Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Heboh, Pria di Bogor Divonis Dilarang Makan Mi Instan Lagi, Kenapa?

Heboh, Pria di Bogor Divonis Dilarang Makan Mi Instan Lagi, Kenapa?

Kecanduan mie instan hingga alami kondisi kesehatan serius, pria di Bogor ini harus say goodbye dengan mie instan! Memang, kondisi apa yang dialaminya?

Praktis dan enak, ini alasan utama yang bikin seseorang jadi kecanduan mie instan. Namun, apa jadinya bila Anda tak boleh makan mie instan lagi seumur hidup?

Ya, kondisi ini dialami oleh seorang pria di Bogor. Hal ini diakibatkan makan mie instan setiap hari. Ia pun sampai mengalami masalah kesehatan yang fatal.

Awal Mula Pria di Bogor Kecanduan Mi Instan

Pengalaman pria yang berinisial T tersebut dibagikan melalui akun Facebook pribadinya. T menjelaskan ia memang makan mi instan setiap hari semasa kuliah dulu.

"Sekitar 13-14 tahun yang lalu, ketika gw masih berstatus sebagai mahasiswa di suatu universitas terkenal di Jakarta dan nge-kost. Nggak ada ocehan orang tua yang harus kita dengar sehingga nggak ada melarang kita. Pokoknya bebas," tulisnya di Facebook.

T mengatakan, kamar kostnya berdekatan dengan dapur. Kondisi ini memudahkan ia untuk memasak mi instan setiap hari.

Nasi sudah jadi bubur, T mengaku sangat menyesal atas kecanduan mie instan yang ia alami dulu, seakan-akan tidak ada makanan lain.

1 dari 4 halaman

Pria Ini Sanggup Makan Mi Instan Berkardus-Kardus

Tak tanggung-tanggung, hanya dalam seminggu, T mampu menghabiskan setengah kardus mi instan setiap hari. Ia juga mengaku, tiga kardus mi instan dihabiskan dalam waktu tiga minggu.

Perlu diketahui, dalam satu dus mi instan, biasanya berisi 40 bungkus mi. Jadi, dalam seminggu, ia menyantap 20 porsi mi instan.

Tak cuma itu, ia pun punya kebiasaan menunda makan dengan alasan “tanggung” (menunggu hingga tugas kuliahnya selesai).

Menanggapi apa yang pernah dilakukan T, begini penjelasan dr. Devia Irine Putri kepada KlikDokter.

Menurutnya, mi instan bukanlah makanan pokok yang baik untuk dikonsumsi setiap hari dan setiap waktu.

Sesuatu yang instan tidak akan berdampak positif bila dikonsumsi terus-menerus. Cepat atau lambat, pasti tubuh akan melontarkan protesnya lewat penyakit.

Artikel Lainnya: Cara Membuat Mi Instan Lebih Menyehatkan

2 dari 4 halaman

Akhirnya Alami Muntah Darah dan Tenggorokan Meradang

Benar saja, tenggorokan dan lambung pria di Bogor itu panas dan terbakar. Bahkan, ia pun sampai muntah darah dua kali.

Setelah dirujuk dokter untuk melakukan gastroskopi, ternyata ada peradangan parah di bagian tenggorokannya.

Jika kecanduan ini diteruskan, hal yang terjadi bukan sekadar radang, melainkan kanker. Alhasil, pria yang kecanduan mi instan itu pun dilarang untuk makan mi instan setiap hari selama sisa hidupnya.

Soal muntah darah dan tenggorokan yang meradang, dr. Devia menjelaskan, itu memang bisa terjadi. “Dalam mi instan, ada bahan pengawet Tertiary butylhydroquinone (TBHQ). Tujuannya, biar makanan tersebut tidak mudah teroksidasi,” jelasnya.

Nah, sebenarnya kalau dari FDA, penggunaan TBHQ ini masih dalam batas aman bila tidak lebih dari 0,7 mg/kgBB. Jadi, mi instan itu sebenarnya bukan makanan berbahaya, ya. Ini akan berubah jadi bahaya kalau dikonsumsi berlebihan,” tambah dr. Devia.

Meski tergolong aman, efek samping yang dapat terjadi bila tubuh terpapar TBHQ terus adalah tingginya risiko kanker, fungsi organ hati terganggu, dan merusak saluran pencernaan karena susah dicerna.

Dokter Devia menjelaskan, “Kalau makanan semakin lama diproses oleh lambung, maka itu akan memengaruhi produksi asam lambung. Asam lambung yang banyak menyebabkan perlukaan di lapisan lambung atau bisa juga refluks ke tenggorokan dan jadi GERD.”

“Asam lambung yang tak terkontrol akan mengiritasi saluran di tenggorokan, sehingga tenggorokan jadi kering, meradang, sakit, dan berdarah,” lengkapnya. Sekarang Anda sudah tahu, kan, bahaya mi instan bila dikonsumsi berlebihan?

Artikel Lainnya: Kenali Bahaya Ini Sebelum Makan Mie Instan

3 dari 4 halaman

Kebiasaan Makan Mi Instan Harus Dihentikan

Karena kondisinya yang sudah parah, T tidak bisa hanya mengurangi porsi atau frekuensi makan mi instannya.

Ia harus benar-benar berhenti dan tobat dari kecanduan mi instan bila tidak ingin mengalami hal yang lebih parah, yakni kanker dan kematian akibat kanker.

Selain mi instan, pria tersebut juga dilarang minum kopi, minuman bersoda, camilan atau snack kemasan, serta makan makanan pedas atau asam.

Kabar baiknya, itu semua tidak dilarang seumur hidup, melainkan setahun. Setelah itu, porsi dan frekuensinya harus benar-benar dibatasi.

Menanggapi larangan yang dianjurkan dokter yang merawatnya, dr. Devia pun setuju. Selama proses penyembuhan, tenggorokan, lambung, usus, dan lain sebagainya harus terhindar dari beragam makanan dan minuman yang merangsang.

Untuk memaksimalkan proses penyembuhan, T sebaiknya juga tak langsung tidur habis makan, supaya asam lambung tak naik dan melukai tenggorokan lagi.

Bicara soal kecanduan mi instan dan bahayanya sebenarnya mirip dengan bahaya merokok.

Orang tak akan kapok kalau belum merasakan sendiri akibatnya. Efeknya pun bukan jangka pendek, tapi jangka panjang.

Seharusnya, apa yang dialami oleh pria dari Bogor ini bisa kita jadikan pelajaran. Makan mi instan boleh-boleh saja asalkan tidak berlebihan!

Bila Anda ada pertanyaan seputar bahaya mie instan atau masalah kesehatan lainnya, langsung saja konsultasikan kepada dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar