Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Nonton TV dari Jarak Dekat, Apa Ada Masalah Penglihatan?

Anak Nonton TV dari Jarak Dekat, Apa Ada Masalah Penglihatan?

Bila diperhatikan, anak cenderung menonton televisi dalam jarak yang dekat. Apakah itu berarti anak punya masalah penglihatan?

Apa Anda suka memerhatikan kalau anak cenderung menonton televisi terlalu dekat? Pasti kekhawatiran yang muncul adalah apakah ada masalah penglihatan. 

Bisa jadi, itu memang jawabannya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan dokter berikut ini!

1 dari 4 halaman

Apakah Nonton TV Terlalu Dekat Tanda Mata Anak Bermasalah?

Anak yang menonton TV terlalu dekat bisa menjadi pertanda adanya masalah mata. Meski begitu, hal ini tidak bisa dipukul rata pada semua anak yang menonton terlalu dekat.

Ini karena nonton TV terlalu dekat bisa jadi memang keinginan sang anak yang ingin nonton dekat-dekat dengan TV, lho. Hal ini dikatakan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong.

"Bisa jadi iya punya masalah mata. Ini kalau anak mulai memicingkan mata tidak hanya saat nonton TV. Misalnya, waktu baca buku atau melihat sesuatu yang agak jauh sedikit. Ini bisa jadi tanda masalah refraksi (mata minus, mata silinder/astigmatisme)," jelas dr. Sepriani.

Sama seperti dr. Sepriani, hal serupa diungkapkan oleh dr. Devia Irine Putri. Ia mengatakan tidak semua anak yang nonton TV secara dekat diakibatkan oleh masalah mata. Bisa jadi karena memang sudah menjadi kebiasaan.

"Karena, anak-anak sekarang terbiasa lihat gadget, jadi terbiasa pula nonton jarak dekat," jelas dokter satu anak ini.

Satu hal yang pasti, orang tua jangan lelah memberitahu anak untuk tidak menonton TV terlalu dekat. Kalau matanya masih normal, tentu akan sangat disayangkan bila nantinya terkena masalah penglihatan. 

Artikel Lainnya: Terlalu Lama Menonton TV Turunkan Fungsi Retina Anak

2 dari 4 halaman

Mata Anak Bermasalah, Bagaimana Mencegah agar Tak Memburuk?

Meski berharap mata anak baik-baik saja, sebaiknya jangan anggap sepele kebiasaan nonton TV terlalu dekat. Ditakutkan, malah bisa jadi “bumerang” bagi anak.

Bagaimana bila anak telah mengalami masalah mata sehingga harus nonton TV dekat-dekat? Nah, orang tua harus melakukan pencegahan supaya tidak semakin buruk.

Menurut dr. Sepriani, pertama pastikan dulu ada kelainan atau tidak. Satu-satunya cara yang aman dan bisa mendapatkan hasil pasti adalah periksa ke dokter mata. 

"Setelah itu, lakukan tindakan atau pengobatan yang sesuai dengan masalahnya. 

Kalau memang harus pakai kacamata, ikuti saran dokter. Tidak usah denial, karena kalau mengelak dari kenyataan malah memperburuk kondisi," ujar dr. Sepriani.

Selain itu, perbaiki juga pola hidup anak. Misalnya, jaga jarak pandangan saat membaca, menonton TV, dan bermain gadget. Ditambah juga dengan mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang tinggi vitamin A.

Kalau memang anak sudah bermasalah matanya dan sudah pakai kacamata, sebaiknya batasi penggunaan gadget atau nonton TV. "Batasi screen time-nya. Buat jadwal misalnya sehari satu jam untuk menatap layar," saran dr. Devia.

"Jaraknya juga diperhatikan. Jarak menonton TV idealnya 2,5-3 meter dari layar TV," tambahnya.

Artikel Lainnya: Anak Sering Main Gawai Bisa Cepat Pakai Kacamata?

3 dari 4 halaman

Cara Mencegah Mata Anak Rusak karena Nonton TV

Menurut dr. Sepriani, sebenarnya akibat nonton TV bukanlah mata minus atau silinder, tapi lebih ke arah masalah mata kering dan lelah. Orang tua harus memerhatikan ini.

"Jadi, mencegahnya harus dengan membatasi waktunya. Aturan yang umum biasanya tiap 20 menit sekali istirahat. Lalu, jaga jarak nonton yaitu 2,5-3 meter," ungkap dr. Sepriani.

Biasanya, mata akan menjadi kering dan lelah karena layar TV atau gadget. Keduanya secara tidak langsung memancarkan radiasi atau sinar biru yang berbahaya bagi mata.

Kalau anak suka nonton TV dekat-dekat, jangan langsung parno dan menganggap anak rusak matanya. Namun, memang sebaiknya ajak anak untuk nonton dengan jarak yang ideal untuk menghindari masalah mata.

Konsultasikan masalah mata kepada dokter spesialis mata lebih mudah dengan Chat Premium di aplikasi Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar