawi (gugurnya janin tak lama setelah dibuahi).

  • Usia 5 Minggu

Di usia kehamilan ini, risiko keguguran bisa menjadi sekitar 21,3 persen, menurut sebuah penelitian di tahun 2013. Risiko tersebut bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kondisi ibu dan janin.

  • Usia 6-7 Minggu

Risiko keguguran selama minggu ini adalah sekitar 5 persen. Di usia kehamilan ini pula, detak jantung janin bisa dideteksi lewat pemeriksaan.

  • Usia 8-13 Minggu

Risiko keguguran semakin rendah, yaitu turun menjadi sekitar 2-4 persen.

  • Usia 14-20 Minggu

Hanya ada 1 persen kemungkinan keguguran selama minggu-minggu ini. Untuk seterusnya, kehamilan akan lebih stabil dan kuat hingga hari perkiraan lahir (HPL).

Artikel Lainnya: Hal yang Sebaiknya Tak Diucapkan pada Wanita yang Mengalami Keguguran

Risiko keguguran sebenarnya mulai menurun sejak detak jantung janin terdeteksi, yaitu sekitar minggu ke-7 kehamilan. Akan tetapi, penurunan angka keguguran yang signifikan terjadi setelah usia kehamilan 12 minggu.

Penurunan angka keguguran juga bisa bergantung pada faktor risiko lain, seperti penyakit yang dialami dan gaya hidup yang dijalani.

Lalu, untuk usia si ibu sendiri, hal tersebut juga turut memengaruhi tinggi/rendahnya risiko keguguran. Makin tua usia ibu hamil, makin besar pula persentase risiko keguguran yang dimiliki. Untuk lebih jelasnya, kira-kira begini persentasenya.

  • Usia ibu 20-30 tahun = Risiko keguguran diperkirakan sekitar 9-17 persen.
  • Usia ibu 35 tahun = Risiko keguguran diperkirakan sekitar 20 persen.
  • Usia ibu 40 tahun = Risiko keguguran diperkirakan sekitar 40 persen.
  • Usia ibu 45 tahun ke atas = Risiko keguguran diperkirakan sekitar 80 persen.

Sama seperti sebelumnya, beberapa faktor lain, seperti penyakit kronis, gaya hidup, dan perubahan hormonal, dapat pula memengaruhi tinggi/rendahnya kemungkinan keguguran.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil, Waspadai Tanda-Tanda Keguguran Ini

2 dari 3 halaman

Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Keguguran?

Mengunjungi ginekolog saat terjadi hal yang tidak diinginkan pada kehamilan merupakan solusi utama. Dokter spesialis kandungan tersebut dapat memberi Anda perawatan yang diperlukan dan membantu mengidentifikasi penyebab keguguran.

Dalam beberapa kasus, jaringan kehamilan mungkin tidak dikeluarkan seluruhnya saat terjadi miscarriage. Pemeriksaan USG juga kadang diperlukan.

Apabila ada jaringan yang tertinggal di rahim, dokter mungkin akan mengangkatnya demi mencegah komplikasi.

Jika ditemukan pendarahan hebat dan tanda-tanda infeksi, dokter mungkin akan memberikan perawatan darurat. Jika Anda ingin hamil lagi di kemudian hari, dokter dapat menyarankan tindakan pencegahan, seperti pemberian imunoglobulin Rh.

Waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari keguguran dan kembali ke periode reguler dapat bervariasi pada setiap wanita, tergantung tahap kehamilan, faktor fisik, dan emosional.

Itu dia penjelasan seputar risiko keguguran berdasarkan usia kehamilan. Bila Anda masih ada pertanyaan seputar kandungan, langsung saja konsultasikan hal tersebut pada dokter lewat fitur LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar