Sukses

Paracetamol Bisa Atasi Nyeri Ulu Hati? Ini Kata Dokter!

Karena dianggap sebagai pereda segala nyeri, katanya paracetamol bisa dipakai sebagai obat nyeri ulu hati. Benar tidaknya hal tersebut, berikut penjelasannya.

Paracetamol jadi salah satu obat populer di masyarakat. Bagaimana tidak? Harganya yang murah, mudah didapat, dan bisa mengatasi berbagai nyeri, membuat obat ini selalu ada di dalam tas untuk berjaga-jaga.

Saking manjurnya, ada yang bilang obat paracetamol juga ampuh untuk mengatasi nyeri ulu hati! Namun, apa iya manfaat paracetamol bisa dirasakan oleh lambung sehingga nyeri ulu hati berkurang? 

Bukankah kalau terlalu sering diminum, paracetamol justru dapat merusak dinding lambung, ya? Daripada bertanya-tanya sendirian, yuk, langsung saja simak penjelasan dokter di bawah ini.

Artikel Lainnya: Nyeri Ulu Hati akibat Asam Lambung, Atasi dengan Ini!

1 dari 4 halaman

Paracetamol untuk Nyeri Ulu Hati, Bisa atau Tidak?

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan di atas, begini penjelasan dr. Alvin Nursalim, Sp.PD

Menurutnya, sebelum menjawab bisa atau tidaknya paracetamol dijadikan obat nyeri ulu hati, kita harus tahu dulu apa penyebab kondisi ini terjadi.

Penyebab nyeri ulu hati itu ada beberapa hal, mulai dari tukak lambung, GERD, irritable bowel syndrome, pankreatitis atau kolesistitis, penyakit kantong empedu, penyakit jantung koroner, hingga cedera fisik.  

“Misalnya begini, nyeri ulu hati yang dirasakan si pasien ternyata penyebabnya adalah asam lambung naik. Biasanya, kondisi ini disertai juga oleh rasa begah dan mual. Mengatasi nyeri gangguan lambung dispepsia (seperti ciri-ciri tadi) dengan paracetamol, ya, tidak akan memberi efek positif buat si pasien,” jelasnya. 

Dokter Alvin menambahkan, “Kalau penyebab nyeri ulu hati karena asam lambung bergejolak, obatnya bukan paracetamol, melainkan obat penekan asam lambung seperti proton pump inhibitor, kayak omeprazol atau lansoprazol. Jadi, semua kembali lagi ke diagnosis penyebab nyerinya.”

Artikel Lainnya: Sering Nyeri Ulu Hati? Waspadai 5 Penyakit Ini!

Apabila nyeri ulu hati disebabkan oleh bekas pukulan yang sampai menimbulkan memar atau trauma organ tertentu (intinya bukan karena asam lambung), maka paracetamol bisa digunakan untuk meredakan rasa nyeri tersebut. Tentunya dengan dosis yang disesuaikan. 

“Pada dasarnya, tidak semua nyeri perlu diberikan anti nyeri seperti paracetamol. Perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memutuskan apakah perlu atau tidak mengonsumsi obat tersebut,” tutur dr. Alvin. 

Lalu, bagaimana dengan pendapat yang mengatakan efek samping paracetamol itu justru bisa meningkatkan risiko nyeri ulu hati dan gangguan lambung?

Menjawab pertanyaan yang satu itu, dr. Alvin menjelaskan, paracetamol merupakan obat pereda nyeri yang relatif aman dikonsumsi dan tidak sampai menimbulkan gangguan lambung. 

Berbeda dengan obat golongan NSAID seperti ibuprofen dan diclofenac. Jika pereda nyeri golongan NSAID seperti ibuprofen dikonsumsi terlalu sering dan banyak, risiko mengalami gangguan lambung memang akan semakin tinggi! 

Artikel Lainnya: Apa Penyebabnya Ulu Hati Sakit setelah Olahraga?

2 dari 4 halaman

Cara Meredakan Nyeri Ulu Hati karena Asam Lambung

Selain mengonsumsi obat penekan asam lambung (proton pump inhibitor) seperti yang direkomendasikan dr. Alvin, ada beberapa cara lain yang bisa untuk meringankan nyeri ulu hati. Berikut di antaranya:

  • Longgarkan pakaian agar tekanan di tengah dada dan perut berkurang.
  • Makan dalam porsi sedikit, tetapi sering.
  • Sehabis makan, jangan langsung tidur.
  • Tinggikan tubuh bagian atas (hindari berbaring terlentang), ambil posisi duduk atau berdiri. Jika ingin rebahan, gunakan bantal yang agak tinggi di bagian kepala.
  • Hindari dulu makanan pedas, asam, dan berlemak, dan minuman berkafein
  • Hindari merokok.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil, Lakukan Ini Saat Alami Nyeri Ulu Hati

3 dari 4 halaman

Berbagai Keluhan yang Dapat dan Tidak Dapat Diatasi Paracetamol

Tak lengkap rasanya jika Anda belum mengetahui keluhan apa saja yang sebenarnya dapat dan tidak dapat diatasi paracetamol. Manfaat paracetamol dapat Anda rasakan apabila Anda memiliki keluhan berupa: 

  • Demam.
  • Demam yang disertai pilek, batuk, dan sakit kepala.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Sakit non-saraf, seperti nyeri otot, sendi, nyeri perut akibat menstruasi atau trauma.

Sedangkan, manfaat paracetamol tidak bisa Anda dapatkan, apabila keluhan yang dimiliki berupa: 

  • Peradangan (paracetamol itu antinyeri dan antipiretik, bukan pereda nyeri yang sekaligus bisa mengatasi peradangan seperti ibuprofen dan aspirin).
  • Pembengkakan akibat terkilir.
  • Iritasi.
  • Nyeri punggung bawah.

Menggunakan paracetamol untuk nyeri ulu hati memang bisa dilakukan asalkan penyebabnya tepat (bukan karena asam lambung, tetapi karena pukulan atau trauma). 

Jika masih ada pertanyaan seputar nyeri, obat anti nyeri, dan keluhan medis lainnya, langsung saja konsultasi pada dokter kami lewat fitur LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar