Sukses

Makanan Dikerubungi Semut, Masih Boleh Dimakan?

Tidak sengaja makan makanan yang sudah disemutin, apakah masih aman atau ada dampak buruknya bagi kesehatan?

Saat kumpul-kumpul keluarga, mungkin ada saja makanan yang tersisa di meja makan. Baik itu lauk pauk maupun kudapan manis seperti kue. Jika tidak ditutup rapat, semut siap mengerumuni dan melahap sisa makanan tersebut.

Mungkin, makanan yang sudah disemutin akan langsung dibuang. Tapi, kalau tak sengaja termakan, apa masih aman dikonsumsi?

 

1 dari 3 halaman

Makanan Dikerubungi Semut, Masih Bolehkah Dimakan?

Dokter Devia Irine Putri mengatakan makanan yang telah disemutin memang sebaiknya dibuang dan jangan dimakan kembali.

“Makanan yang sudah disemutin pasti kebersihannya akan berkurang. Ini karena kita tidak tahu semut itu datangnya dari mana. Bisa saja melewati kotoran atau bangkai binatang lain. Ketika makanan sudah dikerumuni semut, memang sebaiknya langsung dibuang,” ujar dr. Devia.

Dokter Devia juga menyebutkan mengonsumsi makanan yang sudah digerayangi semut bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan, seperti diare, mual, dan muntah.

Meski tidak selalu terjadi, bagi beberapa orang yang memang sensitif, kondisi-kondisi tersebut bisa saja terjadi.

Selain itu, aroma makanan yang sudah digerayangi semut juga sudah berbeda, sehingga selera makan bisa jadi berkurang dan merasa mual.

Artikel Lainnya: Konsumsi Air dari Gelas Terbuka Semalaman, Amankah?

2 dari 3 halaman

Tidak Sengaja Menelan Semut, Adakah Risikonya?

Menurut dr. Devia, bila jumlah semut yang termakan tidak terlalu banyak (1-2 semut), tidak akan jadi masalah. Hal ini karena semut bisa ikut terurai saat masuk ke sistem pencernaan.

Hanya saja, jika jumlah semut yang termakan terlalu banyak, bisa menimbulkan beberapa efek kesehatan, seperti mual dan muntah.

“Kalau semut rumahan, sebenarnya jarang sekali memberikan efek kesehatan. Karena, semut rumahan berbeda dengan jenis semut lainnya seperti semut api. Lagipula, sebelum termakan, pasti semut sudah dibersihkan terlebih dahulu atau mungkin langsung dibuang,” ujar dr. Devia.

Namun, bagaimana jadinya bila semut yang termakan bukanlah semut rumahan, melainkan semut api? Tentu ini akan berbeda cerita.

Artikel Lainnya: Tips Memilih Jajanan Sehat di Pinggir Jalan

Karenanya, berikut beberapa efek yang mungkin bisa terjadi ketika Anda tidak sengaja makan semut dalam jumlah banyak:

  • Rongga Mulut Tersengat

Sebelum masuk dalam sistem pencernaan, semut api bisa saja menyengat rongga mulut dan membuat area itu jadi sakit dan terinfeksi.

Pasalnya, semut api memiliki sengatan yang tajam dan bisa melukai kulit tubuh, termasuk rongga mulut.

  • Muncul Diare

Baik semut api atau rumahan, keduanya sama-sama bisa menimbulkan diare. Karena, semut bisa datang dari mana saja, termasuk dari tempat-tempat kotor.

Jika Anda memiliki perut yang sensitif, maka kemungkinan diare bisa saja muncul.

  • Mual

Selain diare, Anda juga bisa merasa mual karena gangguan sistem pencernaan. Selain itu, semut juga punya aroma khas yang cenderung mengganggu.

“Kalau hanya tertelan 1-2, tidak masalah. Kalau semutnya banyak yang tertelan, tiga hal di atas bisa terjadi. Bila Anda berniat mengonsumsi makanan yang sudah disemutin, sebaiknya panaskan dan masak kembali makanan tersebut,” pesan dr. Devia.

Itulah penjelasan dokter mengenai risiko mengonsumsi makanan yang sudah dikerubungi semut. Usahakan untuk selalu jaga kebersihan makanan dan simpanlah di tempat yang bebas dari serangga.

Ingin konsultasi dengan dokter? Tak perlu repot, pakai fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar