Sukses

Tips Perawatan Luka Ringan di Rumah

Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kita pernah mengalami luka. Tenang, luka ringan dapat dirawat di rumah. Bagaimanakah caranya?

Berbagai kejadian sehari-hari dapat menyebabkan timbulnya luka pada kulit. Misalnya saja terjatuh, terkena pisau saat memotong bahan masakan, dan sebagainya.

Saat mengalami luka, apalagi jika berdarah, sering kali memicu rasa panik dan khawatir. Padahal, dengan perawatan yang tepat di rumah luka ringan pun dapat sembuh dengan baik.

Apa Itu Luka Ringan?

Secara umum, suatu luka dianggap ringan apabila tidak menimbulkan penyakit atau halangan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Luka ringan juga bisa berupa luka yang berukuran kecil dan cukup bersih.

Ada juga pendapat bahwa luka ringan merupakan luka dengan kedalaman sebatas jaringan lemak subkutan (di bawah kulit), tidak memengaruhi jaringan di bawahnya (seperti otot, tulang saraf, dan lain-lain), serta tanpa kehilangan jaringan yang signifikan.

1 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Merawat Luka yang Benar?

Memang, tidak ada suatu definisi pasti dari luka ringan. Namun, luka ini secara umum sederhana serta tidak memerlukan penanganan khusus di fasilitas kesehatan.  Anda pun dapat melakukan perawatan di rumah untuk menyembuhkannya.

Jadi, bagaimanakah tips perawatan luka yang benar?

1. Cuci Tangan

Luka terbuka merupakan pintu masuk yang ideal bagi kuman. Karena itu, pastikan tangan Anda sudah bersih sebelum melakukan perawatan luka. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan menggunakan sabun dan air mengalir, dengan cara sebagai berikut:

  • Basahi seluruh permukaan tangan dengan air mengalir
  • Ambil sabun, bentuk busa. Bersihkan seluruh permukaan tangan, termasuk telapak dan punggung tangan, sela-sela jari, serta area kuku. Menggosok tangan dengan sabun sebaiknya dilakukan sekurang-kurangnya selama 20 detik
  • Basahi tangan kembali dengan air mengalir, lalu bilas seluruh busa dari tangan
  • Keringkan dengan handuk bersih, tisu, atau diamkan hingga kering sendiri

2. Hentikan Perdarahan

Setelah tangan bersih, Anda dapat menyentuh area sekitar luka. Apabila luka berdarah, langkah yang perlu dilakukan adalah menghentikan perdarahan. Hal ini dapat Anda lakukan dengan menekan luka menggunakan kain bersih (misalnya handuk bersih, sapu tangan, atau tisu).

Jika luka terdapat pada tangan atau lengan, usahakan angkat melewati kepala. Jika lupa terdapat pada kaki, usahakan berbaring dan meninggikan kaki. Hal tersebut dapat membantu mengurangi aliran darah ke area luka, sehingga mengurangi perdarahan.

3. Irigasi Luka

Setelah luka berhenti berdarah, lakukan irigasi luka. Caranya dengan membasuh luka menggunakan air mengalir selama 5-10 menit.

Usahakan menggunakan air bersih dan matang. Dengan mengirigasi luka menggunakan air mengalir, diharapkan kotoran yang terdapat pada luka akan terbuang pula.

4. Penggunaan Antiseptik

Langkah penanganan luka selanjutnya adalah dengan mencuci luka. Anda dapat menggunakan pencuci antiseptik khusus. Jika tidak tersedia, bisa memakai sabun. Tujuannya adalah agar luka terbebas dari kuman yang dapat menimbulkan infeksi.

Setelah itu, luka dapat dibasuh menggunakan air matang. Cairan antiseptik sebaiknya tidak didiamkan pada luka, karena berpotensi menghambat penyembuhan luka.

Setelah luka bersih, keringkan luka menggunakan kain bersih atau tisu. Hindari penggunaan kapas karena dapat meninggalkan serabut-serabut halus pada luka.

5. Penutupan Luka

Cara mengobati luka yang terakhir adalah dengan menutup luka menggunakan perban atau plester. Beberapa luka berukuran kecil dapat dibiarkan terbuka tanpa ditutup. Sebelum menutup luka, Anda dapat mengoleskan petroleum jelly untuk membantu menjaga kelembapan luka sehingga membantu penyembuhan.

Jagalah luka agar tetap kering. Perban atau plester sebaiknya diganti setidaknya sekali sehari. Jika tampak kotor atau lepas dengan sendirinya, segera ganti. Saat hendak mengganti plester, perhatikan kembali langkah-langkah yang sudah dijelaskan sebelumnya.

2 dari 3 halaman

Kapan Harus ke Dokter?

Umumnya, luka ringan dapat sembuh dengan baik menggunakan langkah perawatan luka di atas. Namun, beberapa kasus memerlukan penanganan lebih lanjut. Jangan ragu untuk menghubungi tenaga kesehatan apabila:

  • Luka lebar (lebih dari 5 cm) dan dalam (lebih dari 1.5 cm).
  • Sulit menghentikan perdarahan dan tetap berdarah setelah 20 menit.
  • Timbul tanda-tanda infeksi, seperti luka mengeluarkan nanah, berbau busuk, timbul demam 38 derajat Celsius atau lebih, luka sulit sembuh, dan sebagainya.
  • Luka disebabkan benda kotor atau berkarat. Jika ini terjadi, mungkin Anda membutuhkan vaksin tetanus.

Langkah perawatan luka yang telah dijelaskan cukup mudah dilakukan. Sehingga, luka ringan dapat ditangani dengan baik di rumah. Sekarang, Anda tidak perlu panik lagi apabila terluka saat sedang beraktivitas.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar