Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Terpaksa Long Distance Parenting, Ini Efeknya pada Anak!

Terpaksa Long Distance Parenting, Ini Efeknya pada Anak!

Orang tua harus terpisah karena pekerjaan, long distance parenting pun terjadi. Beberapa orang mengatakan ini tak baik buat anak. Apa kata psikolog?

Idealnya, pola asuh melibatkan interaksi intens secara langsung antara orang tua dan anak. Tapi, terkadang dalam situasi tertentu, pengasuhan jarak jauh alias long distance parenting harus dilakukan.

Misalnya, orang tua mesti bekerja jauh di luar kota atau luar negeri. Meski beberapa waktu sekali kembali lagi ke rumah, tetapi mayoritas hubungan dilakukan secara virtual.

Apakah kondisi long distance parenting seperti ini berdampak pada tumbuh kembang anak?

1 dari 3 halaman

Dampak Long Distance Parenting bagi Tumbuh Kembang Anak

Semua keputusan yang diambil dalam pola asuh anak tentunya ada dampak positif dan negatifnya.

Untuk dampak negatif, ketika orang tua jauh dari anak, orang tua cenderung mengiyakan atau menyetujui semua tuntutan anak.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Karena, orang tua berusaha menebus ketidakhadiran mereka dengan persetujuan yang sebenarnya. Tapi, jika tak terkontrol, maka dapat merusak masa muda anak.

Saat orang tua dan anak ada dalam hubungan jarak jauh, orang tua cenderung melewatkan fase-fase pertama dalam kehidupan anak.

Mulai dari fase pertama berjalan, masuk sekolah, menjuarai lomba, atau pertama kali mendapatkan hasil lulus ujian penting. Kadang, anak lebih butuh kehadiran ketimbang materi.

Artikel Lainnya: Penuh Tantangan, Ini Alasan Ortu Harus Dampingi Anak Belajar Online

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, long distance parenting memang punya tantangan tersendiri.

Namun, selama komunikasi, kepercayaan, dan perasaan saling memahami terus ada, seharusnya hubungan jarak jauh tersebut tak jadi masalah.

“Sebenarnya, kembali lagi ke orang tua dan anak masing-masing. Ada yang tetap bisa menerapkan pola asuh terkontrol, tapi ada juga yang menerapkan pola asuh bebas,” ungkap Ikhsan.

“Terkontrol berarti komunikasi terjalin baik, orang tua seperti sahabat, penuh afeksi meski tak langsung. Tapi kalau pola asuh bebas, mereka jarang komunikasi, sekalinya komunikasi malah lebih mirip perintah,” jelasnya.

Di sisi lain, ketika orang tua jauh dari anak, anak tumbuh dengan mandiri. Kemampuannya dalam bertahan hidup juga tinggi.

Ia mengerti sudut pandang dari berbagai kondisi dan tidak memaksakan kehendak. Umumnya, juga lebih bijak atau dewasa. Inilah kelebihan utama dalam long distance parenting.

Ikhsan menambahkan, “Long distance parenting nggak selalu bikin hubungan antara orang tua dan anak menjadi renggang, kok. Ini benar-benar tergantung individunya. Selama saling menyempatkan waktu dan komunikasi terjaga, hubungan akan baik-baik saja.”

Artikel Lainnya: Anak Malas-Malasan Sekolah Online, Ini Trik yang Bisa Dilakukan Ortu!

2 dari 3 halaman

Cara agar Long Distance Parenting Berjalan Lancar

Meski ini jadi hubungan dan pola asuh yang menantang, tetapi bukan berarti Anda harus menyerah dan berlarut dalam kesedihan karena harus meninggalkan anak.

Psikolog Ikhsan memberikan tips bagaimana caranya long distance parenting bisa berjalan lancar, antara lain:

  • Buatlah jadwal video call dan jadwal bertemu yang sudah disepakati bersama. Akan lebih baik bila Anda membuatnya sebelum berpisah.

Lakukan secara konsisten, terutama di momen-momen spesial. Kalau berhalangan, sebisa mungkin ada waktu penggantinya.

  • “Kalau memang anaknya masih kecil, berarti tinggalnya, kan, sama salah satu anggota keluarga. Orang tersebut juga harus menjaga kualitas hubungan dengan anak agar ia tidak merasa kesepian. Orang tersebut sebisa mungkin sering menceritakan atau memperlihatkan foto orang tua agar anak tidak lupa,” saran Ikhsan.
  • Anggota keluarga yang merawat anak harus sering mengirimkan foto atau video ke orang tuanya, terutama di fase-fase pertama mereka tumbuh, baik itu berjalan, belajar main sepeda, dan lain sebagainya.
  • Kirimkan hadiah kepada anak. Usahakan hadiah tersebut adalah sesuatu yang benar-benar dibutuhkan atau diidam-idamkan anak. Dengan begitu, ia akan terus menggunakannya dan menjaga hadiah tersebut.

Artikel Lainnya: Dampingi Anak Saat Belajar di Rumah, Ini Tipsnya!

  • Bila anak sudah cukup besar, tak ada salahnya kalau sesekali anak yang memberikan hadiah kepada orang tua. Tak perlu mahal, hadiah handmade juga bisa. Pasti ini membuat orang tua tersentuh dan semakin sayang.
  • Saat bertemu langsung, usahakan tidak bertengkar. Buatlah momen yang menyenangkan, perbanyak kegiatan bersama (jangan banyak membuat janji dengan teman), dan jangan lupa berfoto atau bahkan buat konten video bersama. Hitung-hitung, bisa jadi obat kangen kalau sedang jauh, kan?
  • Sebagai orang tua, bohong bila Anda tidak merasa khawatir. Namun, kontrol rasa khawatir tersebut. Tetap berikan kepercayaan, tetapi Anda juga harus punya nomor telepon orang-orang terdekat anak.

Mulai dari nomor telepon teman-temannya, orang tua temannya, guru, pemilik kost, dan lain sebagainya. Jadi, saat butuh bantuan untuk mengontrol, Anda bisa menghubungi mereka.

  • Tekankan pada anak, khususnya yang hendak beranjak remaja, bahwa orang tuanya selalu ada untuknya. Saat perasaan tidak enak atau ada masalah, jangan malu menceritakannya ke orang tua.
  • Saat anak terlibat masalah, jangan langsung memarahinya via telepon. Itu akan membuatnya merasa dihakimi dan justru bisa merenggangkan hubungan.

Tanya dan dengarkan alasan serta kronologi kejadiannya. Bila Anda bisa hadir langsung untuk membantunya, tentu jauh lebih baik karena ia akan merasa benar-benar dipedulikan.

Long distance parenting memang susah-susah gampang. Orang tua harus paham sisi anak yang ingin diperhatikan.

Anak pun harus mengerti sisi orang tua yang punya kewajiban, khususnya pekerjaan. Saat orang tua jauh dari anak, kunci utamanya adalah komunikasi. Jika dasar tersebut sudah oke, maka pasti cara lainnya akan gampang untuk dilakukan!

Bila punya pertanyaan seputar pola asuh dan tumbuh kembang anak, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar