Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Presiden Joko Widodo: Puncak COVID-19 di Bulan Agustus-September!

Presiden Joko Widodo: Puncak COVID-19 di Bulan Agustus-September!

Prediksi terkait perkembangan wabah COVID-19 terus berkembang. Kini Jokowi menyebut puncak virus corona Indonesia adalah dua bulan ke depan!

Seiring berjalannya waktu, angka kasus positif virus corona di Indonesia memang semakin tinggi. Bahkan, dalam sehari pernah mencatat lebih dari 1.000 kasus positif.

Tidak sedikit yang bertanya-tanya kapan pandemi ini berakhir. Kabar terbarunya, Presiden RI, Joko Widodo mengatakan puncak COVID-19 di Indonesia akan berada pada Agustus sampai September.

Jokowi Prediksi Puncak Pandemi COVID-19 Agustus-September

Dalam pertemuannya dengan beberapa media, Jokowi mengatakan puncak COVID-19 di Indonesia akan berada pada Agustus sampai September. Namun, prediksi ini bisa saja berubah bila kasus corona terus melonjak.

Maret lalu, Jokowi juga sempat memprediksi bahwa kasus COVID-19 di Indonesia akan memuncak pada Mei dan menurun pada Juli. Namun, prediksi ini pun meleset.

Karena, kasus positif di Indonesia semakin tinggi dan fakta bahwa positivity rate-nya juga bertambah hingga 10,5 persen.

1 dari 4 halaman

Jumlah Kasus Virus Corona di Indonesia Masih Tinggi

Kepala Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung, Nuning Nuraini mengatakan sampai saat ini Indonesia masih dalam tahap gelombang pertama COVID-19. 

Bahkan, ketika sudah masuk masa new normal, Indonesia masih berada di gelombang pertama. Nuning khawatir, dengan adanya new normal pada gelombang pertama, maka potensi penyebarannya pun akan semakin tinggi.

Menurutnya, potensi penyebaran justru lebih menurun ketika sistem work from home (WFH) diperketat.

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri setuju dengan Nuning Nuraini. Menurutnya, ketika Indonesia masih menerapkan sistem WFH dan PSBB secara ketat, lonjakan kasusnya tidak separah seperti saat ini.

Meski begitu, dr. Devia tidak menyalahkan kebijakan new normal. Menurutnya, banyaknya orang yang masih cuek dan menganggap remeh pandemi virus corona inilah yang membuat angka positif semakin tinggi.

“Untuk masalah prediksi Presiden Jokowi, sebenarnya mungkin saja terjadi. Ini dikarenakan pemeriksaan dan tracing juga sudah banyak dilakukan. Jadi memang mungkin puncaknya ada di Agustus dan September,” ujarnya.

Artikel Lainnya: 2 Obat Herbal Virus Corona Kalbe Farma Ikut Uji Klinis

2 dari 4 halaman

Ada Keterbatasan Data Virus Corona di Indonesia

Nuning menambahkan keterbatasan data juga jadi titik lemah dalam memahami COVID-19. Menurutnya, kekurangan di Indonesia adalah data di tiap wilayah tidak memiliki standar variabel yang seragam.

Tidak hanya itu, ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Pandu Riono juga mengkritik penanganan pemerintah dalam menangani perkembangan kasus COVID-19.

Pandu menyebutkan tidak ada acuan yang jelas untuk menekan angka penyebaran, sehingga puncak pandemi di Indonesia terus meleset dari perkiraan.

Mengenai hal ini, dr. Devia pun setuju. Ia mengatakan,

“Iya ini kekurangan negara kita kalau masalah data belum rapi dan terstruktur. Tes juga lama karena alat yang dimiliki terbatas, tenaga medis dan fasilitas medis juga terbatas. Ditambah lagi ada waktu yang lama untuk cek swab-diperiksa-dilaporkan kembali. Jadi kalau data belum terkumpul secara baik, penanganan akan berjalan lambat.”

Artikel Lainnya: Apa Orang Indonesia Bisa Adaptasi dengan New Normal COVID-19?

3 dari 4 halaman

Sejumlah Prediksi Puncak dan Akhir Virus Corona di Indonesia

Sebelum ada prediksi dari Presiden Joko Widodo, beberapa lembaga memang sudah memiliki prediksi sendiri tentang puncak dan akhir penyebaran virus corona di Indonesia.

Sayangnya, beberapa prediksi itu pun terus meleset dan belum ada yang terbukti hingga sekarang. Apa saja prediksinya? Berikut ulasannya:

1. Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi ITB

Penelitian yang dilakukan memprediksi pandemi virus corona akan berakhir pada akhir Mei hingga awal Juni 2020. Tapi kenyataannya, hingga awal Juli, kasus COVID-19 di Indonesia semakin meningkat.

2. Badan Intelijen Negara (BIN)

BIN memprediksi, puncak COVID-19 akan berada di akhir Juli. Namun, melihat angka positif yang terus naik, mungkin prediksi ini bisa meleset.

3. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA

LSI Denny JA memprediksi, puncak pandemi virus corona di dunia atau 99 persen kasus corona akan selesai pada Juli sampai September 2020. Untuk Indonesia sendiri, prediksinya adalah pandemi akan berakhir pada Juni 2020.

4. Universitas Gadjah Mada (UGM)

Sama dengan BIN, universitas ternama di Yogyakarta ini juga memprediksi akhir pandemi virus corona di Indonesia akan berada di akhir Juli. Lagi-lagi, prediksi ini meleset.

Nah, agar prediksi Presiden Jokowi tak meleset dan pandemi bisa segera berakhir, dr. Devia meminta agar masyarakat tidak lagi cuek dengan virus corona. Ia menyebut, dengan mematuhi protokol kesehatan dan menghindari keluar rumah, persebaran virus COVID-19 bisa dihentikan.

Bila Anda ingin konsultasi lebih lanjut seputar COVID-19 dengan dokter, pakai fitur LiveChat 24 jam di aplikasi. KlikDokter juga menyediakan tes coronavirus online, rapid test, dan PCR untuk bantu memeriksa gejala pribadi.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar