Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penyintas COVID-19 Tidak Boleh Berhubungan Seks 1 Bulan, Apa Alasannya?

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Penyintas COVID-19 Tidak Boleh Berhubungan Seks 1 Bulan, Apa Alasannya?

Jangan langsung berhubungan seks pasca sembuh dari virus corona. Studi menyebutkan bahwa virus corona bisa bertahan dalam sperma.

Lagi-lagi, penelitian seputar virus corona menemukan hasil mengejutkan. Di mana para penyintas (pasien sembuh) COVID-19, harus menunggu satu bulan sebelum boleh kembali berhubungan seks.

Mengutip Interesting Engineering, berdasarkan sebuah studi di Tiongkok oleh peneliti Thailand, orang yang sudah pulih dari virus corona sebaiknya menunda untuk melakukan hubungan seks sampai satu bulan pasca sembuh.

Pasalnya, penelitian ini menemukan bahwa virus corona bisa bertahan dalam sperma selama satu bulan.

 

1 dari 4 halaman

Mengapa Pasien Sembuh COVID-19 Harus Tunda Berhubungan Seks?

Veerawat Manosutthi, seorang dokter senior di Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, menyarankan agar menghindari seks selama setidaknya tiga puluh hari, setelah pulih dari coronavirus. Hal ini bertujuan untuk membantu mengurangi penyebarannya.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association (JAMA) ini, mengambil sampel semen (air mani) dari 38 pria dengan COVID-19 di provinsi Henan, China.

Sampel pertama diambil pada 26 Januari, dan yang kedua pada 16 Februari. Para peneliti menganalisis sampel dan menemukan bahwa 16% pria dalam survei tersebut memiliki jejak COVID-19 dalam air mani mereka.

Masih belum pasti apakah penyakit itu sendiri dapat ditularkan secara seksual, tapi para peneliti menyarankan akan lebih baik bila seseorang bisa melakukan langkah pencegahannya.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Namun, perlu dicatat bahwa riset ini belum bisa dipastikan kebenarannya karena hanya segelintir orang yang baru dites. Tetap diperlukan penelitian lanjut untuk benar-benar membuktikan bahwa ada transmisi seksual yang mungkin berperan dalam penyebaran COVID-19.

Selain itu, tidak jelas berapa lama virus bertahan dalam air mani atau sperma, mengingat bahwa peserta dalam penelitian masih menunjukkan gejala COVID-19 atau baru saja pulih.

Terlebih lagi, belum ada penelitian lainnya yang membuktikan bahwa virus ini bisa bertahan pada sperma meski pasien sudah dinyatakan sembuh.

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada penelitian pasti yang menyebut seseorang bisa tertular COVID-19 hanya dari sperma.

Umumnya, penularan ini akan terjadi ketika pasangan melakukan kontak fisik, seperti berciuman, berpelukan, atau melakukan aktivitas seksual lainnya.

“Karena ini belum pasti, ya, bahaya atau tidak sebenarnya masih rancu juga. Tapi, pasien yang sudah dinyatakan sembuh memang sebaiknya tetap melakukan isolasi mandiri dulu selama 14 hari.

Setelah melakukan isolasi mandiri, lakukan tes ulang untuk benar-benar membuktikan diri telah negatif dari penularan virus corona,” ujar dr. Devia.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 4 halaman

Berhubungan Seks Bisa Jadi Gerbang Penularan Virus Corona

Melansir The Guardian, dokter dari Departemen Biomedis dan Ilmu Kehidupan Universitas Lancaster dan pakar penyakit virus, dr. Muhammad Munir, mengatakan ketika orang yang tidak terjangkit virus melakukan hubungan atau aktivitas seksual apa pun dengan orang lain yang terjangkit virus, maka orang tersebut bisa dengan mudah ikut tertular.

Coronavirus sendiri sebenarnya tidak sama seperti penyakit seksual menular yang ditularkan ketika sedang berhubungan seksual. Tapi, ketika seseorang melakukan hubungan seksual, akan ada kontak yang sangat dekat, sehingga kemungkinan penularan itu bisa terjadi,” ujar dr. Munir.

Hal ini pun dibenarkan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong. Dirinya menyebutkan, jika ada aktivitas fisik yang sangat dekat dengan orang positif corona, maka kemungkinan besar Anda tertular pun sangat besar.

“Kalau berhubungan seksual yang dimaksud adalah penetrasi penis yang masuk ke dalam vagina, maka virus corona tidak akan ditularkan. Tapi, kan, kalau berhubungan seksual itu pasti ada kontak fisik lainnya, seperti berciuman, pelukan, dan sebagainya. Nah, itulah yang membuat seseorang jadi tertular virus corona,” jelas dr. Sepriani.

3 dari 4 halaman

Dinyatakan Sembuh, Lakukan Ini!

Perlu dicatat, pasien yang sembuh dari virus corona masih bisa tertular lagi. Karenanya, pasien sembuh harus melakukan beberapa prosedur medis, seperti:

1. Lakukan Self-Isolation

Self-isolated yang dimaksud adalah pasien diminta untuk tetap berada di dalam rumah selama empat belas hari. Selama waktu yang ditentukan itu, pasien diminta untuk menggunakan masker dan mengurangi kontak fisik dengan keluarga atau kerabatnya.

Saat empat belas hari masa self-isolated, pihak dinas kesehatan setempat akan ikut memantau kondisi kesehatan pasien.

2. Hindari Merokok

Selain itu, larangan merokok juga wajib dilakukan oleh pasien virus corona yang sembuh. Hal ini berisiko bisa merangsang kembali infeksi paru-paru atau masalah paru yang Anda derita selama COVID-19 menyerang.

3. Terapkan Protokol Pencegahan COVID-19

Pasien sembuh masih bisa tertular lagi. Karena itu, melakukan physical distancing sangat penting. Anda juga diminta untuk rajin mencuci tangan dengan air dan sabun, serta wajib menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah.

Itulah beberapa informasi seputar kaitan penularan coronavirus dengan hubungan seksual. Lakukanlah cek risiko virus corona online dan rapid test dari KlikDokter agar tahu kondisi pribadi.

Bila ada pertanyaan seputar coronavirus, yuk, langsung tanyakan pada dokter-dokter spesialis di aplikasi Live Chat KlikDokter!

(FR/OVI)

1 Komentar

  • Mia Zi Hery

    kalau tes rapid ke 2..stelah 10 hari tes pertama.. itu hasilnya negatif berarti memang benar2 beneas covid kah? ini untuk pemudik