Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ejakulasi Tertunda, Ketika Sperma Tidak Keluar saat Berhubungan Seks

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Ejakulasi Tertunda, Ketika Sperma Tidak Keluar saat Berhubungan Seks

Sperma tidak kunjung keluar meski telah melakukan hubungan seks sebanyak beberapa ronde? Waspada, bisa jadi itu merupakan tanda ejakulasi tertunda. Kenali gejalanya!

Mencapai klimaks bersama adalah salah satu goal dalam berhubungan seksual yang sangat diinginkan setiap pasangan. Sayangnya, sebagian pria mungkin saja tidak bisa ejakulasi sehingga hal tersebut sangat sulit diraih.

Dalam medis, kondisi tidak bisa ejakulasi dikenal dengan sebutan delayed ejaculation atau ejakulasi tertunda. 

Waspada, kenali gejala dan cara mengatasinya agar kondisi rumah tangga Anda bisa tetap harmonis!

1 dari 4 halaman

Mengenal Ejakulasi Tertunda Lebih Dekat

Ejakulasi tertunda adalah kondisi di saat pria tidak mengeluarkan sperma meski telah melakukan hubungan seksual selama 30 menit. Kondisi ini terjadi pada 1 hingga 4 persen populasi pria di dunia.

Berdasarkan penuturan dr. Devia Irine Putri, ejakulasi tertunda terjadi akibat adanya pengaruh psikis, seperti stres, perasaan cemas berlebih, atau depresi

“Selain itu, ejakulasi tertunda juga bisa terjadi akibat pengaruh alkohol, kelainan genitalia akibat trauma, cacat bawaan, pengaruh obat-obatan dan adanya penyakit yang mendasari,” ujar dr. Devia.

Melengkapi penjelasan dr. Devia, berikut ini adalah beberapa obat-obatan dan penyakit yang bisa meningkatkan risiko terjadinya ejakulasi tertunda pada pria:

  • Obat antidepresan, khususnya golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), obat untuk gangguan cemas, obat tekanan darah, obat antinyeri, dan obat-obatan jenis lainnya.
  • Penyakit yang bisa menjadi penyebab ejakulasi terlalu lama, misalnya kerusakan saraf, stroke, cedera sumsum tulang belakang, multipel sklerosis, diabetes derajat parah, dan efek riwayat pembedahan.

Terkait gejala, dr. Devia juga menerangkan ejakulasi tertunda dapat membuat seorang pria tidak mampu orgasme atau mengeluarkan sperma setelah mendapatkan rangsangan seksual dalam waktu lama (umumnya 30 menit atau lebih).

“Jika (ejakulasi tertunda) terjadinya hanya sesekali, itu normal. Tapi, jika (ejakulasi tertunda) selalu terjadi setiap berhubungan seksual dalam jangka waktu 6 bulan terakhir, kondisi ini harus segera ditangani dengan tepat,” kata dr. Devia.

Artikel Lainnya: Sudah Klimaks tapi Sperma Tidak Keluar, Apa yang Salah?

2 dari 4 halaman

Komplikasi Ejakulasi Tertunda Jika Tidak Ditangani

Layaknya penyakit pada umumnya, ejakulasi tertunda yang tidak segera ditangani dengan cara yang tepat juga bisa menyebabkan terjadinya komplikasi, seperti berikut ini.

  • Menurunkan rasa percaya diri, khususnya pada pria yang mengalaminya.
  • Kenikmatan seksual menurun.
  • Libido rendah, bahkan bisa memicu rasa trauma terhadap seks.
  • Menurunkan kesuburan pria, sehingga kemungkinan hamil menjadi rendah.
  • Stres dan cemas berkepanjangan.

Tidak hanya sebatas itu, ejakulasi tertunda juga bisa menggoyahkan keharmonisan dalam rumah tangga. Hal ini terjadi karena adanya rasa tidak puas saat melakukan hubungan seksual.

3 dari 4 halaman

Cara Tepat Mengatasi Ejakulasi Tertunda

Sebelum benar-benar terjadi komplikasi, beberapa cara mengatasi ejakulasi tidak bisa keluar yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut:

  • Terapkan gaya hidup sehat. Jauhi rokok dan alkohol.
  • Lakukan olahraga secara rutin dan teratur, minimal 30 menit sehari sebanyak 5 kali dalam seminggu.
  • Kelola stres dengan baik, misalnya dengan melakukan hobi, meditasi, atau kegiatan positif yang disenangi
  • Konseling dengan psikolog atau dokter psikiatri untuk membantu mengatasi kecemasan dan depresi. Jika memungkinkan, lakukan juga konseling pernikahan.

Artikel Lainnya: Akibat Tak Mau Seks Cepat Berakhir, Ini Efek Menahan Ejakulasi

“Kalau memang ada kondisi medis, seperti tekanan darah tinggi, kencing manis, atau lainnya, sebisa mungkin konsumsi obat yang diberikan dokter secara teratur,” ungkap dr. Devia.

“Perhatikan juga ada atau tidaknya efek samping yang dirasakan dari konsumsi obat terhadap masalah ejakulasi. Apabila ada, coba evaluasi ulang dengan dokter. Mungkin pergantian jenis obat dapat dilakukan,” lengkapnya.

Lantas, adakah obat khusus untuk mengatasi sperma tidak keluar meski telah berhubungan seks berdurasi lama? 

Menjawab pertanyaan ini, dr. Devia mengatakan belum ada obat pasti yang bisa mengatasi masalah ejakulasi tertunda hingga tuntas. 

“Obat yang ada hanya bertujuan untuk mengendalikan gejala yang dialami. Beberapa obat tersebut, misalnya Amantadine, Buspirone, dan Cyproheptadine,” tutur dr. Devia.

“Agar mengetahui jenis obat yang tepat, Anda sebaiknya berkonsultasi langsung pada dokter. Hal ini karena setiap orang berbeda-beda, jadi terapinya juga tidak bisa disamakan antara satu orang dengan lainnya,” pungkasnya.

Ada ejakulasi dini, ada pula ejakulasi tertunda. Keduanya tergolong sebagai masalah yang bisa mengancam keharmonisan dalam hubungan rumah tangga. Oleh karena itu, jika Anda mengalaminya, jangan tunda untuk segera berobat ke dokter agar masalah bisa teratasi dengan cepat dan tepat. 

Jika Anda masih punya pertanyaan mengenai sperma tidak bisa keluar atau masalah seksualitas lainnya, jangan sungkan untuk chatting secara langsung pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar