Sukses

Ini Alasan Anda Harus Kentut Setelah Operasi Caesar

Setelah operasi caesar, dokter mungkin akan meminta pasien untuk kentut. Kira-kira, apa alasan seseorang harus kentut setelah operasi caesar? Cari tahu faktanya!

Pernahkah Anda mendengar anjuran untuk kentut setelah operasi caesar? Anjuran ini bukanlah bualan belaka, bahkan dapat dikatakan menjadi suatu tindakan yang wajib dilakukan.

Sebenarnya, anjuran tersebut tidak hanya berlaku untuk orang-orang yang harus operasi caesar saja.

Mereka yang baru saja melakukan operasi di sekitar daerah perut juga wajib kentut setelah tindakan. Apa yang alasannya, ya?

Alasan Harus Kentut setelah Jalani Operasi Caesar

Salah satu alasan kentut setelah caesar atau operasi di bagian perut adalah untuk mendeteksi kemungkinan komplikasi yang disebut postoperative ileus atau ileus paralitik.

Ileus paralitik adalah penghentian peristaltik usus terkait dengan obat-obatan tertentu yang diberikan selama operasi.

Obat-obatan tersebut memperlambat sistem pencernaan dan bisa saja mengganggu fungsi organ tersebut.

"Obat-obatan anestesi bisa memengaruhi pergerakan usus. Kalau gas keluar atau sudah kentut, artinya sudah ada pergerakan usus. Kalau kita makan, nantinya usus bisa memproses," kata dr. Devia Irine Putri.

Dengan kata lain, kentut setelah caesar adalah indikator yang menunjukkan saluran pencernaan dapat kembali bekerja dengan normal setelah operasi dilakukan.

Artikel Lainnya: Mengapa Bekas Luka Operasi Caesar Harus Segera Dirawat?

1 dari 3 halaman

Cara Agar Cepat Kentut Setelah Operasi Caesar

Menurut dr. Devia, kalau belum bisa kentut setelah operasi caesar tapi pasien sudah terlanjur mengonsumsi makanan, terjadinya sumbatan di saluran cerna mungkin tak bisa dihindari lagi.

Atas dasar itu, kentut setelah operasi di bagian perut mesti diupayakan. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan berjalan-jalan di sekitar ruangan dengan bantuan staf perawat atau petugas medis lainnya.

Berjalan akan memberikan sentakan pada organ pencernaan, dan mungkin akan memicu udara yang terperangkap untuk segera keluar.

Selain itu, pasien juga bisa minum segelas air hangat atau teh agar saluran pencernaan bisa terpicu untuk membuang gas yang terperangkap.

“Ada juga cara lain yang bisa dilakukan, misalnya dengan latihan miring pelan-pelan ke arah kiri dan kanan. Hal ini bisa membantu pergerakan usus menjadi lebih lancar,” kata dr. Devia.

Jika cara tersebut belum berhasil, pasien dapat berupaya untuk kentut dengan mengunyah permen karet.

Tindakan ini dilakukan untuk mengelabui tubuh agar nantinya bisa meningkatkan produksi air liur di mulut sehingga memicu otak mengirim sinyal ke usus untuk mulai bergerak lagi.

Artikel Lainnya: Bolehkah Kerokan Usai Operasi Caesar?

Terkait mengunyah permen karet untuk bisa kentut, hal ini ternyata pernah diuji lewat penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Maternal-Fetal and Neonatal Medicine.

Sekitar 3.000 wanita diminta mengunyah permen karet dalam waktu 2 jam setelah melahirkan. Mereka pun diharuskan mengunyah permen karet dengan durasi 15 sampai 30 menit, sebanyak tiga kali sehari.

Para peneliti menemukan, rata-rata wanita yang mengunyah permen karet dapat kentut sekitar 6,5 jam lebih cepat daripada mereka yang tidak diberi permen karet.

Wanita yang mengunyah permen karet mengalami kentut pertama mereka sekitar 23 jam setelah operasi. Sedangkan mereka yang tidak mengunyah baru bisa kentut sekitar 29,5 jam setelah operasi.

Salah satu peneliti dari Universitas Thomas Jefferson di Philadelphia, Amerika Serikat, yang terlibat dalam penelitian tersebut, Dr. Vincenzo Berghella, mengatakan tidak ada efek samping dari mengunyah permen karet.

Apabila semua upaya tersebut telah dilakukan namun masih belum bisa kentut juga, pasien harus segera melaporkan kondisinya ke dokter. Hal ini dilakukan agar pasien bisa mendapatkan obat supositoria untuk “membersihkan” usus.

2 dari 3 halaman

Kentut Setelah Caesar Disertai Gejala Lain, Berbahayakah?

Kentut setelah caesar adalah hal yang dinantikan. Akan tetapi, pasien harus waspada dan lapor ke dokter yang merawat jika mengalami gejala-gejala lain yang mengganggu, baik sebelum ataupun setelah kentut usai operasi caesar.

"Kalau belum kentut, tapi sakit perut hebat, mual dan muntah, biasanya ada sumbatan. Kondisi ini mungkin mengarah ke postoperative ileus atau ileus paralitik," ungkap dr. Devia.

Kini Anda sudah tahu alasan di balik anjuran untuk kentut setelah operasi caesar, bukan?

Jika Anda masih punya pertanyaan mengenai operasi caesar, kehamilan, atau hal lain yang berhubungan dengan kesehatan, jangan sungkan untuk mengonsultasikannya secara langsung pada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar