Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Telur Infertil Beredar di Pasaran, Adakah Bahayanya buat Kesehatan?

Telur Infertil Beredar di Pasaran, Adakah Bahayanya buat Kesehatan?

Jadi makanan sehari-hari, telur infertil dijual dengan harga murah dan bikin pembeli tergiur! Lantas, adakah bahaya telur infertil? Atau sebenarnya, aman-aman saja?

Mendengar ada telur dengan harga murah, masyarakat umumnya langsung ingin membeli. Pasalnya, telur jadi salah satu bahan utama yang sering dikonsumsi, sehingga kalau dapat yang murah, pasti bikin happy!

Sayangnya, akhir-akhir ini, beredar telur infertil. Dengan harga miring, telur infertil disebut-sebut bahaya buat kesehatan kita. Benarkah demikian?

Kasus Penjualan Telur Infertil di Tasikmalaya

Sementara itu, Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menemukan penjual telur infertil selama pandemi COVID-19 di sekitar wilayah Komplek Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Selasa (9/6).

Dilansir dari Kompas, petugas awalnya curiga karena harga dari pedagang tersebut sangat murah, yaitu hanya Rp 15.000 per kilogram. Padahal, saat ini, harga telur lokal di lokasi sama mencapai Rp 22.000-24.000 per kilogram.

"Awalnya kita mendapatkan laporan dari warga pasar yang memberitahukan ada salah satu pedagang telur baru di pinggir jalan yang menjual harga rendah Rp 15.000 - 17.500," tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi, kepada awak media.

"Mereka menjual tak sesuai dengan harga pasaran normal. Saat kita cek, pedagang itu menjual telur infertil," tambahnya.

Penjualan telur infertil atau hatched egg (HE) melanggar Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam RAS dan Telur Konsumsi.

Dalam peraturan tersebut, penjual telur infertil bisa dikenakan sanksi peringatan tertulis, penghentian kegiatan, hingga sanksi terberat, yaitu penghentian kegiatan usaha.

Artikel Lainnya: Haruskah Menyingkirkan Kuning Telur Saat Diet?

1 dari 4 halaman

Apa Itu Telur Infertil?

Telur infertil berasal dari perusahaan pembibitan ayam broiler atau ayam pedaging (breeding).

Disebut infertil karena si telur tidak menetas atau memang sengaja tidak ditetaskan. Sebenarnya, telur itu tidak boleh dikonsumsi. 

Telur infertil dapat menjadi anak ayam jika disimpan dalam suhu yang cocok. Akan tetapi, bila disimpan di dalam ruangan yang tidak cocok, pertumbuhannya menjadi tidak sempurna, mati, lalu membusuk.

Sebelum dijual, telur infertil umumnya disemprot zat kimia. Bakteri di dalam telur yang mulai membusuk serta adanya kandungan zat kimia, disebut-sebut berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi manusia.

2 dari 4 halaman

Adakah Bahaya Telur Infertil bagi Kesehatan?

Menanggapi isu adanya bahaya telur infertil jika dimakan oleh manusia, begini penjelasan dr. Devia Irine Putri.

“Sebenarnya, kalau dibilang telur infertil ini berbahaya banget, sih, nggak. Dia cuma lebih cepat busuk daripada telur ayam yang biasa. Ini karena dia dari sel telur betina saja, ga ada ikut serta sperma dari ayam jantan,” tuturnya.

“Belum ada bukti spesifik tertentu dari bahaya telur infertil ini. Hanya saja, kalau kita makan telur yang dalam keadaan mau busuk atau sudah busuk, tentu ada kontaminasi bakteri. Alhasil, Anda bisa kena gangguan pencernaan, misalnya muntah-muntah, diare, dan disertai demam,” dr. Devia menambahkan.

Lalu, bagaimana dengan zat kimia yang disemprotkan ke telur infertil? Bukankah itu juga berbahaya buat kesehatan kita?

“Kadang, kita nggak mencuci telur kalau habis dari pasar atau supermarket. Padahal, kita tetap harus cuci, mau itu disimpannya di kulkas atau di luar kulkas,” kata dr. Devia.

Dokter Devia menambahkan, “Kalau kita lupa cuci, pas kita pecahin, kadang ada bagian kulit telur yang masuk. Dari situlah zat kimia dari kulit telur mengontaminasi. Bahan kimia biasanya menumpuk. Kalau sudah begitu, itu bisa memicu kanker di kemudian hari. Jadi, efek konsumsi telur infertil yang satu ini lebih ke jangka panjang, bukan langsung.”

Artikel Lainnya: Bolehkah Penderita Kolesterol Tinggi Makan Telur?

3 dari 4 halaman

Bagaimana Cara Membedakan Telur Infertil dan Telur Biasa?

Tak sulit untuk membedakan mana telur infertil dan telur ayam konsumsi. Beberapa ciri telur infertil yang bisa Anda perhatikan, antara lain:

  • Telur infertil dijual oleh pedagang dengan harga murah di bawah harga pasaran. Pikir-pikir lagi sebelum berniat membeli telur di bawah Rp 20.000 per kilogram.
  • Cangkang telur infertil berwarna lebih pucat atau putih.
  • Telur infertil tidak bertahan lama, biasanya mulai membusuk setelah seminggu
  • Ketika dimasak, bentuk kuning telurnya tidak bulat atau pecah, dan ada bagian yang busuk.

Itu dia informasi tentang telur infertil dan efek sampingnya bila dikonsumsi. Apabila Anda masih punya pertanyaan seputar makanan berbahaya serta efek yang ditimbulkan pada kesehatan Anda, langsung saja tanyakan hal tersebut ke dokter kami lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar