Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ilmuwan Inggris: Virus Corona Mulai Muncul sejak September 2019!

Ilmuwan Inggris: Virus Corona Mulai Muncul sejak September 2019!

Wabah memang terjadi di awal tahun 2020. Namun, penelitian virus corona dari ilmuwan Inggris mengatakan, virus ini sebenarnya muncul sudah agak lama.

Tak ada yang menyangka bahwa akan ada virus baru yang muncul di awal tahun 2020. Virus corona SARS-CoV-2 ini berhasil bikin outbreak di bulan Januari, dan dalam beberapa bulan belakangan mampu bikin aktivitas dunia lumpuh.

Banyak yang bilang bahwa COVID-19 ini muncul di akhir tahun 2019, tepatnya di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Namun sekarang, ada yang bilang bahwa virus corona justru sudah muncul sejak September tahun lalu. Bagaimana bisa?

Ada sejak September 2019 dan Bukan Muncul Pertama Kali di Wuhan?

Dilansir dari The Sun, para ilmuwan dari Universitas Cambridge menyatakan, kemungkinan penyakit COVID-19 ini terjadi antara 13 September-7 Desember 2019.

Wabah ini bisa saja terjadi 6 bulan sebelum Desember tiba. Lokasinya pun tak terpusat pada Kota Wuhan, melainkan lebih jauh ke selatan (Tiongkok Selatan).

Ahli Genetika Universitas Cambridge, Peter Forster mengatakan, virus ini mungkin telah bermutasi beberapa bulan lalu. Kemudian, virus tersebut berpindah ke kelelawar dan hewan liar lainnya – bahkan ke manusia – tetapi tanpa menularkannya ke orang lain.

Banyaknya dugaan yang terkumpul sekarang membuat para ilmuwan kesulitan mencari siapa pasien zero sebenarnya (orang yang pertama kali terinfeksi dan menjadi super spreader).

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Perlu diketahui, ilmuwan Tiongkok telah melaporkan bahwa 96 persen gen identik coronavirus berasal dari kotoran kelelawar di provinsi barat daya Yunnan pada 2013.

Meskipun demikian, ada ratusan mutasi antara SARS-CoV-2 dan yang ada di Yunnan. Coronavirus biasanya memperoleh 1 mutasi per bulan

Oleh karena itu, mereka menduga, virus tersebut telah menyebar secara diam-diam pada hewan dan manusia selama bertahun-tahun untuk berevolusi menjadi bentuk yang sangat adaptif dan mampu menginfeksi manusia.

Yang jelas, virus corona bukanlah virus buatan yang digunakan untuk tujuan politik dari negara-negara berkuasa (berhubungan dengan teori konspirasi). Sebab, setelah diteliti, struktur dari virus tersebut sangat alami.

1 dari 3 halaman

Ada 3 Jenis Genom Virus Corona yang Kini Tersebar di Dunia

Saat wabah menyebar ke berbagai benua, ada penelitian virus corona dari peneliti Cambridge, Inggris, dan Jerman yang berhasil merekonstruksi jalur evolusi awal COVID-19 pada manusia menggunakan teknik jaringan genetik.

Ditemukan 3 jenis virus corona yang kini menyebar di seluruh dunia. Peneliti kemudian melabeli tiga jenis tersebut sebagai tipe A, B, dan C. Berikut selengkapnya:

  • Tipe A

Virus corona tipe A adalah jenis virus SARS-CoV-2 yang memiliki kesamaan dengan virus corona yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling Wuhan.

Virus tipe A ini tidak mendominasi sebagian besar kasus COVID-19 di kota tersebut. 

Mutasi tipe A banyak ditemukan pada orang Amerika Serikat yang pernah tinggal di Wuhan. Tak cuma di AS, virus ini juga banyak ditemukan pada pasien COVID-19 di Australia.

  • Tipe B

Virus corona tipe B banyak ditemukan pada pasien COVID-19 yang tinggal di Asia Timur dan Wuhan.

Virus ini tidak banyak melakukan perjalanan ke luar wilayah dan tak bermutasi lebih lanjut. Berarti, virus B lebih terkonsentrasi di satu wilayah. Tipe B berasal dari salah satu mutasi virus tipe A.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

  • Tipe C

Virus corona tipe C merupakan garis keturunan B yang banyak ditemukan pada pasien di Eropa, seperti Prancis, Swedia, Italia, dan Inggris.

Kasus virus corona tipe C juga ditemukan di beberapa wilayah Asia, seperti Singapura, Hong Kong, dan Korea Selatan.

2 dari 3 halaman

Punya Banyak Genom dan Mudah Bermutasi, Apa yang Terjadi?

Di sisi lain, dr. Alvin Nursalim, Sp.PD menerangkan hingga kini, segala hal yang berhubungan dengan virus corona memang masih dalam penelitian lebih lanjut.

Sehingga, segala pernyataan masih bisa berubah-ubah dan berkembang. Itu semua memang baik dilakukan untuk menentukan pola infeksi dan menemukan pengobatan yang tepat.

“Namun, kalau bicara soal kemampuan virus corona yang ibaratnya jago bermutasi atau menunjukkan derajat mutasi yang tinggi, tentu efektivitas vaksin akan menurun,” jelas dr. Alvin.

“Hal yang sama terlihat pada vaksin influenza. Karena mutasi dan perubahan strain virus dari tahun ke tahun terjadi, maka vaksin influenza harus dilakukan setahun sekali dengan jenis vaksin yang baru,” lengkapnya.

Kita tunggu perkembangan penelitian virus corona selanjutnya dari para ahli. Setiap perkembangan tentu akan membawa hal baik ke depannya, sehingga pandemi ini bisa segera diatasi.

Deteksi dini sangatlah penting. Anda bisa melakukan periksa mandiri pakai cek risiko virus corona online yang dirilis oleh KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan BNPB.

Tanyakan lebih detail seputar virus corona pada dokter via LiveChat 24 jam, dan cari tahu informasi penting seputar kesehatan dari KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar