Sukses

Diabetes Kering dan Diabetes Basah, Apa Bedanya?

Masih banyak yang suka menyebut diabetes basah dan diabetes kering. Sebenarnya, apa perbedaan di antara keduanya?

Beberapa orang menganggap penyakit diabetes terbagi menjadi dua jenis, yaitu basah dan kering. Padahal, di dalam dunia kedokteran tidak ada yang namanya diabetes basah atau kering.

Istilah tersebut ditujukan kepada jenis luka komplikasi yang dialami penderita diabetes. Untuk tahu ulasan lengkap, perbedaan, dan cara mencegah diabetes basah atau kering, simak penjelasan di bawah ini, ya.

 

1 dari 3 halaman

Menilik Perbedaan Diabetes Kering dan Basah

Perlu diketahui, penyakit diabetes mellitus (DM) atau kencing manis berisiko menyebabkan komplikasi pada penderitanya.

Contoh, jika penderita diabetes mengalami cedera, luka di kulitnya akan sulit untuk sembuh. Wujud luka inilah yang kemudian merujuk pada penyebutan diabetes kering dan diabetes basah.

"Sebenarnya tidak ada definisi diabetes basah atau kering dalam dunia medis. Istilah yang ada DM tipe satu, tipe dua, DM gestasional. Mungkin definisi basah yang dimaksud orang awam adalah luka pada penderita DM yang sulit untuk sembuh," ungkap dr. Devia Irine Putri.

Artikel Lainnya: 12 Jenis Diabetes Melitus yang Mungkin Mengintai Anda

Dalam istilah diabetes kering, luka yang dialami penderita biasanya sulit sembuh sempurna. Namun. tidak sampai bernanah. Apabila tidak sampai bernanah, berarti penderita diabetes itu mampu mengontrol gula darah dalam tubuh.

Nah, jika cederanya tidak dirawat dan kadar gula darah penderita diabetes tidak dikontrol, luka yang kering tadi bisa menjadi semakin parah hingga menimbulkan nanah. Adanya nanah pada luka inilah yang akhirnya disebut sebagai diabetes basah.

“Disebut luka basah kalau sudah keluar nanah. Nanah ini juga muncul karena luka yang sebelumnya kering sudah terinfeksi bakteri,” jelas dr. Devia Irine.

"Luka basah bernanah ini karena kadar gula darah tidak terkontrol. Akhirnya merusak pembuluh darah, menurunkan daya tahan tubuh, dan menyebabkan kerusakan di ujung-ujung saraf," lanjut dr. Devia.

Artikel Lainnya: Penderita Diabetes, Waspadai Komplikasi Ini

2 dari 3 halaman

Tips Mencegah Luka pada Penderita Diabetes

Untuk mencegah komplikasi tersebut penderita diabetes sebenarnya melakukan beberapa pencegahan.

Hal utama yang wajib dilakukan diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes) adalah menjaga kadar gula darah tetap normal.

Apabila tidak dirawat dengan baik, luka di tubuh berisiko menjadi infeksi. Saat infeksi menyebar dan tak membaik, bukan tidak mungkin bagian tubuh yang terkena harus diamputasi.

Kalau sudah keburu mengalami luka, periksakan ke dokter agar luka tidak semakin buruk.

Penting juga untuk penderita diabetes mencegah terjadinya cedera. Salah satu caranya, hindari melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang berisiko memberikan banyak benturan pada kaki atau tangan.

Selain itu, lakukan pencegahan luka lainnya dengan cara berikut in:

  • Pakai alas kaki (kaus kaki, sepatu yang nyaman).
  • Pakai pelembab (agar kulit tidak kering, kulit kering rentan gatal akibatnya akan mudah lecet karena digaruk).
  • Hati-hati saat menggunting kuku, jangan terlalu pendek karena bisa menyebabkan luka.
  • Selalu cek keadaan kaki setiap hari.

Itu dia informasi dan pencegahan luka diabetes kering atau basah. Jika ada hal lain yang ingin ditanyakan perihal kondisi diabetes, konsultasikan dengan dokter langsung lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar